Cerita Awal Sukmi Jadi TKI Lalu Disekap 22 Tahun Tanpa Dibayar

1740

Metrobatam, Lebak – Selama 22 tahun Sukmi binti Sardi Umar menjadi TKI di Arab Saudi. Sukmi yang berasal dari Lebak, Banten itu disekap oleh majikannya di sana dan baru bisa pulang akhir pekan lalu.

Berdasarkan cerita Umsah, orang tua dari Sukmi, anaknya berangkat ke Saudi saat berumur 14 tahun. Keluarga memberikan izin agar Sukmi berangkat menjadi TKI karena keluarga di Kampung Tangkor, Desa Mekar Sari, Kecamatan Maja, hidup serba kekurangan.

“Umur 14 tahun alit keneh dibarangkatken ka Saudi, ari disuruh na mah kuabdi narima, ari hayang papake mah ka saudi lah (umur 14 tahun masih kecil diberangkatkan ke Saudi, kalau disuruhnya sama saya nerima saja, kalau ingin punya apa-apa ke Saudi saja lah),” kata Umsah saat bercerita kepada detikcom di kediamannya, Lebak, Banten, Senin (17/7).

Saat itu Sukmi sebetulnya sempat menolak untuk pergi ke Saudi. Alasannya, ia merasa masih kecil karena baru berumur 14 tahun dan hanya keluaran dari SD kelas 4.

“Ja eneng mah alim keneh, alit keneh (Eneng masih belum mau, masih kecil),” kata Umsah menirukan perkataan Sukmi waktu itu.

Menurut Madropi, kakak tertua dari Sukmi, semenjak berangkat ke Saudi memang keluarga di kampung tidak pernah mendapatkan kabar. Apalagi, menurutnya waktu itu belum ada alat komunikasi atau ponsel genggam dan Sukmi memang hanya lulusan kelas 4 SD. Adiknya pun berangkat hanya berbekal fotocopy KTP dirinya.

“Nggak lulus SD nggak bisa bikin surat, susah kasih kabar ke sini,” kata Madropi.

Seingat keluarga, sebelum menjadi TKI ke Saudi, Sukmi menurut Madropi memang sempat kerja di Tangerang selama 7 bulan di pabrik. Ia kemudian pulang ke Lebak beberapa waktu lalu mejadi TKI. Sukmi berangkat melalui agen bernama H Robani. Perusahaannya sendiri seingatnya bernama PT Limba Jaya di daerah Kalipasir, Jakarta.

Masih Depresi

Madropi bercerita, keluarga bahkan sempat mengira Sukmi sudah meninggal dunia di Arab Saudi. Apalagi, tidak pernah ada kabar datang mengenai keberadaan adiknya itu.

“Dari berangkat sampai kemarin baru dapat kabar. Saya kaget rasa ngimpi, didatangi polisi desa, jadi sudah disangka mati,” kata Madropi.

Sedangkan menurut Umsah, pada tahun 2016 tahun lalu sebetulnya ia pernah ditanyai oleh pihak pengurus Desa Mekar Sari soal keberadaan anaknya. Ia melaporkan bahwa Sukmi anaknya tidak pernah ada kabar ke kampung bahkan semenjak keberangkatannya tahun 1995 silam.

“Perkiraan mah 22 tahun (hilang). Nanyaan kitu doang di desa terus dibawa ka kacamatan,” katanya.

Saat ini, lanjut Umsah, Sukmi masih sulit diajak bicara dan sedikit depresi. Begitu Sukmi pulang ke kampung Tangkor, anaknya memang masih ingat dengan nama-nama seluruh keluarga di kampung. Namun, ketika diajak bicara dan cerita selama di Arab Saudi, Sukmi selalu menutup mulut dan tidak ingin bicara.

“Sekarang juga kalau ditanya (soal) majikan, nggak cerita. Nggak mau ngomong. Ngomong biasa aja,” katanya.

Menurutnya, keluarga sangat bersyukur begitu tahu ada kabar Sukmi selamat dan pulang ke kampung. Saat pulang ke rumah, badan Sukmi masih sehat dan tidak terlihat bekas pukulan atau lebam.

