Cerita Pilu Ira, Anak 9 Tahun Dipasung karena Dianggap Nakal

707

Metrobatam.com, Jakarta – Ira (9) warga Cipatujah, Tasikmalaya, nasibnya sungguh memilukan. Selama empat tahun dia dipasung dalam penjara bambu oleh orang tuanya hanya karena dianggap nakal

Menurut Taryan dan istrinya Sri Pudjiastuti, saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/5) dia dan istrinya menyelamatkan Ira pada April lalu. Saat itu, Taryan yang juga seorang guru honorer di Bandung itu sedih melihat kondisi Ira. Dia bahkan mengancam akan mempidanakan apabila Ira tetap dipasung.

“Saya dapat info kalau ada anak umur 9 tahun dipasung. Sama istri saya, langsung naik motor dari Bandung ke Tasikmalaya buat lihat kondisi anak itu,” jelas Taryan.

Lokasi kediaman Ira cukup jauh. Bahkan Taryan mesti bermalam di Tasikmalaya. Kemudian, dia bergegas menemui kepala desa dan keluarga anak itu menanyakan alasan pemasungan. Rupanya, Ira sejak kecil dianggap tak bisa diam, suka kabur, dan mencuri. Karena itu dia dipasung. Ira sudah ditinggal ibunya, dia hidup bersama nenek dan ayahnya.

“Saya bilang, ini masih anak-anak, nggak bisa dipasung. Ini bisa dipidana kalau begini,” tegas Taryan yang juga relawan di Yayasan Belajar Bersama di Kota Bandung yang menampung anak terlantar dan mereka yang mengalami kelainan jiwa.

Taryan kemudian melobi agar Ira bisa dilepaskan. Taryan juga mengontak RS Jiwa Cisarua Lembang agar bisa merawat Ira, karena secara kejiwaan anak itu sudah tak sehat karena lama dipasung.

“Awal Mei, Ira dibawa ke Bandung dan dimasukkan ke RS Jiwa Cisarua. Ternyata dia sehat, jadi selama ini hanya kenakalan anak saja,” tegas Taryan yang memiliki pos relawan rumah singgah di Jl Gumuruh, Jatimulya 4 No 25 RT 7/RW 7, Kota Bandung.

Selama satu bulan Ira dirawat di RS Jiwa Cisarua. Namun kemudian, orangtua Ira ternyata tak juga datang menjemput. Taryan sudah mengontak orangtua Ira, dan mendapat jawaban dipersilakan dirinya mengurus Ira.

“Saya sih siap saja, hanya ini kan harus ada hitam di atas putih, nggak bisa kami merawat begitu saja nanti ada konsekuensi hukum. Pihak rumah sakit juga meminta orangtua yang datang mengambil,” jelas Taryan.

Hingga kini Ira masih di RS Jiwa Cisarua menunggu dijemput. Taryan mengungkapkan, kondisi seperti Ira ini kerap terjadi, dan bahkan dia pernah menjemput seorang anak yang dipasung di Indramayu. Lalu ada juga yang anak 14 tahun yang dipasung di Cibaduyut, Bandung dan hingga kini masih diupayakan agar dilepaskan pemasungannya.

“Kami bersama relawan tim gerak cepat memantau kejadian seperti ini, kami menjemput di mana lokasi ada yang dipasung. Ini demi kemanusiaan,” terang Taryan yang mengaku terkadang kesulitan angkutan kendaraan karena ketiadaan mobil penjemput. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Serahkan Bantuan Kapal dan Asuransi Nelayan

Metrobatam.com, Batam - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos didampingi Wakil Bupati Bintan Drs Dalmasri Syam, Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara menyerahkan bantuan...

Dukun Pengganda Uang Kubur 2 Korbannya, 1 Dikubur Dalam Keadaan Masih Hidup

Metrobatam, Batang - Seorang pria di Batang, Jawa Tengah yang mengaku bisa menggandakan uang mengubur dua korbannya. Salah seorang korban terungkap dikubur dalam keadaan...

Dubes Saudi Harapkan Moratorium Pengiriman TKI Dicabut

Metrobatam, Jakarta - Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah Al-Shuaibi mengharapkan moratorium pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berlaku sejak...

Biadab, Pembunuh Sadis Ini Masih Perkosa Korbannya yang Sudah Mati

Metrobatam, Serang - Empat pelaku pembunuhan sadis di Serang ditangkap polisi. Jejak mereka terungkap usai jenazah korban, S, ditemukan warga di Sungai Cibongor, Cikeusal...

Soal Kumpul Kebo Tak Bisa Dipidana, Ketua MK: Despiritualisasi Hukum

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat menyatakan KUHP harus disesuaikan dengan semangat kebangsaan Indonesia. KUHP yang diimpor dari Belanda dinilai sangat...

Dedi Mulyadi: Golkar Terbuka Evaluasi Dukungan Pilkada Jabar

Metrobatam, Jakarta - Golkar tidak menutup kemungkinan menarik dukungannya terhadap Ridwan Kamil pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2018. Hal itu disampaikan...

Bawa Ribuan Butir Ekstasi dan Sabu, Oknum TNI Ditangkap Polisi

Metrobatam, Jambi - Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Jambi berhasil mengamankan tiga orang laki-laki yang diduga membawa ribuan butir pil ekstasi dan sabu-sabu. Informasi...

Konflik Belum Usai, PKS Ajukan Kasasi Pemecatan Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tetap tenang menyikapi keputusan Pengadilan Tinggi Jakarta yang menolak banding mereka terkait pemecatan terhadap Fahri Hamzah. Partai...

Partai Tommy Soeharto Tak Lolos Administrasi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum tidak meloloskan Partai Berkarya dan Partai Garuda dalam tahapan penelitian administrasi perbaikan partai politik calon peserta pemilu tahun...

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...
BAGIKAN