Didakwa sebagai Wadah Teroris dan Pendukung ISIS, Dana JAD Berasal dari Infaq Masjid

    Metrobatam, Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Jamaah Ansarut Daulah (JAD) sebagai kelompok atau wadah teroris yang kerap melakukan aksi teror di Indonesia. Dakwaan disampaikan jaksa dalam sidang JAD selaku terdakwa korporasi yang diwakili salah satu pengurusnya, Zainal Anshori.

    “Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berwewenang mengadili tersebut dalam hal tindak pidana terorisme yang dilakukan korporasi bertindak baik sendiri atau bersama menggunakan kekerasan menimbulkan teror,” kata Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

    Jaksa menjelaskan awal mula pembentukan JAD diinisiasi oleh Aman Abdurrahman di Lapas Nusakambangan pada 2014. Aman saat itu mengumpulkan para pengikutnya, antara lain Abu Musa, Zainal Anshori, dan Marwan.

    Aman kemudian menunjuk Zainal sebagai pemimpin untuk wilayah Jawa Timur karena mengetahui Zainal dan Marwan punya banyak pengikut di sana, terutama yang mendukung khilafah dan ISIS dengan pimpinannya Abu Bakar Al Baghdadi.

    “Maka perlunya membuat kekuatan jamaah di Indonesia sebagai pendukung khilafah Islamiyah yang mau bergabung. Sebagai umat muslim (Aman menyampaikan) wajib mendukung pimpinan Abubakar Al Baghdadi,” ujar Jaksa.

    Mendapat titah dari Aman, pada September 2015 Zainal kemudian mengumpulkan jamaahnya dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pertemuan di Malang, Jawa Timur itu dibahas dan dibentuk struktur beserta pengurus dengan tugasnya masing-masing. Marwan, yang merupakan salah satu pengikut setia Aman, kemudian memberi nama perkumpulan yang mewadahi jamaah-jamaah pendukung khilafah dan ISIS itu.

    “Wadah itu diberi nama oleh Marwan sebagai Jamaah Ansharut Daulah atau JAD untuk menampung khilafah yang banyak menyebar di Indonesia. Adapun tujuannya untuk mendukung Daulah Islamiyah di Suriah dengan melaksanakan dakwah dengan hijrah dan jihad,” ujar Jaksa.

    JAD dianggap bertanggungjawab atas serangkaian teror yang terjadi di berbagai daerah sejak awal 2016. Mulai dari teror bom Thamrin (Jakarta Pusat), Kampung Melayu (Jakarta Timur), hingga Gereja Ouikumen Samarinda (Kalimantan Timur).

    PN Jakarta Selatan kemudian menyatakan Aman terbukti bersalah menjadi dalang atau otak rentetan teror tersebut. Dia divonis hukuman pidana mati.

    Dalam sidang ini, Zainal selaku perwakilan terdakwa tak mengajukan nota keberatan atas dakwaan atau eksepsi. Hal ini diketahui setelah Majelis Hakim yang diketuai Aris Bawono bertanya pada Zainal.

    “Setelah mendengarkan dakwaan tersebut, saudara ingin mengajukan eksespi?” tanya Aris.

    Zainal kemudian berkoordinasi dengan kuasa hukumnya. Ia menyampaikan tidak akan mengajukan eksepsi atas dakwaannya. “Kami tidak akan ajukan keberatan, dan ada kekeliruan tentang penyebutan nama,” kata Zainal.

    Karena tak mengajukan eksepsi, Majelis Hakim kemudian melanjutkan sidang ke agenda berikutnya, yakni mendengarkan saksi-saksi yang dihadirkan.

    Pada sidang ini, Jaksa menghadirkan empat saksi dari anggota JAD, yakni Syaiful Mutakhit alias Abu Gar, Yadi Supriyadi alias Abu Akom, Joko Sugito, dan Iqbal Abdurrahman.

    Setelah ini, sidang dilanjut dengan pemeriksaan ahli untuk dimintai penjelasan mengenai korporasi.

    Berasal dari Infaq Masjid

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan empat saksi di dalam sidang pembubaran Jamaah Anshor Daulah (JAD) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

    Salah satu Amir dari Kalimantan Jamaah Anshar Daulah (JAD) Joko Sugito, menyebut JAD Kalimantan pernah memberikan uang untuk sebagai sumbangan infaq yang sesuai dengan instruksi pengurus pusat.

