Dari Indonesia, NASA Akan Kuak Misteri ‘Sisi Gelap’ Matahari

    solar-flare-june11-2014

    Metrobatam.com – Kala Bulan perlahan terlihat menutupi Matahari di langit Maba, Halmahera pada 9 Maret 2016, saat itulah hitungan mundur untuk para ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dimulai.

    Empat ilmuwan NASA yang dikirim ke Indonesia, khusus untuk mengamati gerhana matahari, akan memanfaatkan waktu singkat fase totalitas gerhana, yang durasinya hanya sekitar 3 menit 20 detik.

    Dalam presentasi di @amerika, Jakarta, ilmuwan Goddard Space Flight Center NASA, Nelson Reginald mengatakan, gerhana matahari total adalah kesempatan untuk mengamati korona matahari secara lebih jelas.

    Sebab, biasanya, korona kalah terang dari pancaran mentari sehingga tak terlihat kentara. Korona menarik bagi para ilmuwan karena diyakini menyimpan kunci sejumlah misteri.

    Di Indonesia NASA akan menggunakan imaging spectrograph of cornal electrons yang merupakan instrumen teknologi yang menggabungkan kamera polarisasi dengan spektograf yang dilengkapi empat filter yang melekat pada teleskop.

    “Untuk kali pertamanya kami menguji coba kamera polarisasi di Indonesia,” kata Reginald.

    ‘Sisi Gelap’ Matahari

    Sementara, ilmuwan NASA lainnya, Nat Gopalswamy mengatakan, Matahari punya arti penting untuk kehidupan makhluk Bumi.

    “Makanan dan bahan bakar bagi manusia ada berkat Matahari,” kata dia.

    Namun, Gopalswamy menambahkan, Sang Surya juga menyimpan potensi ancaman. “Ada sisi gelap Matahari,” kata dia.

    Salah satunya berupa lontaran massa korona atau coronal mass ejection (CME). Istilah populernya, badai matahari.

    Badai matahari atau solar flare (NASA)

    “CME bisa menimbulkan hal-hal negatif bagi kita. Memutus aliran listrik, komunikasi satelit, dan lainnya,” kata dia. “Sudah lama ada kekhawatiran soal dampak negatifnya bagi manusia,” kata dia.

    Maka dari itu, menurut Gopalswamy, penelitian korona saat gerhana matahari total memiliki arti penting.

    Namun, apakah ada potensi terjadinya CME saat gerhana?

    Gopalswamy mengatakan, saat gerhana terjadi, Matahari akan ditutupi Bulan. Jadi, jangan khawatir.

    Penelitian yang dilakukan NASA bekerja sama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

    Ilmuwan Lapan, Emanuel Sungging Mumpuni mengatakan, bukan kali ini saja para ahli dari Amerika Serikat datang untuk mengamati gerhana yang terjadi di Nusantara. Itu sudah dilakukan pada masa lalu, saat Tanah Air masih bernama Hindia Belanda.

    Pada Abad ke-20, sejumlah ekspedisi dilakukan. Termasuk, pada tahun 1926 dan 1939.

    “Mereka bahkan mempersiapkannya bertahun-tahun sebelum gerhana terjadi. Padahal belum ada pesawat ke Indonesia saat itu, peralatan berat observasi gerhana diangkut menggunakan kapal,” kata dia.

    Meski sama-sama berada di Maba, tim Lapan dan NASA memiliki fokus penelitian berbeda. NASA meneliti temperatur dan kecepatan spektrum di korona matahari, sementara Lapan mengamati spektrum di korona bagian bawah (lower corona).

    Sungging menambahkan, dalam sebuah penelitian sebelumnya, ditemukan sejumlah hal menarik terkait bintang dalam Tata Surya kita itu. Misalnya, ternyata ada kandungan besi dalam korona matahari — yang mirip dengan iron yang ada di Bumi.

    “Masih banyak misteri matahari yang belum kita ketahui,” kata dia.

    (lip6)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Fakta di Balik Pulangnya 51% Saham Freeport ke Pemerintah RI

    Metrobatam, Jakarta - Porsi saham pemerintah di PT Freeport Indonesia (PTFI) awalnya masih 9,36% lalu menjadi 51% usai ditandatanganinya Head of Agreement (HoA) antara...

    WHO Tetapkan Kecanduan Seks Sebagai Gangguan Kesehatan Mental

    Metrobatam, Jakarta - Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) baru saja menetapkan perilaku seksual kompulsif alias kecanduan seks sebagai gangguan kesehatan mental. Kecanduan...

    Pulau Jawa Terpilih Sebagai Pulau Terbaik Sedunia

    Metrobatam, Jakarta - Tiga pulau di Indonesia menduduki peringkat bergengsi dalam daftar 'Top 10 Islands in Asia 2018' versi situs wisata Travel and Leisure,...

    Sepakat Lepas 51 persen Saham, Ini Pernyataan Bos Besar Freeport

    Metrobatam, Jakarta - Freeport McMoRan telah sepakat untuk melepas 51% saham PT Freeport Indonesia kepada pemerintah Indonesia melalui PT Inalum (Persero). Kesepakatan melalui penandatanganan...

    Tekuk Inggris, Belgia Rebut Peringkat Tiga Piala Dunia 2018

    Saint-Petersburg - Belgia sukses merebut peringkat tiga di Piala Dunia 2018. Menghadapi Inggris di laga perebutan, The Rode Duivels menang 2-0. Bertanding di Saint-Petersburg Stadium,...

    Tank Medium Buatan Pindad Kebal Kena Ledakan TNT

    Metrobatam, Bandung - Satu unit medium tank buatan PT Pindad kebal diledakkan. Tank masih utuh meski diledakkan menggunakan bahan ledak TNT. Proses peledakan dilakukan PT...

    Buntut Transfer Ronaldo, Buruh Pabrik FIAT Akan Mogok Kerja

    Turin - Keputusan Juventus mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid diprotes buruh FIAT. Pekerja pabrik mobil itu akan melakukan mogok kerja. Juventus baru saja mendatangkan...

    Mardani Akui “Tunggangi” Aksi 212 untuk Menangkan Anies-Sandi

    Metrobatam, Jakarta - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera membeberkan salah satu strategi memenangkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilgub...

    RI Caplok 51% Saham Freeport, Ini Cadangan Emas dan Tembaganya

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan PT Inalum (Persero) sudah sepakat dengan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk meningkatkan kepemilikan saham hingga 51%....

    PAN Tak Mau Berspekulasi Prabowo Batal Nyapres

    Metrobatam, Jakarta - PAN tidak mau berspekulasi soal jadi-tidaknya Prabowo Subianto diusung Partai Gerindra sebagai calon presiden (capres). PAN akan tetap menjalin komunikasi dengan...

    Penyebar Hoaks Penganiayaan Ustaz Divonis 4 Bulan Penjara

    Metrobatam, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis empat bulan penjara 25 hari kepada Ahyad Saepuloh (28) dalam kasus memuat konten...

    Viral, Pemuda di NTB Nikahi Mayat Kekasihnya yang Tewas Akibat Kecelakaan

    Metrobatam, Dompu - Warga Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) digegerkan oleh seorang pemuda yang menikahi mayat kekasihnya. Ya, Sukardin hanya bisa pasrah dengan takdir...
    BAGIKAN