Bocah Jenius di Sidoarjo tak Diizinkan Ikut UN

    525
    Joko (baju putih) bersama anaknya Pato, saat mengadu ke DPRD Jatim Fraksi PDIP. (Metrotvnews.com)
    Joko (baju putih) bersama anaknya Pato, saat mengadu ke DPRD Jatim Fraksi PDIP. (Metrotvnews.com)

    Metrobatam.com, Surabaya: Pato Sayyaf, siswa kelas enam SD Multiligual Anak Soleh, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, harus gigit jari. Dia ditolak mengikuti Ujian Nasional oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo. Pasalnya, usia Pato baru menginjak 8 tahun 2 bulan.

    Pato dianggap belum cukup umur untuk mengikuti UN. Untuk dapat ikut UN, usia Pato harus 12 tahun. Padahal, siswa kelas akselerasi ini telah memiliki rapor lengkap dengan nilai tergolong memuaskan.

    Joko Trianto dan Wahyu Nurandari, orangtua Pato pun merasa terpukul. Menurut mereka, Pato menempuh kelas satu hingga enam dengan kelas akselerasi sesuai prosedur.

    Menurut Joko, anaknya tergolong siswa pandai sehingga oleh pihak sekolah dimasukkan ke kelas akselerasi yang hanya ditempuh 4,5 tahun. “Mulai dari kelas enam sampai kelas enam, ranking pertama,” kata Joko, dihadapan anggota Fraksi PDIP DPRD Jatim, Rabu (9/3/2016).

    Namun, SD Multiligual Anak Soleh Waru, Sidoarjo belum mengantongi izin untuk menyelenggarakan UN. Untuk dapat menempuh UN, siswa harus bergabung dengna SDN Tropodo.

    Namun, kata Joko, ketika mendaftar untuk UN pada Mei 2016, Diknas Sidoarjo tidak memperkenankan. Alasannya, berbenturan dengan peraturan batas minimal usia pelajar ikut UN.

    “SDN Tropodo tak berani karena Diknas Sidoarjo melarangnya,” kata Joko.

    Saat itu, kata Joko, Dinkes Sidoarjo menyarankan agar Pato menjalani tes kemampuan IQ. Saat itu, dia membawa Pato ke lembaga psikotes milik TNI AL.

    “Hasilnya, IQ anak saya mencapai 136. Tapi pihak Diknas tetap menolak dengan dalih usianya masih delapan tahun,” keluhnya.

    Sekadar informasi, rata-rata tingkat IQ orang kebanyakan berada di level 111-120. Sedang di rentang 121-130 digolongkan memiliki IQ superior. Di atas rentang itu disebut jenius.

    Merasa mentok dengan berbagai upaya, Joko mengadu ke DPRD Jawa Timur. “Saya ke sini hanya minta tolong, supaya anak saya bisa mengikuti ujian nasional. Sebab anak saya sudah melakukan kewajibannya belajar dengan baik dan sesuai prosedur yang ada,” pungkasnya.

    sumber : metrotvnews.com

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

    Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

    Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

    Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

    Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

    Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

    Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

    Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

    Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

    Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

    Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

    Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

    Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

    Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

    Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

    Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

    Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

    Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

    Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

    Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

    Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

    Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

    Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

    Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
    BAGIKAN