    Pernah mengirim, kalau enggak salah jumlahnya sekitar Rp1,5 juta,” ungkap Joko di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/7)

    Joko pun turut menceritakan bilamana dirinya yang ditunjuk sebagai amir mengakui ada perintah pengiriman uang. Uang tersebut berasal dari infaq di masjid. Ia pun menyebut uang yang dikirimkan variatif.

    Pengiriman uang dilakukan setidaknya 2 kali,” paparnya.

    Selain itu, Joko turut menceritakan mengenai kegitannya sebagai bagian dari JAD. Dimana ia menerima undangan acara Daulah Nasional yang melakukan berbait kepada khilafah. Dan setelah itu pun ia ditunjuk sebagai Amir JAD di Kalimantan.

    “Baiatnya iya. Kepada khalifah,” paparnya. (mb/cnn indonesia/okezone)

    Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    BERITA TERKINI

    Wadanpasmar 3 Terima Kunjungan Irjenal di Mako Pasmar 3

    Metrobatam.com, Sorong - Wakil Komandan Pasmar 3 Kolonel Marinir Soeharijadi terima kunjungan Inspektur Jenderal Dan Perbendaharaan Angkatan Laut (Irjenal) Laksda TNI Djoko Erwan P,...

    BKN Tetapkan 5 Lokasi Tes CPNS di Wilayah Provinsi Kepri

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan 5 lokasi sebagai tempat tes CPNS tahun 2018 di wilayah Provinsi Kepulauan Riau. "Penetapan kelima lokasi...

    Kapolres Karimun Beri Penghargaan 19 Personel Polres

    Metrobatam.com, Karimun, Kepri - Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya memberikan penghargaan kepada 19 personel Polres karena dinilai telah berhasil mengungkap sejumlah kasus criminal, mulai...

    Naik 8%, Ini Perkiraan UMP 2019 di 34 Provinsi

    Metrobatam, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri menetapkan upah minimum provinsi (UMP) 2019 naik 8,03%. Kenaikan UMP di setiap provinsi akan diumumkan serentak...

    Prabowo ‘The Winter Soldier’, PKB: Mana Laku, Indonesia Tak Bersalju

    Metrobatam, Jakarta - PKB mengatakan capres Prabowo Subianto yang didoakan seperti 'The Winter Soldier' tak akan laku di Indonesia. Alasannya, tak pernah ada salju...

    Dapat Teguran Keras dari Jokowi, Ini Tanggapan BPJS Kesehatan

    Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi teguran keras pada BPJS Kesehatan karena dirinya harus mengurus langsung pembayaran utang rumah sakit dalam program...

    F1QR Lantamal IV Kembali Tangkap Terduga Pelaku Pencurian di Kapal SL. Lay Vessel 108

    Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Unit I Kejahatan dan Kekerasan di Laut (Jatanrasla)...

    Refleksi Hari Pangan Sedunia, Abdul Basyid Has Sebut Marwah Bangsa Indonesia

    Metrobatam.com, Batam - Abdul Basyid Has, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI periode 2018-2024 daerah pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) memberi catatan kritis terkait...

    Tol Trans Jawa Ditargetkan Rampung Akhir November 2018

    Metrobatam, Solo - Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengatakan ruas tol trans Jawa ditargetkan akan selesai pembangunan fisik akhir November 2018. Diharapkan akhir...

    Tabloid Bola Tutup, Netizen Kenang Saat Bokek hingga Taruhan

    Metrobatam, Jakarta - Warganet mencuitkan kesedihan mereka terkait dengan rencana penutupan Tabloid Bola pekan depan. #TerimaKasihTabloidBola pun menjadi cuitan yang banyak diperbincangkan di media...

    Miris, Bocah 7 Tahun Pengungsi Gempa Palu Dicabuli 3 Pemuda, Ini Kronologisnya

    Metrobatam, Makassar - Pencabulan anak di bawah umur menimpa, HS (7), bocah perempuan yang masih duduk di bangku kelas 1 sekolah dasar (SD). Miris,...

    Kevin/Marcus Tambah Wakil Indonesia di Babak Kedua

    Metrobatam, Jakarta - Wakil Indonesia di babak kedua Denmark Terbuka 2018 bertambah. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menambahnya dari nomor ganda putra. Kevin/Marcus mengalahkan pasangan...
    SHARE