Cerita Awal Sukmi Jadi TKI Lalu Disekap 22 Tahun Tanpa Dibayar

1727

Metrobatam, Lebak – Selama 22 tahun Sukmi binti Sardi Umar menjadi TKI di Arab Saudi. Sukmi yang berasal dari Lebak, Banten itu disekap oleh majikannya di sana dan baru bisa pulang akhir pekan lalu.

Berdasarkan cerita Umsah, orang tua dari Sukmi, anaknya berangkat ke Saudi saat berumur 14 tahun. Keluarga memberikan izin agar Sukmi berangkat menjadi TKI karena keluarga di Kampung Tangkor, Desa Mekar Sari, Kecamatan Maja, hidup serba kekurangan.

“Umur 14 tahun alit keneh dibarangkatken ka Saudi, ari disuruh na mah kuabdi narima, ari hayang papake mah ka saudi lah (umur 14 tahun masih kecil diberangkatkan ke Saudi, kalau disuruhnya sama saya nerima saja, kalau ingin punya apa-apa ke Saudi saja lah),” kata Umsah saat bercerita kepada detikcom di kediamannya, Lebak, Banten, Senin (17/7).

Saat itu Sukmi sebetulnya sempat menolak untuk pergi ke Saudi. Alasannya, ia merasa masih kecil karena baru berumur 14 tahun dan hanya keluaran dari SD kelas 4.

“Ja eneng mah alim keneh, alit keneh (Eneng masih belum mau, masih kecil),” kata Umsah menirukan perkataan Sukmi waktu itu.

Menurut Madropi, kakak tertua dari Sukmi, semenjak berangkat ke Saudi memang keluarga di kampung tidak pernah mendapatkan kabar. Apalagi, menurutnya waktu itu belum ada alat komunikasi atau ponsel genggam dan Sukmi memang hanya lulusan kelas 4 SD. Adiknya pun berangkat hanya berbekal fotocopy KTP dirinya.

“Nggak lulus SD nggak bisa bikin surat, susah kasih kabar ke sini,” kata Madropi.

Seingat keluarga, sebelum menjadi TKI ke Saudi, Sukmi menurut Madropi memang sempat kerja di Tangerang selama 7 bulan di pabrik. Ia kemudian pulang ke Lebak beberapa waktu lalu mejadi TKI. Sukmi berangkat melalui agen bernama H Robani. Perusahaannya sendiri seingatnya bernama PT Limba Jaya di daerah Kalipasir, Jakarta.

Masih Depresi

Madropi bercerita, keluarga bahkan sempat mengira Sukmi sudah meninggal dunia di Arab Saudi. Apalagi, tidak pernah ada kabar datang mengenai keberadaan adiknya itu.

“Dari berangkat sampai kemarin baru dapat kabar. Saya kaget rasa ngimpi, didatangi polisi desa, jadi sudah disangka mati,” kata Madropi.

Sedangkan menurut Umsah, pada tahun 2016 tahun lalu sebetulnya ia pernah ditanyai oleh pihak pengurus Desa Mekar Sari soal keberadaan anaknya. Ia melaporkan bahwa Sukmi anaknya tidak pernah ada kabar ke kampung bahkan semenjak keberangkatannya tahun 1995 silam.

“Perkiraan mah 22 tahun (hilang). Nanyaan kitu doang di desa terus dibawa ka kacamatan,” katanya.

Saat ini, lanjut Umsah, Sukmi masih sulit diajak bicara dan sedikit depresi. Begitu Sukmi pulang ke kampung Tangkor, anaknya memang masih ingat dengan nama-nama seluruh keluarga di kampung. Namun, ketika diajak bicara dan cerita selama di Arab Saudi, Sukmi selalu menutup mulut dan tidak ingin bicara.

“Sekarang juga kalau ditanya (soal) majikan, nggak cerita. Nggak mau ngomong. Ngomong biasa aja,” katanya.

Menurutnya, keluarga sangat bersyukur begitu tahu ada kabar Sukmi selamat dan pulang ke kampung. Saat pulang ke rumah, badan Sukmi masih sehat dan tidak terlihat bekas pukulan atau lebam.

“Keadaan badan mah sehat, nggak ada cacad nggak ada (bekas) pukulan atau apa,” ujarnya.

Saat ditemui di rumahnya di kampung Tankor, Sukmi sedang tidak ada di rumah. Menurut keluarganya, Sukmi bersama adiknya bernama Sulaiman sedang berangkat ke Rangkasbitung untuk mengurus beberapa hal terkait dokumen.

