Buya Syafi’i: ISIS Rongsokan Peradaban Arab

1621

Metrobatam, Jakarta – ISIS merupakan rongsokan peradaban Arab yang kalah. Pernyataan itu disampaikan mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Buya Syafi’i Maarif kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan internal di Istana Merdeka, Senin (17/7).

Meski produk rongsok, Buya mengingatkan bahwa ISIS kini menjadi salah satu kekuatan ideologi yang masuk ke Indonesia dan negara lain. Ada sebagian umat Islam yang bahkan menganggap ISIS mewakili Islam.

“Presiden agak kaget tadi, rongsokan peradaban Arab yang kalah. ISIS puncaknya,” ujar Buya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (17/7).

ISIS pertama kali dideklarasikan di wilayah kota Mosul, Irak, Juni 2014 silam. Pengaruh ISIS perlahan meluas hingga mampu menguasai sebagian wilayah di Suriah dan Irak. Kini, di kawasan Timur Tengah, organisasi bentukan Abu Bakr al-Bahgdadi ini dalam posisi terdesak.

Aktivitasnya terindikasi bergeser ke Asia Tenggara. Teranyar, sel-sel ISIS diketahui berkembang di Marawi, Filipina, yang memicu pemerintahan Presiden Duterte menggelar operasi militer di wilayah tersebut. Keberadaan ISIS di Filipina dikhawatirkan bakal menjalar ke Indonesia.

Menurut Buya, berkembangnya ISIS dan gerakan teror lain dipengaruhi ketimpangan sosial.

Ia menjelaskan, ketimpangan sosial di negara mana pun akan seperti jalan berumput kering yang sangat rentan gesekan sehingga terbakar. Dalam kehidupan nyata, gesekan nantinya memicu berbagai macam permasalahan seperti agama.

Lebih lanjut, Buya mengatakan bahwa saat ini masih ada pihak di Indonesia yang menganggap ISIS mewakili Islam. “Itu tadi rongsokan peradaban Arab yang sedang jatuh, dibeli di Indonesia,” tuturnya.

Hal itu, kata Buya, tak boleh dibiarkan demi kesatuan dan keamanana bangsa. Buya berharap sekelompok muslim Indonesia sadar sehingga Indonesia nantinya tak seperti Arab yang sekarang kewalahan mengatasi ISIS.

Bahas Ketimpangan Ekonomi

Pria yang akrab disapa Buya Syafii ini mengatakan, persoalan pertama yang dibahas yakni soal ketimpangan ekonomi. Dia meminta pemerintah harus lebih bekerja menangani persoalan ini.

“Persoalan pertama adalah ketimpangan ekonomi. Ini perlu cepat, pemerintah sudah bekerja tapi harus dipercepat. Sebab kalau tidak, ini timbul lagi nanti prahara sosial, Mei 1998. Itu kan hancur kita,” kata Buya Syafii kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7).

Dia mengatakan, saat ini Presiden Jokowi sudah banyak mencabut izin tanah yang dimiliki oleh konglomerat. Selanjutnya, pemerintah harus lebih banyak melibatkan UKM.

“Tanah yang dimiliki konglomerat sudah banyak yang dicabut, Alhamdulillah. Kita kan orang enggak tahu, ini UKM harus diberdayakan. Saya sudah bicara dengan tiga konglomerat kelas hiu enggak saya sebut nama. Saya bilang ini kalau ketimpangan dibiarkan begini, ngamuk rakyat nanti. Mereka paham betul,” jelasnya.

Buya Syaffi juga mengatakan, para konglomerat di negara ini juga harus turun tangan menyikapi kondisi bangsa saat ini.

“Saya punya ide begini. Di tiap kabupaten dan kota, itu ada pengusaha yang punya komitmen kerakyatan, sehingga pertumbuhan yang berkeadilan itu menjadi pedoman kita semua,” katanya.

Dikatakan Buya Syafii, Presiden Jokowi juga memiliki pemikiran yang sama dengan dirinya mengenai hal yang dia sampaikan itu. “Ini cocok omongnya. Ini kan sisa masa lampau semua. Sejak zaman Soeharto dulu. Jadi ada dua kekuatan, yang pertama ketimpangan ini. Seperti jalan rumput kering yang rentan sekali dan bisa memicu macam-macam, pakai agama segala macam itu,” katanya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Belum Ditemukan Dugaan Sabu di Kapal Win Long BH2998

Metrobatam.com, Karimun - Petugas gabungan TNI, Polri dan Bea dan Cukai hingga Sabtu petang belum menemukan narkotika jenis sabu-sabu yang diduga dibawa kapal asing,...

Ketua Korcab IV DJAB Serahkan Bantuan Kepada Yayasan Hang Tuah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua Kordinator Cabang (Korcab) IV Daerah Jalasenastri Armada Barat (DJAB) Ny. Irmelda R. Eko Suyatno selaku Anggota Pengawas Yayasan Hang Tuah...

Pelaku Penggelapan Ditangkap Polsek Batam Kota

Metrobatam.com, Batam - Jajaran Polsek Batam Kota berhasil mengamankan 1 (Satu) Orang Tersangka pelaku Tindak Pidana Penggelapan, Batam (24/02/2018) Tersangka merupakan karyawan toko King Of...

Hanya Tunjukan KTP, Bayi David Alfian dapat Fasilitas Berobat Gratis

Metrobatam.com, Bintan - David Alfian (5 bulan) Warga Kampung Bangun Rejo, Km.18 , Kecamatan Bintan Timur, Kijang. saat pertama kali datang ke RSUD Kabupaten...

Tim Gabungan Polri- Bea Cukai Kembali Tangkap Kapal Diduga Angkut 3 Ton Sabu di...

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkapkan tim gabungan Polri dan Bea-Cukai kembali menangkap kapal laut di perairan Kepulauan Riau (Kepri). Kapal itu...

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...
BAGIKAN