“Keadaan badan mah sehat, nggak ada cacad nggak ada (bekas) pukulan atau apa,” ujarnya.

Saat ditemui di rumahnya di kampung Tankor, Sukmi sedang tidak ada di rumah. Menurut keluarganya, Sukmi bersama adiknya bernama Sulaiman sedang berangkat ke Rangkasbitung untuk mengurus beberapa hal terkait dokumen.

Sukmi diselamatkan oleh KBRI Riyadh dan dipulangkan ke daerah Lebak pada Sabtu (15/7) kemarin. Selama 22 tahun itu Sukmi juga tidak pernah dibayar oleh majikan di sana. Sampai akhirnya, KBRI Riyadh berhasil melakukan negosiasi dengan majikan dan Sukmi mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 586.600.000 juta.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pelopor Pertama di Kepri, Perangkat Desa di Bintan Terproteksi BPJS

Metrobatam.com, Bintan - Kabupaten Bintan menjadi pelopor pertama di Provinsi Kepri. Seluruh perangkat Desa hingga Jajaran RT/RW diproteksi oleh BPJS. Hal tersebut, ditandai dengan...

Tasyakuran dan Refleksi 2 Tahun Apri-Dalmasri, Menyongsong Bintan Gemilang Tahun 2025

Metrobatam.com, Bintan - Kepemimpinan Bupati terpilih H. Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Drs. H. Dalmasri Syam, MM genap berusia dua tahun dalam mengemban...

Danlantamal IV Pimpin Upacara HUT KE-72 Pomal

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya upacara peringatan Hari...

Waspada! Beredar Lagi Surat Palsu Pengangkatan CPNS

Metrobatam, Jakarta - Badan Kepegawaian Negara (BKN) kembali menerima konfirmasi surat perihal pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Surat tersebut menjelaskan adanya pengangkatan calon...

Pengguna Internet di Indonesia Capai 143 Juta Orang

Metrobatam, Jakarta - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) hari ini (19/2) mengumumkan data survei penetrasi dan perilaku pengguna internet Indonesia sepanjang 2017. Data...

Nelayan di Belawan Mengamuk Bakar 8 Unit Kapal Pukat

Metrobatam, Medan - Nelayan mengamuk dan membakar 8 unit kapal pukat teri bermesin GT 5 di perairan Belawan, Kota Medan pada Senin (19/2). Mengamuknya para...

Demokrasi Defisit, Radikalisme Jadi Alternatif

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Penelitian Politik di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adriana Elisabeth menyatakan bahwa Indonesia mengalami kemunduran dalam berdemokrasi, dalam diskusi...

Dokter Nyatakan Penyerang Kiai Lamongan Idap Gangguan Psikis

Metrobatam, Surabaya - Anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM dan Keamanan, Adies Kadir didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan beberapa...

Bupati Bintan Hadiri Panen Raya Padi di Kawasan Pertanian Poyotomo

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos kembali panen raya padi di lahan kawasan pertanian Poyotomo, Desa Sri Bintan , Kec Teluk...

Terduga Teroris Diklaim Lempar Bom Molotov ke Polsek Bontoala

Metrobatam, Jakarta - Salah satu terduga teroris yang diamankan Tim Detasemen Khusus 88/Antiteror Polri di Indramayu, beberapa waktu lalu, mengaku sebagai pelaku pelemparan bom...

Sindikat Pencuri 2.640 Botol Infus Dibekuk Polisi di Aceh

Metrobatam, Banda Aceh - Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe berhasil mengungkapkan jaringan sindikat pencurian sebanyak 2.640 botol cairan infus di Rumah Sakti Kasih Ibu, Kota...

BNN Tes Urine Prajurit TNI AD dan Polisi Militer

Metrobatam, Jakarta - Seluruh prajurit dan PNS Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) dinyatakan bersih dari narkoba melalui pemeriksaan urine. Hal ini dilakukan dalam...
BAGIKAN