Sukmi diselamatkan oleh KBRI Riyadh dan dipulangkan ke daerah Lebak pada Sabtu (15/7) kemarin. Selama 22 tahun itu Sukmi juga tidak pernah dibayar oleh majikan di sana. Sampai akhirnya, KBRI Riyadh berhasil melakukan negosiasi dengan majikan dan Sukmi mendapatkan kompensasi sebesar Rp. 586.600.000 juta.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Tegaskan ASN Wajib Memakai Pakaian Melayu Setiap Jum’at

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi S.Sos kembali menegaskan soal kewajiban bagi seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten...

CNT BC Batam Tangkap Pembawa Narkoba dari Malaysia di Pelabuhan Batam Center

Metrobatam.com, Batam - Beragam cara dilakukan oleh oknum penyelundup narkoba dalam memasukkan barang haramnya ke wilayah Indonesia.  Salah satunya modus paling populer ialah dengan cara...

Tim Terpadu Razia Juru Parkir Liar dan Kendaraan Parkir Sembarangan di Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Tim terpadu merazia juru parkir liar dan kendaraan yang parkir sembarangan di beberapa titik Kota Batam, Selasa (26/9). Tim terdiri dari Dinas...

Panlih Wagub Kepri, Tidak Terpengaruh Terkait Kisruh Berkas Cawagub Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Panitia Pemilihan Wakil Gubernur (Panlih Wagub) Kepri tidak terpengaruh terkait kisruh berkas calon Wagub Kepri, Isdianto dan Agus Wibowo, yang diajukan...

BPJS TK Tanjungpinang dan Kejari Tanjungpinang akan Sosialisasi dengan 238 Perusahaan Yang Menunggak Iuran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan cabang Tanjungpinang bersama Kejari Tanjungpinang akan melakukan Sosialisasi 238 Perusahaan yang menunggak iuran. Sosialisasi ini sendiri...

Bupati Bintan Benahi dan Ciptakan Sistim Pelayanan Kesehatan E-Puskesmas

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi S.Sos mengutarakan bahwa keinginannya untuk melakukan pembenahan dan menciptakan Pelayanan Kesehatan yang berbasis teknologi informasi akan...

BPS Kepri Gelar Sosialisasi dengan Tema “Perlambatan Ekonomi Kepri dan Eksternalisasi Statistik Sektoral”

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau menggelar sosialisasi dengan tema "Perlambatan Ekonomi Kepri dan Eksternalisasi Statistik Sektoral" di ruang serbaguna...

Istri Sebut Aris ‘Gila’ Setelah Kalah Pilkada, Dokter Jiwa: Butuh Pemeriksaan Ahli

Metrobatam, Jakarta, Istri pendiri situs nikahsirri.com, Rani, menyebut suaminya, Aris Wahyudi, mengalami sedikit gangguan jiwa karena kalah dalam Pilkada Banyumas pada 2008. Namun Dokter...

Dari 127 Gunung Api di Indonesia, 49 Gunung Berstatus Level I, Ini Daftarnya

Metrobatam, Jakarta - Berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi (PVMBG), dari 127 gunung api aktif di Indonesia, 69 gunung dipantau secara menerus...

Banyak Identitas Palsu di 2.700 Klien Situs Nikah Siri, MUI: Itu Bisnis Zina Terselubung

Metrobatam, Jakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya mengaku kesulitan mengumpulkan informasi terkait klien atau pencari mempelai di situs nikahsirri.com, karena banyak yang menggunakan identitas...

Dalam Sebulan, Nikahsiri.com Gaet 2.700 anggota dan 300 Perempuan Siap ‘Jajakan Diri’

Metrobatam, Jakarta - Cuma butuh waktu sebulan bagi situs Nikahsirri.com untuk menggaet sekitar 2.700 orang anggota, dan 300 mitra atau perempuan yang siap 'menjajakan...

Pembatalan Nikah Muzdhalifah Dikabulkan Pengadilan Agama, Ini Kata Khairil Anwar

Metrobatam, Jakarta - Muzdhalifah mengajukan pembatalan pernikahannya di Pengadilan Agama Tangerang. Pembatalan pernikahan tersebut juga sudah dikabulkan oleh pengadilan. Setelah Muzdhalifah buka suara mengenai hal...
BAGIKAN