Metrobatam, Gunungkidul – Musim hujan menjadi berkah tersendiri bagi warga Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul. Ada tambahan protein gratis yang disediakan alam. Dengan catatan, tidak punya alergi khusus atau tidak risih melihatnya.

Protein gratis itu adalah ungkrung atau pupa ulat pohon jati. Orang Gunungkidul menyebutnya ungkrung. Di daerah lain ada juga yang menyebutnya ungker atau enthung.

Tak hanya dikonsumsi, keberadaan ungkrung ternyata turut mendongkrak perekonomian warga. Bukan tanpa alasan, hal itu dikarenakan harga jual ungkrung yang mencapai Rp 110 ribu per kilonya.

Melintasi jalan di Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul, detikcom mebdapati pemandangan unik. Banyak warga yang berkumpul di sekitar kebun yang ditumbuhi pohon jati. Mereka tampak sibuk membalik daun pohon jati yang jatuh ke tanah.

Tampak pula beberapa sedang sibuk membongkar bebatuan yang berada di sekitar pohon jati tersebut dengan sebuah batang kayu. Selanjutnya, setelah mendapat benda berukuran kecil, mereka langsung memasukkan ke sebuah plastik.

Penasaran dengan apa yang dilakukan orang-orang itu, detikcom pun mencoba mendekatinya. Ternyata mereka tengah mencari pupa ulat jati atau yang lebih dikenal masyarakat Gunungkidul dengan sebutan ungkrung.

Ada ribuan atau bahkan jutaan ungkrung. Ungkrung-ungkrung tersebut semula memakan daun-daun jati yang tumbuh seiring turunnya hujan. Dalam proses metamorfosanya, ungkrung kemudian akan turun ke tanah untuk ‘bertapa’ menjadi pupa.

Pada saat itulah warga akan mengambilinya. Diutamakan yang diambil adalah ungkrung atau yang sudah menjadi pupa, namun kadang-kadang masih bercampur ulatnya. Pasti tetap saja ada ungkrung yang terlewat dan selamat, selanjutnya akan menjadi kupu-kupu yang akan bertelur di daun jati berikutnya.

Dijelaskan Tukem (40), warga Dusun Rejosari, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul bahwa sejak jam 6 pagi ia sudah mencari ungkrung. Menurutnya, hal itu memang kerap ia lakukan saat musim hujan khususnya di akhir tahun seperti saat ini.

“Ini pas senggang waktu saja. Kerjaan di ladang sudah selesai, saya cari ungkrung di sini. Setiap tahun pasti cari ungkrung, karena keluarnya setahun sekali,” kata Tukem, Rabu (19/12) sore.

Meskipun mencari sejak pagi hari, jumlah ungkrung yang didapat Tukem tidak menentu. Mengingat banyak warga yang mencari ungkrung seperti dirinya.

“Kalau nyari ungkrung gini harus seharian, ini saja baru dapat sedikit, paling tidak sampai satu kilogram. Tapi biasanya kalau cermat yang nyari dalam sehari bisa dapat satu kilo, itu pun campur sama ulat jati,” ujarnya.

Menurut Tukem, ulat jati berwarna hitam itu ia ambil karena jika didiamkan akan berkembang menjadi ungkrung. Selain itu, apabila sudah berjumlah banyak, ungkrung-ungkrung tersebut akan diolah dijadikan lauk makan yang kaya protein.

“Kalau saya ungkrungnya dimakan sendiri, nggak dijual. Biasanya dibacem dulu terus digoreng, rasanya gurih. Tapi kalau tidak cocok (makan ungkrung) bisa bidhuren (alergi kulit),” katanya.

Berbeda dengan Tukem, Maryati (30), Warga Dusun Sukuran, Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul mengaku mencari ungkrung untuk mengisi waktu luang. Selain mengisi waktu luang, ungkrung yang diperolehnya terkadang ia jual kembali.

“Ya kalau dapatnya banyak saya jual, kan harganya untuk satu kilo itu Rp 110 sampai Rp 120 ribu, itu mentah lho. Jadi bisa untuk tambah-tambah pemasukan juga, tapi ya kalau dapat banyak,” ujarnya.

