Cari Bangkai Kapal, Polisi Minta Bantuan ABK yang Selamat

234

Metrobatam, Batam – Dodi (28) anak buah kapal (ABK) kapal tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tenggelam di perairan Batam, Rabu 2 November dikawal sejumlah polisi menyisir lokasi kejadian mencari keberadaan bangkai kapal dan 6 Jenazah korban yang belum ditemukan.

“Kami masih memfokuskan pencarian dari mulai laut hingga penyisiran di bibir pantai dengan radius 5 mil. 14 kapal dibantu 2 helikopter, dan 10 ambulans dari tim gabungan terus berupaya mencari para korban yang belum di temukan,” kata Kepala Basarnas Provinsi Kepri Brigjen Hamid, Jumat (4/11).

Ia mengatakan, Dodi memberikan koordinat terakhir di mana tempat kejadian tenggelamnya kapal berjarak 700 meter dari bibir pantai dengan kedalaman 10-15 meter. “Kami masih berupaya mencari bangkai kapal, apakah masih ada juga korban yang terjebak di kapal,” jelasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Guskamla, KPLP ,PMI dan Pemko Batam. Di hari ketiga pencarian korban, tim gabungan bergerak pada pukul 05.35 WIB.

Sampai pukul 13.50 WIB, sudah ditemukan 36 jenazah yang terdiri 31 laki-laki dan 5 perempuan.

“Total keseluruhan sudah 54 jenazah dari pencarian hari pertama. Sampai saat ini kami masih melakukan pengupayaan pencarian,” jelasnya.

Ia mengatakan, tim masih kesulitan melakukan pencarian dikarenakan jumlah korban yang belum pasti. “Kesulitan pasti ada, tapi kami masih terus melakukan penyisiran,” pungkasnya.

Kesaksian ABK
Dalam pengakuannya Dodi mengaku sangat takut dan tidak menyangka insiden tenggelamnya kapal yang membawa TKI itu akan memakan banyak korban jiwa. “Saya takut kemarin, makanya saya berusaha menyelamatkan diri dan langsung kabur,” kata Dodi sambil menangis, Jumat (4/11).

Dodi menjelaskan, kapal sempat menabrak karang saat sudah mendekati Pulau Batam. Sejumlah ABK dan penumpang dewasa turun untuk mendorong kapal agar bisa kembali ke dalam Air. “Airnya surut, saya enggak tahu kapal bocor atau tidak. Yang jelas kami bisa melanjutkan perjalanan,” kata Dodi.

Usai menabrak karang, Dodi meminta kepada Herman sang nahkoda agar segera mencari daratan. Namun nahas, sebelum sampai daratan, kapal terlebih dahulu diserang badai di kedalaman 15 meter.

Saat kapal sudah terbalik, kata Dodi sambil terisak, ia masih sempat melihat nahkodanya, Herman, berusaha berenang dan menyelamatkan diri. Sementara rekan Dodi yang juga jadi ABK Darus tidak terlihat.

“Kejadiannya begitu cepat. Saya tidak tahu kalau Darus masih hidup atau sudah mati. Setahu saya Darus tidak bisa berenang,” katanya.

Dodi berusaha menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian bersama sejumlah TKI. “Saya sampai di Teluk Mata Ikan Nongsa, langsung minta tolong sama nelayan sekitar,” ujarnya.

Kapal yang mengangkut 101 penumpang termasuk TKI, satu nahkoda, dan dua Abk tersebut memiliki panjang 16 meter dengan 4 mesin berkapasitas 800 Pk tanpa dilengkapi dengan global positioning syste (GPS).

“Laporan dari sana, ada 93 TKI, kami tidak hitung lagi saat mereka naik kapal. Kami juga cuma pakai kompas untuk penunjuk arah,” ujarnya.

Pantauan di Posko Evakuasi Jenazah Nongsa Point Marina, sejak hari pertama sampai hari ke tiga sudah 54 Jenazah yang ditemukan dan di bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk di identifikasi.

Sementara, 41 orang yang selamat berabeda di shelter penampungan, dan 6 orang lagi masih diperkirakan hilang. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN