Cerita Awal Sukmi Jadi TKI Lalu Disekap 22 Tahun Tanpa Dibayar

1733

Metrobatam, Lebak – Selama 22 tahun Sukmi binti Sardi Umar menjadi TKI di Arab Saudi. Sukmi yang berasal dari Lebak, Banten itu disekap oleh majikannya di sana dan baru bisa pulang akhir pekan lalu.

Berdasarkan cerita Umsah, orang tua dari Sukmi, anaknya berangkat ke Saudi saat berumur 14 tahun. Keluarga memberikan izin agar Sukmi berangkat menjadi TKI karena keluarga di Kampung Tangkor, Desa Mekar Sari, Kecamatan Maja, hidup serba kekurangan.

“Umur 14 tahun alit keneh dibarangkatken ka Saudi, ari disuruh na mah kuabdi narima, ari hayang papake mah ka saudi lah (umur 14 tahun masih kecil diberangkatkan ke Saudi, kalau disuruhnya sama saya nerima saja, kalau ingin punya apa-apa ke Saudi saja lah),” kata Umsah saat bercerita kepada detikcom di kediamannya, Lebak, Banten, Senin (17/7).

Saat itu Sukmi sebetulnya sempat menolak untuk pergi ke Saudi. Alasannya, ia merasa masih kecil karena baru berumur 14 tahun dan hanya keluaran dari SD kelas 4.

“Ja eneng mah alim keneh, alit keneh (Eneng masih belum mau, masih kecil),” kata Umsah menirukan perkataan Sukmi waktu itu.

Menurut Madropi, kakak tertua dari Sukmi, semenjak berangkat ke Saudi memang keluarga di kampung tidak pernah mendapatkan kabar. Apalagi, menurutnya waktu itu belum ada alat komunikasi atau ponsel genggam dan Sukmi memang hanya lulusan kelas 4 SD. Adiknya pun berangkat hanya berbekal fotocopy KTP dirinya.

“Nggak lulus SD nggak bisa bikin surat, susah kasih kabar ke sini,” kata Madropi.

Seingat keluarga, sebelum menjadi TKI ke Saudi, Sukmi menurut Madropi memang sempat kerja di Tangerang selama 7 bulan di pabrik. Ia kemudian pulang ke Lebak beberapa waktu lalu mejadi TKI. Sukmi berangkat melalui agen bernama H Robani. Perusahaannya sendiri seingatnya bernama PT Limba Jaya di daerah Kalipasir, Jakarta.

Masih Depresi

Madropi bercerita, keluarga bahkan sempat mengira Sukmi sudah meninggal dunia di Arab Saudi. Apalagi, tidak pernah ada kabar datang mengenai keberadaan adiknya itu.

“Dari berangkat sampai kemarin baru dapat kabar. Saya kaget rasa ngimpi, didatangi polisi desa, jadi sudah disangka mati,” kata Madropi.

Sedangkan menurut Umsah, pada tahun 2016 tahun lalu sebetulnya ia pernah ditanyai oleh pihak pengurus Desa Mekar Sari soal keberadaan anaknya. Ia melaporkan bahwa Sukmi anaknya tidak pernah ada kabar ke kampung bahkan semenjak keberangkatannya tahun 1995 silam.

“Perkiraan mah 22 tahun (hilang). Nanyaan kitu doang di desa terus dibawa ka kacamatan,” katanya.

Saat ini, lanjut Umsah, Sukmi masih sulit diajak bicara dan sedikit depresi. Begitu Sukmi pulang ke kampung Tangkor, anaknya memang masih ingat dengan nama-nama seluruh keluarga di kampung. Namun, ketika diajak bicara dan cerita selama di Arab Saudi, Sukmi selalu menutup mulut dan tidak ingin bicara.

“Sekarang juga kalau ditanya (soal) majikan, nggak cerita. Nggak mau ngomong. Ngomong biasa aja,” katanya.

Menurutnya, keluarga sangat bersyukur begitu tahu ada kabar Sukmi selamat dan pulang ke kampung. Saat pulang ke rumah, badan Sukmi masih sehat dan tidak terlihat bekas pukulan atau lebam.

“Keadaan badan mah sehat, nggak ada cacad nggak ada (bekas) pukulan atau apa,” ujarnya.

Saat ditemui di rumahnya di kampung Tankor, Sukmi sedang tidak ada di rumah. Menurut keluarganya, Sukmi bersama adiknya bernama Sulaiman sedang berangkat ke Rangkasbitung untuk mengurus beberapa hal terkait dokumen.

Sukmi diselamatkan oleh KBRI Riyadh dan dipulangkan ke daerah Lebak pada Sabtu (15/7) kemarin. Selama 22 tahun itu Sukmi juga tidak pernah dibayar oleh majikan di sana. Sampai akhirnya, KBRI Riyadh berhasil melakukan negosiasi dengan majikan dan Sukmi mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 586.600.000 juta.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Aplikasi SiMantan Bagi ASN di Kabupaten Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan melalui Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan meluncurkan Aplikasi SiMantan ( Sistem Informasi Manajemen ASN...

Ingat, Arab Saudi Larang Jemaah Foto dan Selfie di Depan Kakbah

Metrobatam, Jakarta - Fenomena banyaknya jemaah yang mengambil foto dan ber-selfie di depan Kakbah, Masjidil Haram, menjadi perhatian serius pemerintah Arab Saudi. Kini tindakan...

PK Korupsi Dikabulkan, MA Kurangi Hukuman Mantan Gubernur Riau Jadi 10 Tahun Bui

Metrobatam, Pekanbaru – Mahkamah Agung mengabulkan peninjauan kembali (PK) kasus korupsi PON XXVII Riau 2012 dan kehutanan yang dilakukan Rusli Zainal. Hukuman terhadap mantan...

Kemenag: Poligami Punya Syarat Ketat, Jangan untuk Ajak-ajak

Metrobatam, Jakarta - Dauroh Poligami Indonesia menggelar seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri', di mana para peserta seminar diharuskan membayar hingga Rp 5 juta....

Kecanduan Film Porno, Pria Ini Perkosa Anak Tiri Berulang Kali

Metrobatam, Pekalongan - Nur (55), warga Pekalongan ditangkap anggota Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota karena memperkosa anak tirinya. Korban merupakan gadis keterbelakangan mental...

Kapal Pelni Jetliner Tabrak Kantor Syahbandar, KNKT Kirim Tim Selidiki Insiden

Metrobatam, Kendari - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melakukan investigasi terkait Kapal Pelni raksasa Jetliner yang menabrak eks Kantor Syahbandar di Kawasan Teluk Kendari. Akibat...

Surabaya Diguyur Hujan Deras, Genangan Air Ada di Mana-mana

Metrobatam, Surabaya - Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak pukul 10.30 WIB. Imbasnya, beberapa lokasi tergenang air hingga ketinggian sekitar 10-30 cm. Dari pantauan detikcom,...

Sejumlah Fraksi Desak Setya Novanto Dicopot, Golkar: Beliau Banyak Jasanya ke DPR

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah fraksi di DPR RI mendesak agar Setya Novanto mundur dari jabatan ketua karena statusnya kini sebagai tersangka kasus e-KTP dan...

Wakil Bupati Dimakzulkan dan Digugat Ayah Rp 13 M, Ini Kata DPRD

Metrobatam, Gorontalo - Wakil Bupati Gorontalo Fadli Hasan dimakzulkan Mahkamah Agung (MA) karena diduga melakukan tindak pidana korupsi. Di sisi lain, Fadli juga sedang...

Berbahasa Batak, Jokowi Resmikan Terminal Bandara Internasional Silangit

Metrobatam, Tapanuli Utara - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit, Sumatera Utara. Jokowi meresmikan bandara ini dalam bahasa Batak. Peresmian berlangsung di...

Setara Institute: Panglima TNI Gemar Jadi Selebriti Politik

Metrobatam, Jakarta - Direkur Eksekutif Setara Institute, Hendardi mengatakan Jenderal Gatot Nurmantyo senang menjadi selebriti politik selama menjabat sebagai Panglima TNI. Pernyataan tersebut dituturkan Hendardi...

Dauroh Poligami Indonesia Gelar Seminar ‘Cara Cepat Dapat 4 Istri’, Investasi Rp 5 Juta

Jakarta - Muncul pesan di grup WhatsApp soal undangan seminar 'Cara Kilat Mendapatkan 4 Istri'. Para peserta pria yang akan ikut seminar diharuskan investasi...
BAGIKAN