Diam Soal Rohingya, Suu Kyi Dikecam 5 Peraih Nobel Perdamaian

8914

Metrobatam, Jakarta – Lima perempuan peraih Nobel Perdamaian mendesak pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, ‘tak berdiam diri’ melihat ‘pembersihan eknik’ yang terjadi pada komunitas Muslim Rohingya di negara tersebut.

“Kami sangat terpukul, sedih dan khawatir menyaksikan sikap diam Anda atas kekejaman terhadap minoritas Rohingya … mereka dieksekusi, dihilangkan secara paksa, ditahan, diperkosa dan mengalami serangan seksual lainnya. Desa-desa mereka dibakar, warga sipil diserang yang membuat PBB menyatakannya sebagai pembersihan etnik,” kata lima peraih Nobel Perdamaian melalui surat terbuka kepada Aung San Suu Kyi.

Mereka menambahkan bahwa apa yang menimpa minoritas Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine adalah ‘serangan terhadap kemanusiaan’.

Kelima peraih Nobel Perdamaian yang mendesak Suu Kyi untuk angkat bicara dan membela hak-hak warga Rohingya adalah Mairead Maguire (perain Nobel Perdamaian 1976 dari Irlandia Utara), Joy Williams (1997, Amerika Serikat), Shirin Ebadi (2003, Iran), Leymah Gbowee (2011, Liberia) dan Tawakkol Karman (2011, Yaman).

Dalam dua pekan terakhir ratusan ribu warga Rohingya meninggalkan Rakhine ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari gelombang kekerasan menyusul serangan oleh milisi Rohingya terhadap pos-pos polisi pada akhir Agustus.

Aksi milisi tersebut dibalas dengan operasi militer yang oleh para pejabat Myanmar dikatakan sebagai ‘operasi pembersihan terhadap teroris’.

Suu Kyi menjadi pemimpin de facto Myanmar setelah partainya menang pemilu pada 2015. Ia memperjuangkan demokrasi di Myanmar yang membuatnya menjalani tahanan rumah selama bertahun-tahun.

Perjuangannya menegakkan demokrasi dan hak asasi manusia membuatnya diberi Hadiah Nobel Perdamaian pada 1991.

‘Berapa banyak lagi wargaRohingya yang tewas?’

Dalam pandangan lima perempuan penerima Nobel Perdamaian, Suu Kyi punya ‘tanggung jawab moral dan personal untuk menegakkan dan mempertahankan hak-hak warga negara’.

Pengungsi RohingaEPA Ratusan ribu wargaRohingya menyelamatkan diri menghindari gelombang kekerasan diRakhine.

“Berapa banyak lagi warga Rohingya yang harus tewas, berapa banyak lagi perempuan Rohingya yang diperkosa, berapa banyak lagi komunitas yang dilenyapkan sebelum Anda berbicara?” kata lima perempuan peraih Nobel Perdamaian.

“Diamnya Anda tidak sesuai dengan visi demokrasi yang Anda perjuangkan untuk negara Anda dan yang kami dukung selama bertahun-tahun.”

Kelima peraih Nobel Perdamaian mengatakan kepada Aung San Suu Kyi saatnya sekarang ‘untuk mengambil sikap atas krisis ini, memberi hak-hak kewarganegaraan secara penuh kepada orang-orang Rohingya, dan menghentikan persekusi terhadap warga sipil yang tak berdosa’.

Kelimanya juga mengutip pernyataan sesama peraih Nobel Perdamaian Desmond Tutu yang mengatakan kepada Suu Kyi ‘jika harga politis untuk menuju puncak kekuasaan adalah sikap yang diam, maka harga yang harus dibayar jelas sangat mahal’.

Sebelumnya peraih Nobel Perdamaian dan aktivis pendidikan untuk anak-anak, Malala, menyerukan Ang San Suu Kyi untuk mengambil tindakan nyata mengatasi krisis kemanusiaan di Rakhine untuk melindungi orang-orang Rohingya.

Sejak krisis terbaru pecah pada akhir Agustus, baru sekali Aung San Suu Kyi angkat bicara dan itu pun tidak secara spesifik menyebut pengungsian besar-besaran warga Muslim Rohingya dari Rakhine.

