Cicipi Kelezatan Kuliner Khas Nusantara Hanya di Sini

187
Ketupat kondangan dari Kalimantan Selatan

Festival Kuliner Nusantara digelar hingga 16 April 2016, di Mal Artha Gading, Jakarta Utara. Festival ini bertujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, juga pergerakan wisatawan nusantara.

Di sini pengunjung bisa mencicip puluhan kuliner khas Nusantara. Selama tiga hari juga, tidak perlu repot membeli tiket mahal-mahal hanya untuk mencicip makanan khas Palembang, seperti kue 8 jam, atau minuman khas Ambon, air halia kenari.

Karena sekitar 65 stand dari 24 provinsi dan 12 kabupaten atau kota di seluruh Indonesia, dengan tangan terbuka menyambut antusiasme pengunjung yang ingin lebih mengenal kuliner khas negerinya sendiri.

Sebagian besar stand menyediakan tester, sehingga pengunjung bisa tahu bagaimana rasanya, sebelum memutuskan membeli. Dijamin semua kuliner Indonesia sangat lezat. Tentunya dengan ciri khas daerahnya masing-masing.

Misalnya saja kuliner dari daerah Gorontalo, kaya akan hasil lautnya, daerah ini memiliki berbagai olahan lezat dari ikan cakalang, juga tidak ketinggalan milu siram. Segarnya rasa milu siram mirip dengan sayur bening, namun dengan isian berupa jagung, kelapa parut, cakalang asap atau goreng yang sudah disuwir.

“Milu sendiri artinya jagung kalau dari bahasa daerah Gorontalo, kalau disana disebutnya binthe biluhuta,” jelas Resma Kabakoran, Kepala Bidang Pariwisata Dinas Hubparkomminfo Provinsi Gorontalo pada VIVA.co.id.

Sedangkan olahan cakalang pilitode merupakan makanan khas dari Gorontalo yang dibuat dengan menggunakan lima butir pala.

“Kuah cakalang pilitode terbuat dari santan, pala lima butir, jeruk nipis, garam, cabe rawit, merica, juga untuk isiannya, selain cakalang asap, juga ada tambahan singkong dan pisang muda,” tambah Mia Amalia dari stand Gorontalo.

Lain cerita dengan makanan dari daerah Ambon. Daerah yang kaya akan buah kenari, memiliki banyak olahan dari buah tersebut, mulai dari minuman hingga makanan. Seperti air halia kenari, yang rasanya seperti wedang jahe atau bajigur, namun yang membedakan adalah adanya taburan kenari di dalamnya.

Dan dari stand Sumatera Selatan, pengunjung selain bisa menemukan pempek khas Palembang, juga bisa menemukan kue lapis khas Palembang, yang untuk membelinya saja harus memesan terlebih dahulu, karena prosesnya yang tidak mudah dan lama.

“Kue 8 jam harus dibuat selama 8 jam, kalau lebih lama boleh. Selama pembuatan juga harus rajin dibuka tutup agar tetap rata permukaannya,” jelas Nurul Khusnah, pemilik Bangau Pastry. Kue lapis lain yang bisa ditemukan di stand Sumatera Selatan adalah jenis lapis kojo, maksubah, dan kue engkak ketan.

Selain makanan dari Provinsi diatas, masih banyak kuliner yang bisa ditemukan di Festival Kuliner Nusantara, seperti nasi trancam dari booth Gresik, atau Tengkleng dari Solo, Gudeg dan bendul (getuk namun dibakar) dari Yogyakarta, ketupat kondangan dari Kalimantan Selatan, kohu-kohu dari Ambon, teh prepat yang kaya vitamin C dan membuat kulit mulus dari Tanjung Jabung Timur, dan masih banyak lainnya.

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Panguyuban Punggowo akan Gelar Silaturahmi Bersama Warga Jawa di Dataran Engku Putri

Metrobatam.com, Batam - Paguyuban Among Wargo Jowo (Punggowo) berencana akan menggelar Halal Bihalal bersama warga Jawa yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (27/8)...

Perusahaan Asal Singapura Investasi Rp50 Miliar di Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Fagioli Indonesia Corp, perusahaan asal Singapura berinvestasi sebesar Rp50 miliar di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam dengan memanfaatkan...

25 Orang Atlet Olahraga Air Lantamal IV Dilepas Danlantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Laksma TNI R. Eko Suyatno melepas 25 orang Atlet kontingen Olahraga Air yang terdiri...

Pemkab Bintan Anugerahi Satyalancana Karya Satya Kepada ASN

Metrobatam.com, Bintan - Pemerintah Kabupaten Bintan menganugrahi Satyalencana Karya Satya X tahun kepada 281 orang, Satyalencana Karya Satya XX tahun berjumlah 98 orang, dan...

Jokowi Tegaskan Dukung Penguatan KPK

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyatakan, keputusan pemerintah untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi tidak pernah berubah. Jokowi bahkan menegaskan, pemerintahannya akan terus mendukung...

Berhasil Ledakkan Bom Kimia di Istana Negara, Teroris Bandung akan ‘Jihad’ ke Marawi

Metrobatam, Bandung - Densus 88 Antiteror menangkap lima orang terduga teroris di Bandung, Jawa Barat, kemarin. Mereka diduga ingin berangkat ke Marawi, Filipina untuk...

Pejabat Kemendes Saweran Duit Suap ke Auditor BPK, Ini Rinciannya

Metrobatam, Jakarta - Duit suap yang diberikan Irjen Kementerian Desa PDTT Sugito ke auditor BPK Rochmadi Saptogiri disebut jaksa pada KPK berasal dari saweran...

Ayah Menangis Histeris Gendong Anaknya yang Tewas, Warga Malah Cuek Menonton

Metrobatam, Batam - Sangat mengherankan fenomena sosial yang terjadi di sebuah ruas jalan di Kota Batam ini. Belum lama ini beredar sebuah video yang...

Kocak! Takut Disuntik, Siswi SD Ini Kabur lalu Tendang Alat Vital Gurunya

Menghadapi jarum suntik memang menjadi momok menakutkan bagi setiap anak kecil. Tak terkecuali bagi siswi sekolah dasar ini. Sebuah video menunjukkan siswi SD sedang...

Jokowi Beberkan Ancaman Baru yang Perlu Diwaspadai Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo menghaturkan terima kasih kepada TNI dan Polri karena peran keduanya dalam menjaga stabilitas keamanan negara. Apalagi, TNI dan...

Sukses Uji Terbang Pesawat N-219, Pilot: Ini Buatan Indonesia Kita Patut Bangga

Metrobatam, Bandung - Pesawat N-219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sukses diuji terbang di landasan Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jawa Barat. Pesawat...

Luar Biasa! Penjual Koran Ini Lulus Sarjana di Universitas Negeri Predikat Cum Laude

Metrobatam, Manado - Hanya dengan bekerja keras kesuksesan perlahan tapi pasti bakal diraih. Meski berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu, Jusman, seorang...