Contoh Tandatangan Sani Diuji Dilaboratorium Forensik

905
Foto : Contoh Tandatangan Sani yang akan dibawa ke laboratorium forensik Mabes Polri

Metrobatam.com, Batam – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau masih mendalami dan mengumpulkan sejumlah berkas atas laporan dugaan pemalsuan tandatangan Gubernur Kepri Muhammad Sani yang disampaikan oleh Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Reni Yusneli.

“Kami masih mendalaminya. Kemarin anggota kami sudah meminta keterangan lebih lanjut dari Sekda sebagai pelapor dan stafnya,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri Kombes Pol Adi Karya Tobing di Batam, Jumat.

Ia mengatakan pihaknya juga masih mengumpulkan sejumlah berkas yang terdapat tandatangan dari Gubernur Kepri Muhmmad Sani dengan tanggal berdekatan dengan laporan pemalsuan pada surat keputusan pembentukan panitia seleksi terbuka untuk jabatan pimpinan madya tertinggi.

“Karena Gubernur sudah wafat. Jadi kami kumpulkan sejumlah berkas yang ada tandatangannya. Kami akan liat polanya. Selanjutnya kami juga akan kirimkan ke laboratorium Forensik Mabes Polri di Medan untuk diteliti,” kata dia.

Adi mengatakan, hasil dari uji laboratorium tersebut juga akan menjadi petunjuk mengenai asli atau tidaknya tandatangan. Dalam surat dimaksud.

“Kami masih terus bekerja menangani kasus ini. Kami tidak masuk keranah dugaan politiknya, kami fokus pada dugaan pemalsuannya saja,” kata Adi.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas Sekda Kepri melaporkan dugaan pemalsuan tandatangan tersebut ke Polda Kepri.

“Saya tahu persis bentuk tanda tangan Gubernur Kepri HM Sani. Pada SK Gubernur Kepri tentang Panitia Seleksi Terbuka Untuk Jabatan Sekda, saya temukan keganjilan,” kata dia di Tanjungpinang, belum lama ini.

Hasil penyelidikan polisi diharapkan dapat membuka permasalahan itu menjadi jelas, apakah tanda tangan gubernur asli atau tidak.

Jika surat itu tidak ditandatangani Sani, maka polisi akan menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan tersebut diharapkan dapat mengungkap siapa pelakunya dan apa motivasinya.

“Saya tidak dalam posisi menyimpulkan tanda tangan itu asli atau palsu. Polisi yang dapat menyimpulkannya berdasarkan hasil penyelidikan,” kata dia.

Surat tersebut diterbitkan 6 April 2016, dua hari sebelum HM Sani meninggal dunia. Pembuatan surat itu juga tidak melalui Plt Sekda Kepri sehingga tidak lazim.

“Prosedur pembuatan surat keputusan tersebut tidak melibatkan saya. Saya tidak mengetahui pembuatan surat itu,” kata Reni. (mb/Antara)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolri dan Menkeu Ekspos Tangkapan Sabu 1,6 Ton di Batam

Metrobatam.com, Batam - Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani mengecek lokasi dan barang bukti 1,6 ton sabu di Pelabuhan Sekupang, Batam,...

Terciduk, Pengemis Ini Bawa Uang Rp 43 Juta

Metrobatam, Tasikmalaya - Aparat Satpol PP Kota Tasikmalaya kaget saat menciduk Epon (49). Pengemis tersebut yang kedapatan membawa gepokan uang dan sejumlah perhiasan emas...

Longsor Brebes, Tim SAR Temukan Potongan Jasad Korban

Metrobatam, Jakarta - Tim pencarian dan penyelamatan (SAR) gabungan Polri, TNI dan Basarnas menemukan tiga potongan tubuh yang diduga merupakan korban longsor Bukit Lio,...

Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Tolak Baca Eksepsi

Metrobatam, Jakarta - Oman Rochman alias Aman Abdurrahman, terdakwa kasus teror bom Thamrin tahun 2016 menolak membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan majelis...

Wiranto dan Tito Sepakat Batalkan Jenderal Jadi Pj Gubernur

Metrobatam, Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto membatalkan usulan jenderal polisi sebagai Penjabat (Pj) Gubernur setelah berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal...

Duet Susi-Sri Mulyani Selamatkan Bayi Lobster Rp 14,4 M

Metrobatam, Tangerang - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memberikan keterangan terkait penggagalan penyelundupan benih lobster yang rencananya...

PPP Duga Ada Orang Kuat di Balik Penyerangan Tokoh Agama, Partai Rame-rame Membantah

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy menduga ada orang kuat yang mendesain penyerangan terhadap ulama dan tokoh agama yang...

Ajak 122 Advokat, PSI Bakal Gugat UU MD3 ke MK

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie mengklaim telah mendapat dukungan dari 122 advokat untuk mengajukan judicial review atau uji...

KSP Sebut Konsultan Politik Berperan Ciptakan Kampanye SARA

Metrobatam, Jakarta - Deputi bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden (KSP) Eko Sulistyo menyebut konsultan politik memiliki peran penting dalam menciptakan...

Pemerintah Tegaskan Tarif Listrik Tidak Naik Hingga 2019, PLN Ingin Turun

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik hingga 2019 mendatang. Hal ini disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam acara Renewabe...

KPK Beri Pengawalan untuk Jamin Keamanan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi telah mempersiapkan pengawalan terhadap Novel Baswedan sekembalinya ke Indonesia usai menjalani perawatan di Singapura selama 10 bulan terakhir....

Setnov Bela Fahri Hamzah soal Tudingan Nazaruddin

Metrobatam, Jakarta - Terdakwa korupsi proyek e-KTP Setya Novanto membela Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah yang dituding mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin...
BAGIKAN