Bos BPK Minta KPK Periksa Auditor yang Terlibat Kasus e-KTP

Metrobatam, Jakarta – Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis mengaku belum menerima informasi mengenai munculnya nama Wulung, auditor BPK yang namanya masuk dalam dakwaan kasus korupsi proyek e-KTP yang hari ini dipaparkan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tipikor Jakarta.

“Saya belum terima informasinya tapi kalau KPK dan pengadilan memunuculkan nama itu, silakan saja. Kami dari BPK tentu akan menghormati aturan yang berlaku,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (9/3).

Harry mengaku tak mengetahui duduk perkara lebih rinci lantaran baru menjabat sebagai petinggi BPK pada 2014 lalu. Sehingga, ia lebih memilih untuk memberi dukungan penuh kepada KPK dalam mengungkap kasus ini.

“Itu bukan wilayah saya. Jadi, silahkan saja kepada KPK dan pengadilan untuk mengusut tuntas. Silakan diproses lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Kemudian, terkait status pegawai Wulung, Harry menyebutkan akan berkonsultasi dengan para petinggi BPK lainnya untuk melihat kode etik kepegawaian yang diatur di BPK.

Pasalnya, bila KPK membutuhkan intensitas lebih untuk memeriksa Wulung, BPK bisa saja memberikan status non-aktif sementara kepada Wulung agar pemeriksaan lebih lancar.

“Karena ini masih dugaan, biarkan dilanjutkan lebih dulu pemeriksaan hingga ditetapkan oleh pengadilan,” katanya.

Sebagai informasi, JPU KPK mengungkapkan dugaan kesepakatan terkait kasus dugaan korupsi proyek KTP elektronik atau e-KTP dengan terdakwa dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto. Keduanya diduga menyalahgunakan wewenang dalam pengadaan proyek e-KTP tahun 2011-2012 dengan kerugian negara mencapai Rp2,3 triliun dari total nilai proyek Rp6 triliun.

Dalam dugaan korupsi tersebut, KPK menyebutkan ada sejumlah nama besar dalam dakwaan. Salah satunya ialah Wulung sebagai auditor BPK yang memeriksa pengelolaan keuangan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sejumlah Rp80 juta.

Menurut dakwaan, setelah pemberian uang tersebut, BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan Ditjen Dukcapil Kemendagri pada 2010 lalu. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Perjalanan Yusuf Supendi dari PKS Hingga Berlabuh ke PDIP

Metrobatam, Jakarta - Mantan pendiri PKS, Yusuf Supendi menjadi caleg dari PDIP untuk Pileg 2019. Perjalanan Yusuf cukup panjang hingga memutuskan berlabuh ke partai...

Drama Anies Copot 5 Wali Kota dan Kepala Dinas, Diberhentikan Lewat WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - Pelantikan wali kota, bupati, dan kepala dinas se-Jakarta pada Kamis (5/7) lalu menyisakan drama. Ada yang menilai, Gubernur Anies Baswedan telah...

KPK Minta KPU Konsisten Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) konsisten menerapkan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota Legislatif....

BNN akan Gunakan Drone untuk Lacak Peredaran Narkoba

Metrobatam, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Heru Winarko mengungkapkan pihaknya bakal menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone untuk mengintai dan...

Ini Daftar Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Pemilu 2019. Siapa saja mereka? Sekretaris Kabinet Pramono Anung...

KPK OTT Bupati Labuhanbatu Sumut Terkait Proyek di Dinas PUPR

Metrobatam, Jakarta - Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di dinas...

Pendiri PKS Yusuf Supendi Jadi Caleg PDIP

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan Yusuf...

Lalu Kaget Bisa Juara Dunia Lalu: Saya percaya Tuhan Bisa Membantu Saya

Metrobatam, Jakarta - Lalu Muhammad Zohri telah tiba di Indonesia, Selasa (17/7). Dia bercerita sempat tak menyangka menjadi juara dunia. Lalu menjadi perhatian publik setelah...

Harga Minyak Naik, RI Kantongi Rp 58 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Keuangan menyebut kenaikan harga minyak dunia turut memberikan keuntungan bagi negara. Dari data realisasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) semester...

Thibaut Courtois Mendekat ke Real Madrid

Madrid - Transfer Thibaut Courtois ke Real Madrid berpeluang besar terjadi. Chelsea dan Madrid dikabarkan telah menyepakati harga kepindahan kiper Belgia itu. Radio Prancis, RMC,...

JK: Cawapres Jokowi Harus Tambah Suara 15% di Pilpres

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama-nama yang muncul sebagai kandidat cawapres Joko Widodo (Jokowi). JK kembali menegaskan, sosok cawapres Jokowi...

Kapolri Tito Sebut Masyarakat Mudah Terpengaruh Tokoh Agama

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan masyarakat Indonesia masih banyak yang mudah dipengaruhi oleh pemikiran tokoh melalui isi cermah atau perdebatan. Tak...
BAGIKAN