Bupati Menolak Beroperasinya PT KJJ

Metrobatam.com, Anambas – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH menolak  beroperasinya PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ), menyusul Jemaja hendak dijadikan daerah pariwisata.

“Saya secara pribadi menolak masuknya PT KJJ di Jemaja, namun secara Administrasi itu ada mekanismenya kita akan rapatkan terlebih dahulu,” kata Haris saat silaturahmi dengan masyarakat dari empat desa di aula kantor bupati, Senin (2/5).

Haris mengaku sudah menandatangani banyak hal dalam janji politiknya, dengan masyarakat dalam menyelamatkan hutan Jemaja.  Bahkan orang yang berada di sini juga ada yang mendesak untuk menyelamatkan hutan.

“investasi itu sangat penting namun terjalin dengan baik dan nyaman bukan malah merusak tali silahturrahmi dan perpecahan,” jelasnya.

Haris juga mengungkapkan alasan lain  penolakannya adalah Jemaja adalah daerah pariwisata, selain itu yang paling ditakutkannya adalah hutan sebagai penyangga air baik itu untuk air terjun maupun sumber air minum mesti di jaga jangan sampai Rusak.

“Pihaknya akan berupaya menciptakan peluang kerja masyarakat ke depannya,” ucapnya menjawab pertanyaan sejumlah masyarakat.

Terpisah sejumlah warga dari  empat desa mendesak beroperasinya PT KJJ, sejumlah masyarakat sendiri didampingi oleh salah seorang tokoh Jemaja,  Amir Fikri. Ia dengan  tegas  meminta kepada Bupati KKA  agar pembibitan PT KJJ kembali dilaksanakan, apalagi sudah 400 orang  berkerja di pembibitan karet PT KJJ.

“Sebanyak 400 orang sudah berkerja di pembibitan karet sekarang terhenti akibat pembibitan yang dihentikan oleh Bupati KKA,” jelasnya.

Bahkan saat itu Amin juga siap bersama melaksanakan surat-surat izin milik PT KJJ. Pada kesempatan itu juga Amir menjelaskan,  sedikit kronologis surat izin PT KJJ yang sudah ditanda tangani Bupati KKA sebelumnya Drs T Mukhtaruddin.

“Secara pribadi memang bupati menolak namun administrasi kan belum tentu menolak karena masih ada mekanismenya,” jelasnya.

Muharani dari Desa Hulu Maras mengatakan,  bahwa dengan tidak beroperasinya PT KJJ ini menyebabkan mereka kehilangan perkerjaan, apalag saat ini menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita berharap bupati bisa melanjutkan perkerjaan tersebut sampai dengan lebaran nanti, karena saat ini memang sedang susah.”Jelasnya.

Asfar dari Desa Kauala Maras juga sangat juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua LAM itu dengan tegas mengatakan dari sejarahnya memang Jemaja banyak ditanami karet bahkan dibangun tempat pengasapan.

Hal yang sama juga dilontarkan Masuri dari Desa Bukit Padi yang cukup kasihan masyarakat yang terpaksa berhenti berkerja akibat pembibitan karet yang dihentikan oleh Bupati KKA saat meninjau langsung lokasi PT KJJ.

“Sebagai tokoh masyarakat banyak warga yang datang bertemu mengeluhkan kenapa PT KJJ berhenti,” ungkapnya.

Hal senada juga disampakan Muhamad Sai dari Desa Genting Pulur yang mengeluhkan 60 orang warganya tidak berkerja lagi akibat dihentikannya pembibitan PT KJJ, dan saat ini masyarakat itu mengeluh.

“Pembibitan karet ini harapan masyarakat setelah ikan hidup juga tidak lancar,” ungkapnya.

Apriagun mewakili Ormas di Jemaja Timur juga mengusulkan meminta kepada Bupati KKAuntuk segera menindaklanjuti mengenai layak atau tidak layaknya keberadaan PT. KJJ di Pulau Jemaja itu. Ini disampaikannya, menyusul ada pro dan kontra yang dikhawatirkan bisa melebar hingga berujung pada kontak fisik. dan akhirnya akan merugikan masyarakat.

“Dengan adanya pro dan kontra yang meresahkan masyarakat kami. Bisa dikatakan perang moral, untuk tidak dampaknya melebar agar perang fisik. Oleh karena itu, kami meminta kepada Pak Bupati untuk segera menindaklanjuti layak atau tidaknya PT. KJJ beroperasi di Jemaja Timur. Kami pun meminta kepada Pak Bupati untuk lebih mengutamakan kepentingan umum, dan tidak mementingkan ego sejumlah golongan. Seandainya kehadiran PT. KJJ  dinilai tidak layak, maka konsekuensinya kami mohon agar bisa memberi kami lapangan pekerjaan,”ucapnya.