Tampak dalam berburu ungkrung tersebut Maryati turut mengajak anaknya, dengan teliti ia bersama anaknya mencari ungkrung dan setelah dapat dimasukkan ke dalam plastik berwarna bening.

Ditambahkan Maryati, apabila ungkrung yang didapatkannya berjumlah sedikit, ia akan mengolahnya untuk dimakan anggota keluarganya yang sebagian besar menyukai olahan ungkrung.

“Saya ini sebenarnya alergi kalau makan ungkrung, tapi suka nyari ungkrung. Biasanya kalau dapat sedikit itu saya masak, bisa dimasak dengan bumbu bawang putih dan garam, atau dibacem terus digoreng,” kata Maryati. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Debat Ibarat MotoGP, TGB Sebut Jokowi Menyalip di Tikungan

Metrobatam, Jakarta - Politikus Golkar Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi alias TGB menilai capres nomor urut 01 Joko Widodo lebih unggul dari capres...

Puting Beliung di Aceh Terbangkan 21 Atap Rumah

Metrobatam, Aceh - Angin puting beliung yang menerjang Aceh pada Senin (18/2) mengakibatkan 21 atap rumah penduduk di desa Pante Raya Timur dan Wih...

Liga Italia: Roma Atasi Bologna 2-1

Roma - AS Roma memetik poin penuh kala menjamu Bologna di lanjutan Liga Italia. Giallorossi menang tipis dengan skor 2-1 atas tim tamu. Dalam pertandingan...

Video Bajing Loncat Beraksi saat Siang Hari Jadi Viral

Metrobatam, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan aksi kawanan bajing loncat tengah beraksi di siang bolong tertangkap kamera di Jalan Krenceng-Cigading, Cilegon, Banten. Dalam video yang...

Satu Keluarga Dibacok Tetangga, Ibu Hamil 7 Bulan Ikut Jadi Korban

Metrobatam, Palembang - Satu keluarga di Seberang Ulu 2 Palembang, Sumatera Selatan diserang oleh tetangganya sendiri. Akibatnya 5 orang mengalami luka, satu diantaranya sedang...

Piala FA: Babak I Chelsea Vs Man United 0-2

London - Paruh pertama laga babak kelima Piala FA antara Chelsea vs Manchester United sudah selesai. Untuk sementara, The Red Devils unggul 2-0. Dalam pertandingan...

Gelontorkan Insentif Ekspor Rp 57 T, RI Dapat Rp 90 T

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan insentif kepada pelaku industri berorientasi ekspor. Nilai insentif yang digelontorkan tercatat mencapai Rp 57,28 triliun...

Remaja Foto Tak Sopan di Depan Jenazah Neneknya, 10 Bulan Kemudian Meninggal

Pennsylvania - Pada Maret 2018 silam, wanita bernama Lexus Felton berfoto tak pantas di depan jenazah neneknya. Wanita asal Pennsylvania, AS itu foto tersenyum...

Bejat, Guru Agama Honorer Cabuli Belasan Murid

Metrobatam, Mamuju - Polisi menangkap pria berinisial AS (31) setelah diduga melakukan pencabulan terhadap belasan muridnya. AS merupakan guru agama dengan status tenaga honorer. "Tindak...

Debat Panas Jokowi Vs Prabowo, Ini Pemenangnya Menurut Netizen

Metrobatam, Jakarta - Debat pilpres kedua yang mempertemukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto ramai dibahas para pengguna media sosial alias netizen. Siapa lebih...

KPU Pastikan Jokowi Tak Pakai Earpiece saat Debat Capres

Metrobatam, Jakarta - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan membantah tudingan yang menyebut calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menggunakan alat...

SPP SMA/SMK di Jatim Gratis mulai Juli, Ini Rinciannya

Metrobatam, Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebut SPP SMA/SMK Negeri di Jatim akan gratis mulai Juli 2019. Khofifah pun merinci bagaimana penggratisan tersebut. Gubernur...