Metrobatam, Jakarta – Buni Yani mengaku akan kooperatif menjalani eksekusinya pada Jumat (1/2). Buni Yani akan mengikuti proses hukum yang sudah ditetapkan.

“Saya akan kooperatif. Seperti yang tadi dibilang, sebagai warga negara yang baik, insyaallah kita akan mengikutinya. Kita ini orang berpendidikan semua,” ujar Buni Yani di kantor pengacara Aldwin Rahadian, Jati Padang, Jakarta Selatan, Rabu (30/1).

Eksekusi Buni Yani diputuskan setelah penolakan kasasi yang diketuk pada 22 November 2018. Buni Yani menyebut kasusnya telah inkrah.

Dalam hal ini, dia juga meminta kejaksaan tidak tergesa-gesa melakukan penahanan sebelum ada fatwa yang jelas dari MA.

“Sebaiknya jaksa tetap mempertahankan nama baik kejaksaan sebagai lembaga yang beradab, berpegang pada prinsip-prinsip. Kalau di sini belum jelas, dia ngarang-ngarang sendiri melakukan eksekusi badan, itu juga nggak bisa. Jadi tidak boleh memaksakan kehendak,” tuturnya.

Sama halnya dengan Buni Yani, pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadian, mengatakan putusan MA tidak jelas sehingga menjadi kontroversi. Dia berharap terdapat kejelasan soal putusan tersebut.

“Itu putusannya kontroversi, sehingga dieksekusi ini putusannya kabur gitu. Itu yang ingin saya sampaikan. Mudah-mudahan Kejaksaan tidak grasak-grusuk (terburu-buru),” kata Aldwin.

“Nggak pernah dia (Buni Yani) mengelak, tidak mengikuti persidangan, tidak pernah. Kita melawan juga melalui jalur hukum. Menolak ini juga melalui banding, ikut kasasi. Jangan sampai upaya lain yang terlalu dipaksakan, apalagi soal begini kan soal kejelasan,” sambungnya.

Sebelumnya, Buni Yani meminta eksekusinya oleh Kejari Depok ditangguhkan. Buni Yani berencana mengajukan fatwa ke Mahkamah Agung (MA) atas putusan kasasi.

“Tadi ada dua keputusannya. Satu, MA menolak kasasi dari JPU maupun dari saya, dan kedua membayar (biaya) perkara. Kan sebetulnya bunyi dari putusan ini soal penahanan badan saya masuk penjara nggak ada. Nggak ada dasarnya (eksekusi). Sebab itu, kita mintakan fatwa ke MA lagi,” kata dia.

Sementara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku akan terus memberikan dukungan moral pada Buni Yani.

“Insyaallah kami dari Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi akan memberikan dukungan moral pada mas Buni Yani agar tetap tabah dan semangat menjalani hukumannya. BPN Prabowo-Sandio akan mendoakan dan memberikan dukungan,” ujar Juru bicara BPN Andre Rosiade saat dihubungi detikcom, Rabu (30/1).

Andre mengatakan Buni Yani telah berupaya untuk memperjuangkan haknya melalui kasasi. Namun, Andre mengatakan putusan yang diberikan Mahkamah Agung (MA) harus dihormati.

“Tentu kita harus menghormati bahwa mas Buni Yani sudah melakukan perjuangan semaksimal mungkin untuk memperjuangkan, tapi ternyata putusan berkata lain. Untuk itu kami menghormati keputusan kasasi dari MA, dimana Indonesia itu negara hukum kasasinya harus kita hormati,” tuturnya.

Jangan Cengeng

Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Aria Bima meminta terpidana kasus ujaran kebencian Buni Yani tidak mendramatisasi keadaan. Aria meminta Buni Yani untuk menjalani proses hukum seperti terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Ya sudahlah Buni Yani, wong akibatnya Buni Yani, Ahok juga sudah berani. Yang jantan saja, enggak usah terlalu cengeng,” kata Aria di Kantor KPU, Jakarta, Rabu (30/1).

Aria mengingatkan Buni Yani bahwa Ahok sudah menjalani proses hukum dan menjalani vonis dua tahun penjara tanpa berteriak soal kriminalisasi.

Dia juga meminta Buni Yani dan aktivis-aktivis yang berseberangan dengan Jokowi berhenti memainkan drama. Ia meminta tak usah lagi menuding seolah-olah rezim Jokowi melakukan kriminalisasi.

Aria menjamin pemerintahan Jokowi taat hukum. Jokowi dipastikan tak akan menggunakan kekuasaannya untuk menjebloskan atau menyelamatkan siapapun dari jerat hukum.