Fhadil Hasil Tokoh Masyarakat Anambas dengan tegas menolak kehadiaran PT KJJ bahkan pria yang juga praktisi hukum itu menilai kehadiran PT KJJ banyak mudaratnya dari pada Manfaatnya. Karena apabila hutan tersebut ditebang dan diganti dan diganti dengan tanaman karet otomatis akan terjadi perubahan ekosistem.”Dampak lingkungannya akan sangat luas apakah sudah ada izin dampak lingkungannya, apakah lebih besar manfaatnya dari pada mudaratnya,” ungkapnya.

Kuncinya kata Fhadil itu ada dipemeintah daerah, karena kalau diizinkan semua ada dampak luar biasa bagi anambas terutama pada lingkungan sekitar. Pemda harus konsisten menolak olah fungsi hutan karena banyak  hal yang mesti dikaji ulang.

“Dari pihak PT KJJ  kalau merasa sudah benar, semua prosedur sudah ditempuh dan dirugikan  silahkan menempuh jalur hukum,” pungkasnya.(Mb/HK)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tommy Tuding KKN Makin Parah, PKB: Penegakan Hukum Kini Lebih Baik

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Berkarya Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) menuding praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) makin parah. PKB menyebut penegakan...

Sebut AHY Anak Kecil, Prabowo Tegur Arief Poyuono

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyesalkan pernyataan Wakil Ketua umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang meremehkan kualitas seorang Agus Harimurti...

Jaksa KPK Ajukan Banding atas Vonis Dokter Bimanesh

Metrobatam, Jakarta - Jaksa KPK mengajukan banding atas vonis dokter Bimanesh Sutarjo. Bimanesh Sutarjo sebelumnya divonis 3 tahun penjara. "Hari ini, kami menyatakan banding," ucap...

12 Poin Temuan Ombudsman soal Kesiapan Asian Games 2018

Metrobatam, Jakarta - Ombudsman mengumumkan hasil survei kesiapan penyelenggaraan Asian Games 2018. Ada 12 poin yang perlu dikebut untuk diperbaiki. Ombudsmen melakukan survei H-40 dari...

Balas Dendam, Pedagang Mi Ayam Hujani Ujang Putih dengan 11 Tusukan

Metrobatam, Lubuk Linggau - Lantaran dendam, seorang pedagang mi ayam bernama Jemedi (25), warga Kota Lubuklinggau menghujani Putonaki alias Ujang Putih dengan 11 tusukan...

BMKG Prediksi Gelombang Hingga 6 Meter Bakal Sambangi Pantai di Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Potensi gelombang tinggi beberapa hari ke depan menimbulkan risiko di perairan selatan Indonesia. Gelombang tertinggi di sejumlah wilayah selatan ini diperkirakan...

Dana Otsus Rp56 Triliun Lebih, Kemiskinan di Aceh Justru Meningkat

Metrobatam, Banda Aceh – Provinsi Aceh tercatat menerima Rp56,67 triliun dana otonomi khusus dari pemerintah pusat sejak 2008 hingga 2018. Ironinya, uang sebanyak itu...

Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan Rekam Jejaknya Nyata

Metrobatam, Jakarta - Presiden ke-3 RI BJ Habibie bicara soal Pilpres 2019. Dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan mempunyai kerja...

Menanti Langkah Kemenkum HAM Usai Minta Maaf Soal OTT Sukamiskin

Metrobatam, Jakarta - Sel mewah di Lapas Sukamiskin terbongkar. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dijalankan KPK di Lapas Sukamiskin membuka dugaan adanya suap untuk...

Ekonom Senior Bank Dunia Tewas Tenggelam di Pantai Double Six Bali

Metrobatam, Kuta – Ekonom senior Bank Dunia tewas tenggelam di Pantai Doubel Six Bali. Korban diketahui bernama Aakansha Pande(38) yang dinyatakan tewas saat dalam...

19 Pintu Tol Jakarta Ditutup Selama Asian Games 2018

Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 19 pintu tol di DKI Jakarta akan ditutup selama Asian Games 2018 berlangsung. Uji coba penutupan 19 pintu tol itu...

Jokowi: Janurnya Belum Melengkung, Silakan Bersaing Jadi Cawapres 1-2 Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum memutuskan nama cawapresnya di Pilpres 2019. Jokowi memberikan kesempatan bagi kandidat untuk berkompetisi. "Seperti disampaikan Pak...
BAGIKAN