BNN Gagalkan Penyeludupan 40 Kg Sabu dari Malaysia

Deputy Pemberantasan BNN RI, Irjen Arman Depari (tengah), Bupati Aceh Tamiang, Mursil, Ketua DPRK Aceh Tamiang, Fadlon dan Kepala BNK Aceh Tamiang Brigjen Pol Faisal AN, memperlihatkan barang bukti sabu seludupan di Kuala Simpang, Jumat (12/1). Foto Antaranews Aceh/Syawaluddin.

Metrobatam.com, Aceh – Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil menggagalkan sindikat internasional penyelupan Narkotika jenis sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh melalui jalur laut seberat 40,23 kilogram.

Deputy Pemberantasan pada BNN RI irjen Pol Arman Depari kepada wartawan di Kualasimpang, Jumat menyatakan, selain barang bukti sabu, BNN juga menahan empat tersangka, yakni AM, JN, SN dan HR.

Dikatakan, keberhasilan tersebut atas kerjasama BNN Pusat, BNN Provinsi Aceh, BNN Kota Langsa serta Bea Cukai yang memburu para tersangka dari informasi masyarakat, tentang adanya penyeludupan sabu dari Penang, Malaysia, ke Aceh melalui jalur laut, tepatnya di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

“Tim BNN berhasil mengungkap tindak pidana Narkotika jaringan internasional Malaysia-Aceh yang masuk melalui jalur laut. Dalam kasus ini diamankan empat orang tersangka bersama barang bukti 40 bungkus dengan berat total 40,230 kilogram yang berasal dari Pulau Pinang,” kata Arman.

Menurut Arman, keberhasilan kasus ini berawal dari hasil informasi masyarakat yang diterima BNN tentang adanya peredaran narkotika jenis sabu berasal dari Penang Malaysia menuju Indonesia melalui Idi rayeuk Aceh Timur dan melalui jalur laut.

Dikisahkan, pada tanggal 10 Januari 2018, tim melakukan penyidikan dari darat dan laut hingga akhirnya menemukan dan mengikuti seseorang yang berinisial HR menggunakan sepeda motor warna hitam dengan nomor polisi BL 3596 ZQ yang diduga telah menerima.

“Sekitar pukul 05.45 WIB waktu setempat, tersangka diamankan di depan perkarangan rumahnya di Dusun Petua Mae Kampung Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Tersangka membawa 19 bungkus yang berada di dalam karung,” jelas Arman didampingi BNNP Aceh Brigjen Pol Faisal AN, Bupati Aceh Tamiang Mursil dan Ketua DPRK Fadlon.

Hasil dari pengembangan, sambung Arman, tim menangkap tersangka AM, JN dan SN di rumahnya masing – masing yaitu AM, warga Dusun Tengku Di Sungai Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur, JN, warga Dusun Pelita Desa Bantayan, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur dan SN warga Dusun Petua Mae Desa Bagok Panah Peut, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur.

Ketiga tersangka ini mempunyai peran yang beda. AM dan JN berperan sebagai penjemput sabu di laut, SN berperan sebagai tukang pindah barang yang dibawa JN dalam melakukan transaksi antara HR dan AM.

“Pengakuan AM, sebelumnya telah mengambil 39 bungkus di perairan Selat Malaka bersama JN. Atas perintah AM, JN menyimpan 10 bungkus di dalam kapal yang sedang diperbaiki dan 10 bungkus ditanam dekat kadang ayam milik SN,” terangnya.

Arman menyatakan, empat tersangka itu dikendalikan oleh Dekbat yang saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Para tersangka terjerat pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman maksimal pidana mati.

Antara

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Warga Malaysia Diajak Menggalang Dana Menalangi Utang Negara Rp 3.570 T

Metrobatam.com, Kuala Lumpur - Warga Malaysia ramai-ramai diajak untuk menggalang dana menalangi utang negara yang sudah menembus 1 triliun RM (Ringgit Malaysia) atau sekitar...

Terkait KEK, Pengusaha Ngadu ke DPRD Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Nuryanto, SH,MH memimpin Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait penyampaian aspirasi dari para pengusaha dan asosiasi Kota Batam melalui Kadin yang...

Bea dan Cukai Batam : Pengawasan Barang di FTZ Lebih Sulit Dibanding KEK

Metrobatam.com, Batam - Pengawasan barang di Free Trade Zone (FTZ) lebih sulit dibandingkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dampak lainnya juga menjadikan Batam tepat untuk...

Tangkal Terorisme, Pengajar Harus Belajar Nilai Kebangsaan

Metrobatam, Jakarta - Akademisi Muslim Azyumardi Azra mengimbau tenaga pengajar di kampus mendapat pelatihan kembali soal kebangsaan. Tuntutan Azyumardi itu terkait dengan temuan sejumlah...

Jelang Final Liga Champions: Zinedine Yazid Zidane vs Juergen Norbert Klopp

Metrobatam, Jakarta - Juergen Klopp senang hanya bertemu Zinedine Zidane setelah dia jadi pelatih. Genius sebagai peraci strategi, jalan karier keduanya memang beda jauh. "Dia...

JK Sebut Daftar Mubalig Dibuat Agar Tak Sembarangan Ceramah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendukung langkah Kementerian Agama yang mengeluarkan daftar 200 nama mubalig. Menurut JK, daftar nama itu berguna mengatur...

Ketua KPK Sindir DPR yang Dukung Eks Koruptor Nyaleg

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyindir pihak-pihak yang membolehkan mantan narapidana korupsi menjadi calon anggota legislatif pada Pemilu 2019....

Penyidik Sebut Fredrich Minta Kerjaan: Dia Bilang KPK Kan Banyak OTT

Metrobatam, Jakarta - Fredrich Yunadi disebut pernah meminta agar dibagi kasus pada seorang penyidik senior KPK. Ambarita Damanik. Namun, permintaan Fredrich itu disampaikan sembari...

Soal Ekonomi RI Lampu Kuning, Ini Penjelasan BI

Metrobatam, Jakarta - Beberapa kalangan menyebutkan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini berada dalam lampu kuning. Menguatnya dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah hingga...

UU Terorisme Beri Kompensasi Korban hingga Peristiwa Bom Bali

Metrobatam, Jakarta - Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme yang baru saja disahkan DPR mengatur tentang pemberian kompensasi bagi korban aksi...

Moeldoko Sebut Perpres Korupsi Tinggal Diteken Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan hasil revisi Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2012 tentang Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi sudah...

Kontroversi Takjil Politik #2019GantiPresiden

Metrobatam, Jakarta - Pembagian takjil gratis berstiker #2019GantiPresiden yang dibagikan Komunitas Relawan Sadar Indonesia (Korsa) menuai kontroversi. Pendukung Joko Widodo (Jokowi) mengkritik pembagian takjil...
BAGIKAN