Dari Indonesia, NASA Akan Kuak Misteri ‘Sisi Gelap’ Matahari

    373

    solar-flare-june11-2014

    Metrobatam.com – Kala Bulan perlahan terlihat menutupi Matahari di langit Maba, Halmahera pada 9 Maret 2016, saat itulah hitungan mundur untuk para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dimulai.

    Empat ilmuwan NASA yang dikirim ke Indonesia, khusus untuk mengamati gerhana matahari, akan memanfaatkan waktu singkat fase totalitas gerhana, yang durasinya hanya sekitar 3 menit 20 detik.

    Dalam presentasi di @amerika, Jakarta, ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Nelson Reginald mengatakan, gerhana matahari total adalah kesempatan untuk mengamati korona matahari secara lebih jelas.

    Sebab, biasanya, korona kalah terang dari pancaran mentari sehingga tak terlihat kentara. Korona menarik bagi para ilmuwan karena diyakini menyimpan kunci sejumlah misteri.

    Di Indonesia NASA akan menggunakan imaging spectrograph of cornal electrons yang merupakan instrumen teknologi yang menggabungkan kamera polarisasi dengan spektograf yang dilengkapi empat filter yang melekat pada teleskop.

    “Untuk kali pertamanya kami menguji coba kamera polarisasi di Indonesia,” kata Reginald.

    ‘Sisi Gelap’ Matahari

    Sementara, ilmuwan NASA lainnya, Nat Gopalswamy mengatakan, Matahari punya arti penting untuk kehidupan makhluk Bumi.

    “Makanan dan bahan bakar bagi manusia ada berkat Matahari,” kata dia.

    Namun, Gopalswamy menambahkan, Sang Surya juga menyimpan potensi ancaman. “Ada sisi gelap Matahari,” kata dia.

    Salah satunya berupa lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME). Istilah populernya, badai matahari.

    Badai matahari atau solar flare (NASA)

    “CME bisa menimbulkan hal-hal negatif bagi kita. Memutus aliran listrik, komunikasi satelit, dan lainnya,” kata dia. “Sudah lama ada kekhawatiran soal dampak negatifnya bagi manusia,” kata dia.

    Maka dari itu, menurut Gopalswamy, penelitian korona saat gerhana matahari total memiliki arti penting.

    Namun, apakah ada potensi terjadinya CME saat gerhana?

    Gopalswamy mengatakan, saat gerhana terjadi, Matahari akan ditutupi Bulan. Jadi, jangan khawatir.

    Penelitian yang dilakukan NASA bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

    Ilmuwan Lapan, Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, bukan kali ini saja para ahli dari Amerika Serikat datang untuk mengamati gerhana yang terjadi di Nusantara. Itu sudah dilakukan pada masa lalu, saat Tanah Air masih bernama Hindia Belanda.

    Pada Abad ke-20, sejumlah ekspedisi dilakukan. Termasuk, pada tahun 1926 dan 1939.

    “Mereka bahkan mempersiapkannya bertahun-tahun sebelum gerhana terjadi. Padahal belum ada pesawat ke Indonesia saat itu, peralatan berat observasi gerhana diangkut menggunakan kapal,” kata dia.

    Meski sama-sama berada di Maba, tim Lapan dan NASA memiliki fokus penelitian berbeda. NASA meneliti temperatur dan kecepatan spektrum di korona matahari, sementara Lapan mengamati spektrum di korona bagian bawah (lower corona).

    Sungging menambahkan, dalam sebuah penelitian sebelumnya, ditemukan sejumlah hal menarik terkait bintang dalam Tata Surya kita itu. Misalnya, ternyata ada kandungan besi dalam korona matahari — yang mirip dengan iron yang ada di Bumi.

    “Masih banyak misteri matahari yang belum kita ketahui,” kata dia.

    (lip6)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Bupati Bintan Kembangkan Konsep RTRW Pro Investasi dan Pemanfaatan Potensi Lokal

    Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos berdiskusi dan menuangkan ide-ide serta paparan konsep terkait Rancangan Tata Ruang Wilayah ( RTRW ) Kabupaten...

    HUT ke-17, bright PLN Batam Gelar Khitanan Massal Bagi Masyarakat Kurang Mampu

    Metrobatam.com, Batam - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam ke - 17 dan Hari Listrik Nasional (HLN) ke – 72,...

    PKPI Terdaftar Pemilu di Batam “Sebagai Calon Pemilu 2019”

    Metrobatam.com, Batam -Partai PKPI sudah terdaftar sebagai calon pemilu 2019 di KPU di Batam pada selasa, (17/10/2019). Saparudin Muda Ketua Dewan Penasehat PKPI Provinsi menerangkan,...

    VIRAL! Terlahir Cacat, Anak Sapi Ini Berjalan 2 Kaki seperti Manusia

    SAPI umumnya berkaki empat, namun tidak dengan yang satu ini. Seekor anak sapi terlahir dengan kondisi fisik tidak sempurna. Ya, sapi tersebut hanya memiliki...

    Patroli Polair Polri di Batam Tangkap Kapal Pembawa Sayuran Ilegal

    Metrobatam.com, Batam - Polisi menangkap sebuah kapal motor yang mengangkut sayuran secara ilegal. Kapal tersebut ditangkap di perairan Batam, Kepulauan Riau saat sedang berlayar. "Minggu,...

    Diharapkan Kepala BP Batam yang Baru Membawa Perubahan

    Metrobatam.com, Batam - Sidang pleno Dewan Kawasan Pelabuhan Bebas Perdagangan Bebas Batam menetapkan Lukita Dinarsyah Tuwo sebagai Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sekretaris Menko...

    Nesar Ahmad Resmi Jabat Ketua DPRD Kabupaten Bintan Sisa Masa Jabatan 2014-2019

    Metrobatam.com, Bintan - Ketua Pengadilan Negeri Tanjungpinang Joni, SH, MH resmi melantik H Nesar Ahmad, S.Ip sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bintan sisa masa Jabatan...

    DPRD Tanjungpinang Gelar Paripurna HUT Otonom Kota Tanjungpinang ke-16

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang menggelar paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) Otonom Kota Tanjungpinang yang ke 16, Selasa (17/10)...

    HUT-72 Hari Listrik Nasional, Bright PLN Batam dan Polda Kepri akan Gelar Khitanan Massal

    Metrobatam.com, Batam - Untuk membantu dan meringankan beban masyarakat Batam, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) bright PLN Batam ke-17 dan Hari Listrik...

    Komisi III DPRD Kepri Segera Uji Kepatuhan dan Kelayakan Calon Anggota KPID Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komisi III DPRD Kepri segera melangsungkan uji kepatutan dan kelayakan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Kepri masa bakti...

    Luar Biasa! Siswi Madrasah Ini akan Jadi Pembicara Forum WHO di Kanada

    Metrobatam, Yogyakarta - Salah satu siswi Madrasah Tsanawityah (MTs) Yapi Pakem Sleman, Monica (15) mendapat kesempatan menjadi pembicara pada World Health Organization (WHO) 8th...

    Soal Densus Tipikor, Menkum: Jangan sampai Saling Curi Kasus

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mendukung dibentuknya Densus Tipikor. Namun dia ingin pembentukan densus itu diatur jelas sehingga...
    BAGIKAN