Buang Sampah Sembarangan di Kudus, Warga Boleh Menghakimi

1529

Metrobatam, Kudus – Di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terdapat papan peringatan larangan bagi pembuang sampah di sungai. Tak tanggung-tanggung, papan peringatan itu bernada sangar dan sadis kalimatnya.

Papan peringatan setinggi sekitar 1 meter itu berbunyi “Jangan Buang Sampah Sembarangan Sungai Bukan Tempat Sampah Warga Berhak Menghakimi Orang yang Buang Sampah Sembarangan TTD Pemdes Gribig”.

Papan itu terpasang di dekat Jembatan Sungai Winong di RT 2/RW 4. Di sisi lain di jembatan juga terpasang tulisan tak kalah sangar, “Hanya Monyet yg Buang Sampah Di Sini”.

Kepala Desa Gribig, Abdullah Rais saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya memang sengaja memasang papan peringatan tersebut. Sebab, warga sudah resah akibat sampah dibuang sembarangan di sungai.

“Warga resah. Makanya dipasanglah papan peringatan bertuliskan warga boleh menghakimi pembuang sampah di sungai,” kata Abdullah ditemui wartawan di Balai Desa Gribig, Kamis (5/4).

Pihaknya memasang papan itu sejak dua tahun lalu. Dia heran kenapa baru kali ini ramai di masyarakat. Menurutnya, pemasangan papan itu mampu mengurangi tingkat pembuang sampah di sungai.

Dulunya, pembuang sampah marak. Dengan jenis sampahnya seperti popok/pempers dalam jumlah banyak. Ada pula sampah-sampah jenis bumbu dapur dalam jumlah besar. Hal itu membuat resah warga. Makanya, tulisan pada papan yang sangar itu bisa memberikan efek yang bagus bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Dia mendapat ide kalimat pembuang sampah boleh dihakimi dari salah satu kota di Jawa Timur. Hal itu diterapkannya di desa.

“Terbukti ampuh. Sampah jadi berkurang. Tidak sebanyak dulu. Sekarang paling sampah plastik kecil,” ucapnya.

Sebelum memasang papan itu, Dinas PKPLH (Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup) sudah memberikan tanda peringatan dilarang buang sampah. Tapi tidak mampu mengubah kondisi dan tetap saja ada yang melakukan. Pembuang sampah tetap belum sadar.

Begitu, dipasang papan peringatan bernada sangar, pembuang sampah jadi berkurang. Papan itu dipasang di tiga sudut kampung yang berbeda. “Efeknya mengena. Warga jadi nyaman,” ucapnya.

Terkait ramainya pihak yang mempermasalahkan, hari ini akhirnya papan peringatan itu dicabut. Pihaknya melakukan hal itu setelah adanya koordinasi dari Polsek Gebog. “Tadi Pak Kapolsek sudah meminta kami untuk mencopotnya,” tandasnya.

Usai dicopot, pihaknya akan memasang papan peringatan pembuang sampah dengan nada tulisan yang lebih humanis namun tetap mengena.

“Mungkin minggu ini, papan peringatan akan selesai dan bisa langsung dipasang,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN