BNN Tangkap Bandar Jaringan Keluarga dan Amankan 18 Kg Sabu

Metrobatam.com, Medan – Badan Narkotika Nasional (BNN) membongkar jaringan narkoba dari Aceh ke Sumatera Utara. Petugas menemukan 18 kilogram sabu saat penggerebekan dengan bantuan anjing pelacak, Kamis, 15 September 2016. Lokasi penemuan sabu itu di dalam rumah dalam satu komplek yang dihuni 6 kepala keluarga yang saling bersaudara.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari mengatakan BNN berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan keluarga di Medan berawal dari penangkapan seorang pemuda berusia sekitar 24 tahun berinisial BB kemarin petang. Dari tangan BB ditemukan paket sabu.

“BB kemudian menyebut seorang berinsial RZ sebagai pengendalinya. Polisi kemudian menangkap RZ disalah satu hotel di Medan kemarin dan melanjutkan penggeledahan dirumah BB hari ini,” kata Arman Depari, Kamis petang, 15 September 2016. Depari ikut menggeledah rumah BB di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan.

Dari pengakuan BB, kata Depari, mereka sempat menjual sabu kepada seseorang seberat 6 kilogram beberapa waktu lalu. Hasil pemeriksaan sementara terhadap BB yang sudah ditetapkan sebagai tersangka itu, ujar Depari, diketahui bahwa barang haram itu diperoleh dari Aceh.

Yang mengejutkan, ujarnya, sindikat sabu BB juga melibatkan keluarganya. “Paman dan tente BB juga termasuk jaringan narkoba. Keduanya mengetahui BB sebagai bandar narkoba. Malah saat penggerebakan dengan bantuan anjing pelacak, 18 kilogram sabu ditemukan di rumah paman dan tante tersangka BB,” kata Depari

BB merupakan jaringan lama pemasok sabu dari Aceh. BNN menduga sabu milik BB berasal dari Malaysia. Atas perbuatan tersangka BB, dia akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di BNN Pusat. Adapun RZ yang sempat mengaku sebagai anggota TNI karena saat ditangkap BNN ditemukan kartu anggota TNI bernama sama dengan inisial RZ itu. Namun Depari mengatakan, kartu anggota TNI itu palsu.

“Untuk tersangka RZ masih dipulihkan sebelum diperiksa karena saat ditangkap dalam keadaan over dosis narkoba.”ujar Depari. BNN dan Polisi Resor Kota Medan tengah mengejar paman dan tante BB yang melarikan diri saat rumah mereka digeledah BNN kemarin.

Kepala Lingkungan 11, Kelurahan Dwikora, Helvetia, Kota Medan, Sujono, mengatakan tersangka BB tinggal satu komplek bersama paman, tante, kakak dan keponakanya. “BB bermukim di Jalan Setia Luhur Gang Sendiri bersama 6 kepala keluarga yang semuanya masih keluarganya. “kata Sujonono kepada Tempo.

Tersangka BB, ujar Sujono selama ini bekerja di proyek pembangunan menara atau towertelekomunikasi milik salah satu provider. “Saya tidak menyangka dia jaringan narkoba,” tutur Sujono.

Mb/Tempo

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

2018, Pemko Batam Optimis Kunjungan Wisman Tembus 2 Juta

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah Kota Batam optimis angka wisatawan mancanegara (Wisman) di 2018 ini akan tembus 2 juta kunjungan. Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan...

Bupati Bintan Hadiri Pengukuhan Pengurus Paguyuban Pasundan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H. Apri Sujadi, S.Sos menghadiri Pengukuhan Pengurus Paguyuban Pasundan Kab Bintan Periode 2017-2022 di Relief Antam Kijang, Kec Bintan...

Masyarakat Desa Pengudang Antusias dan Semangat dalam Kegiatan TMMD ke 103

Metrobatam.com, Bintan - Antusiasme dan semangat masyarakat Desa Pengudang, Kecamatan Telok Sebong terlihat dalam pembangunan jalan didalam kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke...

Rizal Ramli Polisikan Surya Paloh, Tuntut Ganti Rugi Rp 1 T

Metrobatam, Jakarta - Rizal Ramli melaporkan Ketum NasDem Surya Paloh ke Bareskrim Polri. Rizal menuduh Paloh mencemarkan nama baiknya. Rizal Ramli datang ke Bareskrim bersama...

KPU: Kampanye Negatif Tak Sesuai Aturan

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra menyatakan tidak sepakat dengan anjuran taktik kampanye negatif dalam Pemilihan Umum 2019. Menurut dia...

Pemprov Aceh Digugat Rp 1 Triliun Terkait Bisnis Hotel di Menteng

Metrobatam, Aceh - Pemprov Aceh digugat Rp 1 triliun oleh AHM Indonesia terkait kerjasama bisnis hotel di Mentang, Jakarta. Gugatan ini masih bergulir di...

Di Perbakin, Penembak Gedung DPR Bisa Dimaafkan Kalau Tak Sengaja

Metrobatam, Jakarta - Ketua Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin) DKI Jakarta, Irjen Setyo Wasisto, melihat tidak ada unsur kesengajaan dalam kasus peluru nyasar yang dilontarkan...

Terjerat Suap Meikarta, Bupati Bekasi Punya Harta Rp73,4 M

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin sebagai tersangka suap terkait izin pembangunan proyek Meikarta, unit bisnis...

Viral Video Anak Sekolah Teriak Ganti Presiden, Ini Kata Risma

Metrobatam, Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyesalkan video anak sekolah berseragam pramuka berteriak ganti presiden yang viral. Risma tak ingin anak dilibatkan...

Bawaslu Sebut Kampanye Negatif Bisa Kena Sanksi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan kampanye negatif selama tahapan pemilihan umum (Pemilu) dapat dikenai sanksi. Namun, kata Abhan, sanksi...

Mendagri Minta Kepala Daerah di Riau Klarifikasi Deklarasi

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menyarankan kepala daerah di Provinsi Riau memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat, buat mengklarifikasi dugaan...

PPP Minta Kampanye di Rumah Kiai dan Pesantren Dibedakan

Metrobatam, Jakarta - KPU mengatur tempat pendidikan--termasuk pesantren--dan rumah ibadah tidak boleh dipakai untuk berkampanye. PPP meminta aturan itu dikaji mengingat pesantren merupakan sebuah...
SHARE