Melalui pernyataan tertulis, Suu Kyi mengatakan dirinya ‘sangat paham, lebih dari sebagian besar orang, apa makna kekurangan perlindungan hak asasi dan demokrasi’.

“Karena itu kami memastikan bahwa semua orang di negara kami mendapat perlindungan hak mereka, dan juga hak serta perlindungan politik, sosial, dan kemanusiaan,” kata Suu Kyi.

Dalam beberapa hari belakangan krisis memburuk, yang membuat pejabat PBB menyebut apa yang terjadi terhadap komunitas Rohingya adalah ‘jelas-jelas pembersihan etnik’.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

“Cetar” Akhir Tahun Bersama bright PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - Melanjutkan pelaksanaan PLN Fair yang digelar pada  Oktober, bright PLN Batam kembali memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat Batam. Program bright PLN...

BI: 239 Ribu Nasabah Kuasai 55,8 Persen Simpanan Perbankan

Metrobatam, Jakarta - Bank Indonesia menyebut sekitar 55,8 persen dana di perbankan dimiliki oleh 239 nasabah besar. Nasabah tersebut memiliki simpanan di perbankan rata-rata...

Resmi Jadi Boru Siregar, Kahiyang Dinasihati dan Diberi Makan

Metrobatam, Medan - Putri Presiden Jokowi, Kahiyang Ayu, usai menjalani prosesi adat dan resmi menjadi boru Siregar. Dia dan suaminya, Bobby Nasution pun dinasihati...

Tergusur Proyek Tol, Makam Ulama Tetap Utuh Meski Sudah Puluhan Tahun Dikubur

Metrobatam, Lampung - Pembongkaran makam terdampak proyek jalan Tol Sumatera dilakukan di Desa Sidokerto, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah. Warga pun dibuat geger...

Viral! Pengantin Pria di Bone Persembahkan 119 Cincin Emas kepada Mempelai Wanita

Metrobatam, Bone - Warga Bone, Sulawesi Selatan baru-baru ini dihebohkan dengan pernikahan pasangan pengantin di Desa Cumpiga, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Pasalnya, jika lazimnya pengantin...

Bebaskan Papua dari Kelompok Bersenjata, Petugas Perlu Dukungan Masyarakat Luas

Metrobatam, Timika – Kepala Kepolisian Daerah Papua Irjen Boy Rafli Amar mengajak seluruh komponen masyarakat di sana agar benar-benar dapat mewujudkan harapan menjadikan Papua...

Turnamen Badminton Tering Raya Terus Dipenuhi Penonton

Metrobatam.com, Batam - Pelaksanaan Open Turnamen Badminton Tering Raya terus dipenuhi penonton. Memasuki pertandingan hari ke-tiga, antusias penonton makin ramai saja. "Dari jadwal pertandingan yang...


wp booster error:
td_api_base::mark_used_on_page : a component with the ID: thumbnail is not set.

BI Tegaskan Transaksi Wajib Gunakan Rupiah

Metrobatam.com, Batam - Bank Indonesia menegaskan bahwa penggunaan mata uang asing untuk transaksi di Indonesia adalah perbuatan yang melanggar hukum. Termasuk untuk transaksi di...

DPRD Kepri Sepakati KUA dan PPAS Rancangan APBD Tahun 2018

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi dan DPRD Kepri akhirnya menyepakati Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA dan PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan...

Sidang Korupsi E-KTP, Nazaruddin Sebut Mantan Mendagri Gamawan Fauzi Kecipratan US$ 4,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin meyakini keterlibatan mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) periode 2009-2014, Gamawan Fauzi dalam korupsi pengadaan...

Kolega Imbau Setnov Cerita Soal Dugaan Korupsi e-KTP ke KPK

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan mengimbau Ketua DPR Setya Novantomenceritakan informasi seputar kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP kepada...

9 Pasangan Mesum dan Lesbian Terjaring Razia di Kota Palembang

Metrobatam, Palembang - Razia gabungan TNI, Polri bersama Satpol PP Kota Palembang merazia sejumlah penginapan dan tempat hiburan. Sebanyak sembilan pasangan mesum dan pasangan...
BAGIKAN