“Sekarang ini mana sih yang tidak transparan proses pengadilan? Proses penyidikan? Semua diikuti media. Kalau ada kesewenang-wenangan dari kekuasaan termasuk Pak Jokowi juga akan diadili media,” tegas Aria.

Sebelumnya, Buni Yani dikabarkan akan ditahan pada 1 Februari 2019 oleh Kejaksaan Negeri Depok. Buni divonis 18 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung karena terbukti melanggar Pasal 32 ayat Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Ia divonis bersalah karena menyunting dan menyebarkan video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat menyinggung Al-Maidah ayat 51.

Video itu pun menyeret Ahok ke proses hukum. Ahok divonis dua tahun penjara karena dianggap menodai agama. Ia telah bebas pada 24 Januari 2019. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wabup Lingga Buka Secara Resmi Musrenbang Kecamatan Katang Bidare

Metrobatam.com, Lingga - Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga menggelar musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) di gedung pusat oleh - oleh Desa Benan, Jumat (15/2/2019). Berkesempatan hadir...

Polres Tanjungpinang Tangkap Pelaku Setubuhi Anak Bawah Umur

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Satuan Reserse Kriminal Polres Tanjungpinang berhasil mengamankan dua orang tersangka berinisial H (41) dan M (19) yang melakukan Tindak Pidana Persetubuhan anak dibawah...

2 Pelaku Judi Sie Jie di Kijang Kota Diciduk Polisi

Metrobatam.com, Bintan - Kepolisian Resor Bintan  melalui Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Yudha Suryawardana, S.IP, M.Si  gelar press release terkait pengungkap kasus perjudian yang terjadi di...

Dialog dengan BP Batam, Pelaku Usaha Keluhkan Izin Ekspor dan Sertifikasi SNI

Metrobatam.com, Batam - Badan Pengusahaan Batam melaksanakan dialog dengan para pelaku usaha, Jumat (15/2/2019) siang, di ruang Balairung Sari lantai 3 gedung Bida Utama...

Polda Kepri Tangkap Pengendali Kurir Sabu Antar Provinsi dan Amankan Sabu 2.021 Gram

Metrobatam.com, Batam - Polisi daerah (Polda) Kepri laksanakan Konferensi Pers pengungkapan Tindak Pidana Narkotika jenis Sabu seberat 2.021 gram oleh Kabidhumas Polda Kepri, Kombes...

Sigap, Polsek Tanjungpinang Timur Langsung Bersihkan Pasir di Simpang Batu 8

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebagai bentuk resposif dalam menanggapi keluhan masyarakat Polsek Tanjungpinang Timur membersihkan pasir yang ada di Persimpangan Jalan Raja Haji Fisabilillah, Jumat(15/2)...

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 293 Gram Sabu

Metrobatam.com, Batam - Ditresnarkoba Polda Kepri melaksanakan kegiatan Pemusnahan Barang Bukti Narkotika, Jumat (15/2/2019). Adapun barang bukti yang dimusnahkan yaitu 4 kapsul berisikan sabu...

Polda Kepri Teken MoU Bersama Non dan Lembaga Pemerintah

Metrobatam.com, Batam - Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Kepolisian Daerah Kepulauan Riau dengan Lembaga Pemerintah dan Non Lembaga Pemerintah, Kamis (14 /2/2019) di Hotel Best...

Haedar Nashir: Ambisi Politik Lunturkan Keadaban Bangsa

Metrobatam, Bengkulu - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan belakangan ini keluhuran adab bangsa dilunturkan dengan ambisi politik. Padahal, kata dia,...

Klarifikasi Lengkap Bukalapak dan Achmad Zaky

Metrobatam, Jakarta - Bukalapak dan Achmad Zaky, selaku CEO dan founder e-commerce itu, memberikan klarifikasi resmi terkait keriuhan akibat kata-kata "presiden baru" pada sebuah...

Di Tanwir Muhammadiyah, Jokowi Singgung Jan Ethes hingga PKI

Metrobatam, Bengkulu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memukul beduk sebagai tanda resmi membuka Tanwir Muhammadiyah, Jumat (15/2). Dalam kesempatan itu, Jokowi mengungkapkan 'kedekatannya' dengan...

Pekik ‘Prabowo Presiden’ Terdengar di Masjid Kauman Semarang

Metrobatam, Semarang - Teriakan "Prabowo presiden" sempat terdengar beberapa kali dari dalam Masjid Kauman Semarang, Jumat (15/2), usai calon presiden Prabowo Subianto menunaikan ibadah...