Buang Sampah Sembarangan di Kudus, Warga Boleh Menghakimi

Metrobatam, Kudus – Di Desa Gribig, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terdapat papan peringatan larangan bagi pembuang sampah di sungai. Tak tanggung-tanggung, papan peringatan itu bernada sangar dan sadis kalimatnya.

Papan peringatan setinggi sekitar 1 meter itu berbunyi “Jangan Buang Sampah Sembarangan Sungai Bukan Tempat Sampah Warga Berhak Menghakimi Orang yang Buang Sampah Sembarangan TTD Pemdes Gribig”.

Papan itu terpasang di dekat Jembatan Sungai Winong di RT 2/RW 4. Di sisi lain di jembatan juga terpasang tulisan tak kalah sangar, “Hanya Monyet yg Buang Sampah Di Sini”.

Kepala Desa Gribig, Abdullah Rais saat dikonfirmasi mengungkapkan pihaknya memang sengaja memasang papan peringatan tersebut. Sebab, warga sudah resah akibat sampah dibuang sembarangan di sungai.

“Warga resah. Makanya dipasanglah papan peringatan bertuliskan warga boleh menghakimi pembuang sampah di sungai,” kata Abdullah ditemui wartawan di Balai Desa Gribig, Kamis (5/4).

Pihaknya memasang papan itu sejak dua tahun lalu. Dia heran kenapa baru kali ini ramai di masyarakat. Menurutnya, pemasangan papan itu mampu mengurangi tingkat pembuang sampah di sungai.

Dulunya, pembuang sampah marak. Dengan jenis sampahnya seperti popok/pempers dalam jumlah banyak. Ada pula sampah-sampah jenis bumbu dapur dalam jumlah besar. Hal itu membuat resah warga. Makanya, tulisan pada papan yang sangar itu bisa memberikan efek yang bagus bagi mereka yang membuang sampah sembarangan.

Dia mendapat ide kalimat pembuang sampah boleh dihakimi dari salah satu kota di Jawa Timur. Hal itu diterapkannya di desa.

“Terbukti ampuh. Sampah jadi berkurang. Tidak sebanyak dulu. Sekarang paling sampah plastik kecil,” ucapnya.

Sebelum memasang papan itu, Dinas PKPLH (Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup) sudah memberikan tanda peringatan dilarang buang sampah. Tapi tidak mampu mengubah kondisi dan tetap saja ada yang melakukan. Pembuang sampah tetap belum sadar.

Begitu, dipasang papan peringatan bernada sangar, pembuang sampah jadi berkurang. Papan itu dipasang di tiga sudut kampung yang berbeda. “Efeknya mengena. Warga jadi nyaman,” ucapnya.

Terkait ramainya pihak yang mempermasalahkan, hari ini akhirnya papan peringatan itu dicabut. Pihaknya melakukan hal itu setelah adanya koordinasi dari Polsek Gebog. “Tadi Pak Kapolsek sudah meminta kami untuk mencopotnya,” tandasnya.

Usai dicopot, pihaknya akan memasang papan peringatan pembuang sampah dengan nada tulisan yang lebih humanis namun tetap mengena.

“Mungkin minggu ini, papan peringatan akan selesai dan bisa langsung dipasang,” pungkasnya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN