Buya Syafi’i: ISIS Rongsokan Peradaban Arab

1611

Metrobatam, Jakarta – ISIS merupakan rongsokan peradaban Arab yang kalah. Pernyataan itu disampaikan mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafi’i Maarif kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan internal di Istana Merdeka, Senin (17/7).

Meski produk rongsok, Buya mengingatkan bahwa ISIS kini menjadi salah satu kekuatan ideologi yang masuk ke Indonesia dan negara lain. Ada sebagian umat Islam yang bahkan menganggap ISIS mewakili Islam.

“Presiden agak kaget tadi, rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya,” ujar Buya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/7).

ISIS pertama kali dideklarasikan di wilayah kota Mosul, Irak, Juni 2014 silam. Pengaruh ISIS perlahan meluas hingga mampu menguasai sebagian wilayah di Suriah dan Irak. Kini, di kawasan Timur Tengah, organisasi bentukan Abu Bakr al-Bahgdadi ini dalam posisi terdesak.

Aktivitasnya terindikasi bergeser ke Asia Tenggara. Teranyar, sel-sel ISIS diketahui berkembang di Marawi, Filipina, yang memicu pemerintahan Presiden Duterte menggelar operasi militer di wilayah tersebut. Keberadaan ISIS di Filipina dikhawatirkan bakal menjalar ke Indonesia.

Menurut Buya, berkembangnya ISIS dan gerakan teror lain dipengaruhi ketimpangan sosial.

Ia menjelaskan, ketimpangan sosial di negara mana pun akan seperti jalan berumput kering yang sangat rentan gesekan sehingga terbakar. Dalam kehidupan nyata, gesekan nantinya memicu berbagai macam permasalahan seperti agama.

Lebih lanjut, Buya mengatakan bahwa saat ini masih ada pihak di Indonesia yang menganggap ISIS mewakili Islam. “Itu tadi rongsokan peradaban Arab yang sedang jatuh, dibeli di Indonesia,” tuturnya.

Hal itu, kata Buya, tak boleh dibiarkan demi kesatuan dan keamanana bangsa. Buya berharap sekelompok muslim Indonesia sadar sehingga Indonesia nantinya tak seperti Arab yang sekarang kewalahan mengatasi ISIS.

Bahas Ketimpangan Ekonomi

Pria yang akrab disapa Buya Syafii ini mengatakan, persoalan pertama yang dibahas yakni soal ketimpangan ekonomi. Dia meminta pemerintah harus lebih bekerja menangani persoalan ini.

“Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat, pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita,” kata Buya Syafii kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7).

Dia mengatakan, saat ini Presiden Jokowi sudah banyak mencabut izin tanah yang dimiliki oleh konglomerat. Selanjutnya, pemerintah harus lebih banyak melibatkan UKM.

“Tanah yang dimiliki konglomerat sudah banyak yang dicabut, Alhamdulillah. Kita kan orang enggak tahu, ini UKM harus diberdayakan. Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul,” jelasnya.

Buya Syaffi juga mengatakan, para konglomerat di negara ini juga harus turun tangan menyikapi kondisi bangsa saat ini.

“Saya punya ide begini. Di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan, sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua,” katanya.

Dikatakan Buya Syafii, Presiden Jokowi juga memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya mengenai hal yang dia sampaikan itu. “Ini cocok omongnya. Ini kan sisa masa lampau semua. Sejak zaman Soeharto dulu. Jadi ada dua kekuatan, yang pertama ketimpangan ini. Seperti jalan rumput kering yang rentan sekali dan bisa memicu macam-macam, pakai agama segala macam itu,” katanya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
BAGIKAN