Bupati Menolak Beroperasinya PT KJJ

491

Metrobatam.com, Anambas – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, SH menolak  beroperasinya PT Kartika Jemaja Jaya (KJJ), menyusul Jemaja hendak dijadikan daerah pariwisata.

“Saya secara pribadi menolak masuknya PT KJJ di Jemaja, namun secara Administrasi itu ada mekanismenya kita akan rapatkan terlebih dahulu,” kata Haris saat silaturahmi dengan masyarakat dari empat desa di aula kantor bupati, Senin (2/5).

Haris mengaku sudah menandatangani banyak hal dalam janji politiknya, dengan masyarakat dalam menyelamatkan hutan Jemaja.  Bahkan orang yang berada di sini juga ada yang mendesak untuk menyelamatkan hutan.

“investasi itu sangat penting namun terjalin dengan baik dan nyaman bukan malah merusak tali silahturrahmi dan perpecahan,” jelasnya.

Haris juga mengungkapkan alasan lain  penolakannya adalah Jemaja adalah daerah pariwisata, selain itu yang paling ditakutkannya adalah hutan sebagai penyangga air baik itu untuk air terjun maupun sumber air minum mesti di jaga jangan sampai Rusak.

“Pihaknya akan berupaya menciptakan peluang kerja masyarakat ke depannya,” ucapnya menjawab pertanyaan sejumlah masyarakat.

Terpisah sejumlah warga dari  empat desa mendesak beroperasinya PT KJJ, sejumlah masyarakat sendiri didampingi oleh salah seorang tokoh Jemaja,  Amir Fikri. Ia dengan  tegas  meminta kepada Bupati KKA  agar pembibitan PT KJJ kembali dilaksanakan, apalagi sudah 400 orang  berkerja di pembibitan karet PT KJJ.

“Sebanyak 400 orang sudah berkerja di pembibitan karet sekarang terhenti akibat pembibitan yang dihentikan oleh Bupati KKA,” jelasnya.

Bahkan saat itu Amin juga siap bersama melaksanakan surat-surat izin milik PT KJJ. Pada kesempatan itu juga Amir menjelaskan,  sedikit kronologis surat izin PT KJJ yang sudah ditanda tangani Bupati KKA sebelumnya Drs T Mukhtaruddin.

“Secara pribadi memang bupati menolak namun administrasi kan belum tentu menolak karena masih ada mekanismenya,” jelasnya.

Muharani dari Desa Hulu Maras mengatakan,  bahwa dengan tidak beroperasinya PT KJJ ini menyebabkan mereka kehilangan perkerjaan, apalag saat ini menjelang bulan suci Ramadhan.

“Kita berharap bupati bisa melanjutkan perkerjaan tersebut sampai dengan lebaran nanti, karena saat ini memang sedang susah.”Jelasnya.

Asfar dari Desa Kauala Maras juga sangat juga menyampaikan hal yang sama. Bahkan pria yang juga menjabat sebagai Ketua LAM itu dengan tegas mengatakan dari sejarahnya memang Jemaja banyak ditanami karet bahkan dibangun tempat pengasapan.

Hal yang sama juga dilontarkan Masuri dari Desa Bukit Padi yang cukup kasihan masyarakat yang terpaksa berhenti berkerja akibat pembibitan karet yang dihentikan oleh Bupati KKA saat meninjau langsung lokasi PT KJJ.

“Sebagai tokoh masyarakat banyak warga yang datang bertemu mengeluhkan kenapa PT KJJ berhenti,” ungkapnya.

Hal senada juga disampakan Muhamad Sai dari Desa Genting Pulur yang mengeluhkan 60 orang warganya tidak berkerja lagi akibat dihentikannya pembibitan PT KJJ, dan saat ini masyarakat itu mengeluh.

“Pembibitan karet ini harapan masyarakat setelah ikan hidup juga tidak lancar,” ungkapnya.

Apriagun mewakili Ormas di Jemaja Timur juga mengusulkan meminta kepada Bupati KKAuntuk segera menindaklanjuti mengenai layak atau tidak layaknya keberadaan PT. KJJ di Pulau Jemaja itu. Ini disampaikannya, menyusul ada pro dan kontra yang dikhawatirkan bisa melebar hingga berujung pada kontak fisik. dan akhirnya akan merugikan masyarakat.

“Dengan adanya pro dan kontra yang meresahkan masyarakat kami. Bisa dikatakan perang moral, untuk tidak dampaknya melebar agar perang fisik. Oleh karena itu, kami meminta kepada Pak Bupati untuk segera menindaklanjuti layak atau tidaknya PT. KJJ beroperasi di Jemaja Timur. Kami pun meminta kepada Pak Bupati untuk lebih mengutamakan kepentingan umum, dan tidak mementingkan ego sejumlah golongan. Seandainya kehadiran PT. KJJ  dinilai tidak layak, maka konsekuensinya kami mohon agar bisa memberi kami lapangan pekerjaan,”ucapnya.

Fhadil Hasil Tokoh Masyarakat Anambas dengan tegas menolak kehadiaran PT KJJ bahkan pria yang juga praktisi hukum itu menilai kehadiran PT KJJ banyak mudaratnya dari pada Manfaatnya. Karena apabila hutan tersebut ditebang dan diganti dan diganti dengan tanaman karet otomatis akan terjadi perubahan ekosistem.”Dampak lingkungannya akan sangat luas apakah sudah ada izin dampak lingkungannya, apakah lebih besar manfaatnya dari pada mudaratnya,” ungkapnya.

Kuncinya kata Fhadil itu ada dipemeintah daerah, karena kalau diizinkan semua ada dampak luar biasa bagi anambas terutama pada lingkungan sekitar. Pemda harus konsisten menolak olah fungsi hutan karena banyak  hal yang mesti dikaji ulang.

“Dari pihak PT KJJ  kalau merasa sudah benar, semua prosedur sudah ditempuh dan dirugikan  silahkan menempuh jalur hukum,” pungkasnya.(Mb/HK)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Raih Juara III Terbaik Tingkat Nasional

Metrobatam.com, Bintan - Desa Toapaya Selatan dan Kelurahan Toapaya Asri Kabupaten Bintan berhasil meraih Juara III Lomba Desa Tingkat Nasional Regional Wilayah 1 Sumatera...

Pensiunan PNS Dapat THR Tahun Depan

Metrobatam.com, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, gaji pokok untuk pegawai negeri sipil ( PNS) tidak mengalami kenaikan pada tahun 2018. Namun demikian,...

Anak-anak Gaza Ucapkan Selamat Hari Kemerdekaan Indonesia 2017

Metrobatam.com, Palestina - Genap 72 tahun Indonesia menikmati manisnya kemerdekaan. Genap 72 tahun yang lalu pula ucapan 'Selamat Kemerdekaan' datang dari Mufti Besar Palestina,...

Upacara Peringatan HUT RI ke 72 Polda Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirgahayu Republik Indonesia. Hari ini tepat pada tanggal 17 Agustus 2017 adalah hari  Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 72 tahun. Seluruh...

Panguyuban Punggowo akan Gelar Silaturahmi Bersama Warga Jawa di Dataran Engku Putri

Metrobatam.com, Batam - Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) berencana akan menggelar Halal Bihalal bersama warga Jawa yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/8)...

Perusahaan Asal Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Fagioli Indonesia Corp, perusahaan asal Singapura berinvestasi sebesar Rp50 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan memanfaatkan...

25 Orang Atlet Olahraga Air Lantamal IV Dilepas Danlantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R. Eko Suyatno melepas 25 orang Atlet kontingen Olahraga Air yang terdiri...

Pemkab Bintan Anugerahi Satyalancana Karya Satya Kepada ASN

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menganugrahi Satyalencana Karya Satya X tahun kepada 281 orang, Satyalencana Karya Satya XX tahun berjumlah 98 orang, dan...

Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan, keputusan pemerintah untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi tidak pernah berubah. Jokowi bahkan menegaskan, pemerintahannya akan terus mendukung...

Berhasil Ledakkan Bom Kimia di Istana Negara, Teroris Bandung akan ‘Jihad’ ke Marawi

Metrobatam, Bandung - Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Bandung, Jawa Barat, kemarin. Mereka diduga ingin berangkat ke Marawi, Filipina untuk...

Pejabat Kemendes Saweran Duit Suap ke Auditor BPK, Ini Rinciannya

Metrobatam, Jakarta - Duit suap yang diberikan Irjen Kementerian Desa PDTT Sugito ke auditor BPK Rochmadi Saptogiri disebut jaksa pada KPK berasal dari saweran...

Ayah Menangis Histeris Gendong Anaknya yang Tewas, Warga Malah Cuek Menonton

Metrobatam, Batam - Sangat mengherankan fenomena sosial yang terjadi di sebuah ruas jalan di Kota Batam ini. Belum lama ini beredar sebuah video yang...