BNN Soroti Oknum Lapas dalam Peredaran Narkotik oleh Napi

Metrobatam, Jakarta – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jenderal Pol Budi Waseso mengungkap sejumlah kasus peredaran narkotik yang dikendalikan para narapidana dari dalam lembaga permasyarakatan (lapas).

Itu semua, kata mantan Bareskrim Polri tersebut, tak lepas dari peran oknum-oknum lapas yang bekerja sama dengan para pelaku.

“Kami tahu ada oknum di lapas yang pungut biaya, minta bayaran, supaya napi bisa komunikasi dengan pihak luar,” ujar Budi dalam jumpa pers di gedung BNN, Jakarta, Selasa (10/10).

Bahkan, sambung Budi, para napi tersebut bebas keluar masuk karena bantuan oknum-oknum lapas. Terkait permainan menyangkut orang dalam lapas, Budi berulang kali melontarkan gagasan satire agar lapas dijaga buaya agar tak ada lagi oknum.

“Selama masih dijaga manusia dengan integritas tidak jelas dan sistemnya tidak mau diperbaiki, ya akan terus terjadi,” ujar Budi kembali mengulang gagasan satirenya.

Pria yang dikenal publik dengan sapaan Buwas itu pun menilai pemecatan kepala lapas tak berdampak pada penyelesaian masalah. Ia pun menyarankan agar oknum lapas yang ikut serta membantu mengedarkan narkotik dihukum lebih berat dari para napi.

“Harus dihukum berat, dicincang sekalian. Atau, taruh kepala di bawah, kaki di atas sehingga orang kapok. Enggak akan coba-coba. Kalau cuma dikeluarkan, enggak akan menyelesaikan masalah,” ucap Budi kembali dengan gagasan satirenya.

Meski demikian, Budi menyadari sebagai Kepala BNN kewenangannya terbatas dan tak bisa langsung membuat aturan dalam lapas. Ia mengaku telah memberi saran pada Dirjen Permasyarakatan Kemenkumham sebagai pihak yang berwenang. “Saya sudah beri masukan tapi tergantung dilaksanakan atau tidak,” ucap Budi.

Dikendalikan Napi

Buwas mengatakan BNN menyita 1.005 butir ekstasi, 5,97 gram tembakau mengandung narkotik, dan sejumlah barang bukti lainnya dari lima tersangka berinisial JLP, ASH, LS, DN, dan TKM yang merupakan napi penghuni Lapas Cipinang, Jakarta.

Kemudian pada kasus lainnya petugas BNN menyita tablet mengandung metafetamine sebanyak 109 butir dan tiga plastik berisi serbuk metafetamine seberat 82,6 gram. Barang bukti tersebut, kata Budi, disita dari sebuah rumah yang menjadi pabrik pil ekstasi di Medan, Sumatera Utara milik tersangka MAN.

Petugas BNN juga menyita sabu seberat 6,47 gram dari tersangka berinisial MUL. “Dari kedua tersangka diketahui bahwa pengendalinya adalah R yang merupakan napi di lapas Binjai,” terang Budi.

Selain kedua kasus tersebut, lanjut Budi, petugas BNN juga menangkap kurir berinisial A yang membawa barang bukti berupa sabu di kawasan Tarakan, Kalimantan Utara. Dari hasil pengembangan, petugas BNN menangkap pengendali kurir berinisial AH, H, dan R.

“Sementara pemodal berinisial AB merupakan napi klas IIA Tarakan juga sudah ditangkap,” kata Budi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Anggota DPR RI Dwi Ria Latifa Apresiasi Halal Bi Halal Warga Punggowo

Metrobatam.com , Batam - Anggota DPR RI Fraksi Partai PDIP, Dwi Ria Latifa mengapresiasi atas pelaksanaan halal bi halal Keluarga besar Punggowo Kota Batam...

Ocarina Batam Fasilitas Segala Permainan dan Hiburan Nyaman Sambil Mengadakan Gebyar Undian Hadiah Pemenang

Metrobatam.com - Batam Agus supryanto general manager ocarina menerangkan "dengan adanya memumumkan gebyar mega wisata new ocarina sudah ada pemenang nya, pemenang hasil undian...

Lantamal IV Gagalkan Penyeludupan TKI Ilegal ke Malaysia

Metrobatam.com - Tanjungpinang, 14 Juli 2018,…. Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Pangkalan Utama Angakatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang kembali menangkap 12 Tenaga Kerja...

Penindakan Satwa Dan Tumbuhan Kpu Bea Dan Cukai Tipe B Batam

Metrobatam.com - Batam Batam, KPU BC Batam konferensi pers kepada awak media mengenai hasil tindakan satwa dan tumbuhan, Jumat (13/07). Susila Brata Kepala Kantor KPU BC...

Hanura: Yang Sering Komporin Masyarakat Amien Rais

Metrobatam, Jakarta - Presiden Jokowi menilai ada 'politikus kompor' yang memanas-manasi suasana politik jelang pemilu 2019. Ketua DPP Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir menyebutkan...

Geledah 5 Lokasi, KPK Sita Dokumen Keuangan Proyek PLTU Riau

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah lima tempat terkait kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 yang menjerat Wakil Ketua DPR Komisi...

Polisi Periksa Sejumlah Saksi Terkait Pembantaian Ratusan Buaya di Sorong

Metrobatam, Jakarta - Polisi akan memeriksa sejumlah saksi terkait pembantaian terhadap 292 ekor buaya di penangkaran milik CV. Mitra Lestari Abadi, Provinsi Papua Barat....

Bagikan Bahan Pakaian untuk Menangkan Cagub Riau, Timses Ini Dibui

Metrobatam, Pekanbaru - Pihak Sentra Gakkumdu (Penegagakan Hukum Terpadu) Provinsi Riau memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap warga berinisial DS. Pria tersebut ditahan karena diduga...

Modric: Tak Ada Penyesalan, Kroasia Lebih Baik dari Prancis

Moskow - Luka Modric berpendapat bahwa Kroasia bisa bangga sekalipun dikalahkan Prancis di final Piala Dunia 2018. Kroasia bermain lebih baik sekalipun gagal juara. Kroasia...

Wakapolri Klaim Punya Alat Canggih Tangkal Terorisme

Metrobatam, Jakarta - Wakapolri Komjen Syafruddin mengatakan saat ini Polri telah memiliki alat canggih guna menangkal aksi terorisme di Indonesia. Menurutnya, saat ini Polri...

Keluarga Lalu Zohri Tak Pernah Menolak Renovasi Rumah

Metrobatam, Jakarta - Kakak kandung Lalu Muhammad Zohri, Baiq Fazila, menyangkal jika keluarganya menolak bantuan renovasi rumah mereka di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pihaknya...

Pertimbangan PD Merapat ke Jokowi, Cawapres Harus Bersahabat

Metrobatam, Jakarta - Partai Demokrat (PD) menanti pengumuman dari Presiden Joko Widodo untuk menentukan siapa sosok cawapresnya di Pilpres 2019. Sosok cawapres Jokowi akan...
BAGIKAN