Buni Yani Divonis 1,5 Tahun Bui, Rasa Keadilan Terusik

    Metrobatam, Bandung – Majelis hakim menyatakan Buni Yani terbukti bersalah melakukan tindak pidana terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Buni divonis hukuman pidana penjara satu tahun enam bulan.

    “Menyatakan terdakwa Buni Yani terbukti secara sah bersalah melakukan mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik milik orang lain atau milik publik,” ucap ketua majelis hakim M Sapto dalam sidang di gedung Arsip, Jalan Seram, Bandung, Jawa Barat, Selasa (14/11).

    “Menjatuhkan pidana terhadap Buni Yani pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan,” imbuh hakim.

    Meski begitu, hakim tidak memerintahkan penahanan Buni Yani. Sebuah putusan yang tidak disertai perintah penahanan ini diatur dalam Pasal 193 KUHAP.

    Hakim menilai Buni terbukti melawan hukum dengan mengunggah video di akun Facebook-nya tanpa izin Diskominfomas Pemprov DKI. Posting-an itu berupa potongan video pidato Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada 27 September 2016, yang diunggah di akun YouTube Pemprov DKI Jakarta.

    “Terdakwa sudah menonton sebanyak 5-6 kali tetapi tidak berupaya untuk mencari sumber kebenaran yang tertuang dalam video tersebut. Namun terdakwa tidak mengurungkan niatnya untuk mengunggah video tersebut di akun Facebook-nya. Bahwa dengan demikian, unsur dengan sengaja telah terpenuhi,” ucap hakim.

    Hakim juga menilai Buni terbukti mengubah durasi video. Video asli berdurasi 1 jam 48 menit 33 detik, sedangkan video yang diunggah Buni di akun Facebook-nya hanya 30 detik.

    “Bahwa unsur mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan telah terpenuhi,” ucap hakim.

    Sebelumnya, Buni dituntut dengan pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 3 bulan kurungan. Jaksa menilai Buni Yani terbukti bersalah atas kasus dugaan pelanggaran UU ITE.

    Tuntutan itu dibacakan pada 3 Oktober 2017. Jaksa meminta majelis hakim menyatakan Buni Yani terbukti secara sah melakukan tindak pidana ITE. Ia menilai Buni Yani melakukan dengan sengaja dan tanpa hak menambah serta mengurangi informasi elektronik dan dokumen elektronik milik publik atau pribadi. Jaksa menuntut Buni Yani dengan dakwaan Pasal 32 ayat 1 UU ITE.

    Dalam perkara ini, Buni Yani didakwa mengubah video pidato Ahok di Kepulauan Seribu dengan menghapus kata ‘pakai’. Selain itu, Buni Yani didakwa menyebarkan informasi yang menimbulkan kebencian terhadap masyarakat berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Hal ini berkaitan dengan posting-an Buni Yani di Facebook.

    Rasa Keadilan Terusik

    Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hendrawan Supratikno menghargai putusan Majelis Hakim Bandung yang memvonis Buni Yani dengan hukuman satu tahun enam bulan.

    “Kita hargai putusan tersebut, meski kita juga memahami bila ada rasa keadilan yang terusik,” ujar Hendrawan saat dihubungi wartawan, Selasa (14/11).

    Menurut Hendrawan, putusan itu mengesankan untuk pemanipulasi dan perekayasa, penyebar ujaran kebencian serta pemicu kebangkitan politik suku, agama, ras dan antargolongan (SARA), hanya diberi hukuman ringan.

    “Sementara yang terbukti telah bekerja keras, menjadi korban kepicikan Sengkuni, justru lebih berdosa dan menderita,” ujarnya tanpa merinci siapa yang dimaksud.

    Meski demikian, Hendrawan mengimbau kepada semua pihak, termasuk mereka yang kontra untuk menerima putusan hakim tersebut. Putusan itu, kata dia, dapat dijadikan sebagai pelajaran kolektif bahwa keadilan masih belum menjiwai sistem peradilan di Indonesia.

    “Kalau diteruskan kasusnya akan menimbulkan kegaduhan, yang dikhawatirkan hanya melayani dahaga politik mereka yang berjualan isu SARA,” kata Hendrawan. (mb/detik)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Terungkap! Ini WA Steffy Burase ke Istri Pertama Irwandi Soal Nikah

    Metrobatam, Jakarta - Dalam persidangan, KPK menyebut Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf telah menikah dengan Fenny Steffy Burase. Steffy merupakan staf khusus yang mengurusi...

    Ini Mobil Pikap Esemka yang Katanya Juga Mirip Mobil China

    Metrobatam, Jakarta - Esemka tidak hanya akan meluncurkan satu jenis mobil di Indonesia. Menurut daftar Uji Tipe, ada delapan mobil Esemka yang siap masuk...

    DPR Minta Polisi Transparan Ungkap Peluru Nyasar

    Metrobatam, Jakarta - Anggota DPR Fraksi PAN Totok Daryanto meminta kepolisian transparan dalam pengungkapan peluru nyasar yang bersarang di ruang kerjanya di lantai 20,...

    Soal Ugal-ugalan, Tim Jokowi Ungkit Prabowo Bela Hoaks Ratna

    Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto menganggap santai tudingan Prabowo yang mengatakan pemerintahan Jokowi ugal-ugalan mengelola negara. Menurut...

    Jokowi-Amin Dilaporkan, Ini Aturan KPU Soal Videotron Dalam Kampanye

    Metrobatam, Jakarta - KPU mengatur penggunaan videotron untuk kampanye dalam peraturan KPU. Terdapat beberapa aturan penggunaan videotron yang harus diperhatikan. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01...

    KPK Ungkap Irwandi Yusuf Sudah Menikah dengan Steffy Burase

    Metrobatam, Jakarta - KPK mengungkap hubungan pernikahan siri antara Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf dengan Fenny Steffy Burase. Mereka menikah siri pada 8 Desember...

    Polisi Periksa Temuan Peluru Baru di Ruang Anggota DPR

    Metrobatam, Jakarta - Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu memeriksa temuan dua proyektil yang kembali ditemukan di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta. Temuan...

    Anies Akui Rumah DP 0 Rupiah Bukan buat Warga Berpenghasilan Kecil

    Metrobatam, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui program rumah DP 0 (nol) rupiah bertajuk Samawa tidak ditujukan bagi warga Jakarta berpenghasilan rendah....

    Tim Prabowo Sebut Jokowi Penampilan Merakyat, Kebijakan Tidak

    Metrobatam, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menyebut Presiden Joko Widodo sebagai pengkhianat rakyat lantaran kerap menerbitkan...

    Silvia, Gadis Lamongan yang Putus Sekolah karena Berbobot 197 Kg

    Metrobatam, Lamongan - Seorang gadis di Lamongan terpaksa putus sekolah bukan karena keluarga tak mampu membiayainya. Ia enggan menuntut ilmu karena malu dengan berat...

    Kunjungan Putin ke Indonesia Diundur, Tak Jadi Tahun Ini

    Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva, mengatakan kunjungan Presiden Vladimir Putin ke Jakarta tak akan berlangsung tahun ini. "Saya khawatir...

    Akhirnya Pembakar Hutan Cabut Gugatan Rp 510 M ke Profesor IPB!

    Metrobatam, Cibinong - Sidang perdana gugatan PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) terhadap Guru Besar IPB, Profesor Dr Bambang Hero Saharjo digelar di PN Cibinong....
    SHARE