Dilaporkan Eggi Sudjana, Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya

4476

Metrobatam, Jakarta – Franz Magnis-Suseno angkat bicara soal laporan Eggi Sudjana terhadap dirinya. Budayawan itu menyatakan tak akan menarik ucapannya soal Eggi Sudjana yang menjadi pemicu laporan tersebut.

Eggi Sudjana, Selasa (10/10), melaporkan balik orang-orang yang melaporkan dirinya ke Bareskrim Polri. Laporan Eggi diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Arvid Saktyo kuasa hukum Eggi mengatakan kliennya melaporkan karena merasa nama baiknya dilecehkan. Para pelapor tersebut, menurut Arvid, gagal memahami perkataan Eggi di Mahkamah Konstitusi soal keesaan Tuhan yang menjadi dasar sekaligus bukti laporan para pelapor Eggi.

Adapun soal Romo Magnis, yang bersangkutan dilaporkan terkait dengan pernyataannya di sebuah media massa yang menyebut Eggi bodoh.

Merespons itu, Romo Magnis mengatakan tidak akan menarik kata-kata yang dia ucapkan terkait Eggi Sudjana. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan ucapannya mengenai Eggi Sudjana.

“Saya tidak peduli. Terserah jika Pak Eggi lapor ke polisi. Yang saya katakan sudah jelas dan akan saya pertahankan. Saya anggap (pernyataan saya) itu sudah tepat,” kata Romo Magnis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/10).

Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini mengaku tak tahu apa motif lain dari laporan Eggi terhadap dirinya. “Tetapi kalau maksudnya untuk mengintimidasi, dia tak akan berhasil melakukan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Romo Magnis juga mengatakan tidak memiliki persiapan khusus menyikapi laporan Eggi ke polisi. Dia menyatakan siap mengikuti proses hukum jika laporan itu ditindaklanjuti.

Romo Magnis adalah budayawan yang cukup dikenal publik. Pada 13 Agustus 2015, Romo Magnis mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi Romo Magnis di bidang kebudayaan.

Selain dikenal sebagai budayawan, Romo Magnis juga merupakan seorang rohaniwan Katolik, cendekiawan, dan aktivis sosial.

Sebagai cendekiawan, Romo Magnis telah menghasilkan sejumlah buku dengan beragam tema. Tulisannya juga tersebar di berbagai media massa dan jurnal ilmiah.

Romo Magnis juga aktif mendukung kampanye dan gerakan yang terkait dengan kemanusiaan. Dia lahir di Eckersdorf, Silesia, Polandia, 26 Mei 1936 dan datang ke Indonesia pada 1961.

Tolak Disamakan dengan Ahok

Sementara Eggi Sudjana menyebut dirinya tak sama dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meski sama-sama dilaporkan dengan pasal penodaan agama. Eggi dilaporkan dengan pasal 156 a KUHP. Pasal itu juga yang telah menjerat Ahok pada Mei lalu.

Menyikapi kesamaan itu, Eggi mengatakan dirinya sama sekali tak ada niat untuk menodai agama apapun terkait ucapannya di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

“Beda, saya tidak ada niat menista agama, saya justru membela, saya tidak mau ada perpecahan di Indonesia,” kata Eggi di Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (10/10).

Perbedaan lain adalah profesinya sebagai seorang pengacara. Sebagai pengacara, kata Eggi, dirinya memiliki imunitas atas ucapannya, baik yang dilontarkan di dalam atau di luar persidangan.

“Saya pengacara, dia Gubernur. Ahok tidak punya kekebalan hukum. Makanya beda, lagi pula saya mengatakan itu tidak dalam konteks menista agama,” ujar Eggi.

Lebih lanjut, Eggi pun menyatakan tidak terima jika dirinya disebut-sebut menista agama. Menurunya, jelas sekali posisinya saat itu adalah sebagai pengacara yang sedang memeperjuangkan agar Perppu tentang Ormas dicabut.

Dalam pemikirannya, Perppu Ormas itu tidak ramah terhadap kepercayaan atau ideologi apapun selain Islam.

“Kan yang mengajarkan Tuhan itu Esa hanya Islam, coba diresapi saya tidak maksud melecehkan agama apapun,” kata dia.

Eggi sendiri lewat kuasa hukumnya Arvid Saktyo telah melaporkan balik sejumlah pihak yang melaporkan dirinya. Ada delapan orang yang dilaporkan, di antaranya Effendi Hutaean, Pariadi, Suresh Kumar, Yohannes L Tobing, Norman Sophan, Hengky Suryawan, hingga budayawan Franz Magnis Suseno.

Laporan Eggi telah diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Alasan Eggi melaporkan orang-orang itu karena merasa dilecehkan nama baiknya. Arvid mengatakan, mereka yang dilaporkan gagal paham dengan perkataan kliennya saat di Mahkamah Konstitusi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
BAGIKAN