Metrobatam, Jakarta – Cawapres Sandiaga Uno angkat bicara ihwal ratusan ribu hektare tanah yang dikelola Prabowo Subianto. Sandi mengatakan lahan yang dikelola Prabowo banyak dikelola untuk membuka banyak lapangan kerja.

Lahan yang dikelola Prabowo di Aceh misalnya, Sandi mengungkapkan banyak digunakan aktivis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk meningkatkan ekonomi mereka. “Lahan yang dikelola beliau banyak dikelola membuka lapangan kerja. Lahan di Aceh misalnya, banyak digunakan aktivis GAM untuk meningkatkan ekonomi mereka,” kata Sandi kepada wartawan di Karawang, Jawa Barat, Senin (18/2).

Meski begitu, menurut Sandi, Prabowo bersedia mengembalikan tanah-tanah tersebut jika negara meminta. “Saya yakin bahwa kapan pun negara ambil alih HGU (Hak Guna Usaha) tersebut. Pak Prabowo bersedia karena Prabowo sangat patriotik dan nasionalis,” ujar Sandi.

Luasnya tanah yang dikelola Prabowo, dia menjelaskan, bukanlah hal yang aneh. Menurut Sandi, wajar jika seorang warga negara memegang konsesi tanah negara. “Bahkan waktu saya jadi pengusaha, lahan yang saya kuasai lebih banyak (dari Prabowo),” katanya.

Menurut Pasal 28 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Pokok-pokok Agraria (UUPA), hak guna usaha (HGU) adalah hak khusus untuk mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara untuk perusahaan pertanian, perikanan, atau peternakan.

Sandi tak menduga jika topik pengelolaan tanah negara bakal ikut dibahas dalam debat Pilpres kedua. “Sebenarnya kami tidak menyiapkan jawaban itu. Karena tidak diperbolehkan untuk secara pribadi dan sudah disepakati. Tapi karena itu keluar, Pak Prabowo menyatakan jika lahan itu digunakan untuk membuka lapangan kerja,” tutur Sandi.

Perusahaan Prabowo Bermasalah

Irwandi Yusuf menyebut perusahaan Prabowo Subianto di Aceh bermasalah. Irwandi menyebut Prabowo sudah memiliki perusahaan tersebut sebelum dirinya menjabat Gubernur Aceh.

“Belum (dimiliki Prabowo waktu itu). Akhirnya dibeli Prabowo menjadi PT Tusam Hutani Lestari,” ujar Irwandi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (18/2).

PT Tusam Hutani Lestari, menurut Irwandi bermasalah yang menurutnya terjadi sebelum dia menjabat Gubernur Aceh pada 2017.

“Nggak tahu (kapan perusahaan itu diambil alih Prabowo), sebelum aku jadi Gubernur Aceh. (Luas lahannya) 120 ribu hektare, sekarang mungkin yang aman 100 ribu hektare. Gede lho,” ucapnya.

“Sudah bermasalah, pabrik KKA (Kertas Kraft Aceh)-nya bermasalah, hutannya bermasalah. Masa aku (menjabat) masih ada penebangan-penebangan. Tahun pertama dan kedua tapi kuberhentikan. Kok banyak ditebang tapi yang lama-lama ditebang kok masih botak, nggak ditanam. Mau diajukan perpanjangan izin, nggak aku teken,” ucap Irwandi.

Irwandi kini berstatus sebagai terdakwa bersama Teuku Saiful Bahri, dan Hendi Yuzal. Irwandi didakwa menerima suap Rp 1 miliar dari Bupati Bener Meriah Ahmadi. Uang itu, disebut jaksa, dimaksudkan agar Irwandi Yusuf menyetujui program pembangunan dari DOKA pada 2018. Irwandi menerima uang tersebut melalui Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Selain itu, Irwandi didakwa menerima gratifikasi Rp 41,7 miliar selama menjabat Gubernur Aceh. Irwandi menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 dan periode 2017-2022.

Sedangkan persoalan tentang lahan tersebut memang tengah menjadi bahasan setelah dilontarkan Jokowi dalam debat semalam di The Sultan Hotel. Jokowi membeberkan tentang lahan yang dimiliki Prabowo saat ditanya Prabowo tentang pembagian sertifikat tanah. Prabowo mengakui memiliki lahan tersebut tetapi dalam Hak Guna Usaha (HGU). Dia pun mengaku siap mengembalikan tanah tersebut apabila dibutuhkan negara.

Sementara Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria membantah pernyataan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf yang menyebut perusahaan milik capres Prabowo Subianto, PT Tusam Hutani Lestari, di Aceh bermasalah. Riza menyebut Irwandi tidak tahu-menahu soal masalah perusahaan tersebut.

“Itu kan Pak Irwandi tidak mengerti dan memahami, itu kan diperoleh dan didapatkan bukan pada saat Pak Irwandi sebagai gubernur, jauh sebelum itu,” ujar Riza saat dimintai konfirmasi, Minggu (18/2).

Riza menegaskan yang mengerti masalah kepemilikan dan pengelolaan lahan PT Tusam Hutani Lestari adalah gubernur Aceh sebelum Irwandi menjabat.

“Pak Irwandi itu kan gubernur yang baru terpilih dan kena kasus, dan sekarang ditahan KPK. Jadi bukan yang mengeluarkan dan mengerti soal lahan HGU milik Prabowo, jadi itu salah,” tegas Riza.

Riza juga menegaskan tidak ada masalah dengan 120 ribu hektare lahan yang dikelola PT Tusam Hutani Lestari. Prabowo pun dikatakannya selalu taat terhadap mekanisme yang ada.

“Masalahnya apa, nggak ada itu salah, terkait lahan yang di Aceh maupun di Kalimantan Timur itu nggak ada masalah. Justru Pak Prabowo mendapatkan lahan HGU itu kan melalui proses dan mekanisme, nggak ada mendapatkan lahan tanpa proses mekanisme dan aturan, semua telah memenuhi syarat dan prosedur daripada lahan tersebut,” katanya. (mb/detik/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...

Cegah Politik Uang, Polisi Lakukan Patroli pada Masa Tenang

Metrobatam.com, Jakarta - Polisi turut melakukan patroli bersama pengawas pemilu untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi pada masa tenang Pemilu 2019. "'H-1' ini kami...

Liga Champions : Juventus Disingkirkan Ajax Amsterdam

Metrobatam.com, Turin - Juventus kalah 1-2 dari Ajax Amsterdamdalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Selasa (16/4/2019) waktu setempat atau Rabu dini hari...

Liga Champions : Manchester United Tumbang di Kandang Barcelona

Metrobatam.com, Bercelona - Manchester United harus mengakui keunggulan Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Kalah di dua leg, Ole Gunnar Solskjaer mengakui level Barcelona memang...

Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pembukaan Jalan di Singkep Selatan

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri berkunjung ke Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kunjungan dalam rangka meninjau pembukaan akses...

Koramil 01 Tanjungpinang Telah Kawal Pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan melalui Babinsa se Koramil 01 Tanjungpinang telah mengawal pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS se Kota Tanjungpinang...

Sekda Kepri Lepas Atlet Korpri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 51 atlit yang akan mengikuti Pekan Olah Raga Korpri tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 secara resmi dilepas Sekretaris Daerah H...

Kunjungan Bupati Lingga, Bawa Angin Segar di Pancur

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri lakukan kunjungan kerja di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Senin (15/04/2019). Dalam kunjungannya, bupati membawa angin...