Dilaporkan Eggi Sudjana, Romo Magnis Tolak Tarik Ucapannya

4493

Metrobatam, Jakarta – Franz Magnis-Suseno angkat bicara soal laporan Eggi Sudjana terhadap dirinya. Budayawan itu menyatakan tak akan menarik ucapannya soal Eggi Sudjana yang menjadi pemicu laporan tersebut.

Eggi Sudjana, Selasa (10/10), melaporkan balik orang-orang yang melaporkan dirinya ke Bareskrim Polri. Laporan Eggi diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Arvid Saktyo kuasa hukum Eggi mengatakan kliennya melaporkan karena merasa nama baiknya dilecehkan. Para pelapor tersebut, menurut Arvid, gagal memahami perkataan Eggi di Mahkamah Konstitusi soal keesaan Tuhan yang menjadi dasar sekaligus bukti laporan para pelapor Eggi.

Adapun soal Romo Magnis, yang bersangkutan dilaporkan terkait dengan pernyataannya di sebuah media massa yang menyebut Eggi bodoh.

Merespons itu, Romo Magnis mengatakan tidak akan menarik kata-kata yang dia ucapkan terkait Eggi Sudjana. Menurutnya, tidak ada yang salah dengan ucapannya mengenai Eggi Sudjana.

“Saya tidak peduli. Terserah jika Pak Eggi lapor ke polisi. Yang saya katakan sudah jelas dan akan saya pertahankan. Saya anggap (pernyataan saya) itu sudah tepat,” kata Romo Magnis saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (10/10).

Pendiri Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Jakarta ini mengaku tak tahu apa motif lain dari laporan Eggi terhadap dirinya. “Tetapi kalau maksudnya untuk mengintimidasi, dia tak akan berhasil melakukan itu,” ujarnya.

Lebih jauh, Romo Magnis juga mengatakan tidak memiliki persiapan khusus menyikapi laporan Eggi ke polisi. Dia menyatakan siap mengikuti proses hukum jika laporan itu ditindaklanjuti.

Romo Magnis adalah budayawan yang cukup dikenal publik. Pada 13 Agustus 2015, Romo Magnis mendapat penghargaan Bintang Mahaputra Utama dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan itu merupakan bentuk pengakuan pemerintah atas kontribusi Romo Magnis di bidang kebudayaan.

Selain dikenal sebagai budayawan, Romo Magnis juga merupakan seorang rohaniwan Katolik, cendekiawan, dan aktivis sosial.

Sebagai cendekiawan, Romo Magnis telah menghasilkan sejumlah buku dengan beragam tema. Tulisannya juga tersebar di berbagai media massa dan jurnal ilmiah.

Romo Magnis juga aktif mendukung kampanye dan gerakan yang terkait dengan kemanusiaan. Dia lahir di Eckersdorf, Silesia, Polandia, 26 Mei 1936 dan datang ke Indonesia pada 1961.

Tolak Disamakan dengan Ahok

Sementara Eggi Sudjana menyebut dirinya tak sama dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meski sama-sama dilaporkan dengan pasal penodaan agama. Eggi dilaporkan dengan pasal 156 a KUHP. Pasal itu juga yang telah menjerat Ahok pada Mei lalu.

Menyikapi kesamaan itu, Eggi mengatakan dirinya sama sekali tak ada niat untuk menodai agama apapun terkait ucapannya di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

“Beda, saya tidak ada niat menista agama, saya justru membela, saya tidak mau ada perpecahan di Indonesia,” kata Eggi di Bareskrim Polri, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Selasa (10/10).

Perbedaan lain adalah profesinya sebagai seorang pengacara. Sebagai pengacara, kata Eggi, dirinya memiliki imunitas atas ucapannya, baik yang dilontarkan di dalam atau di luar persidangan.

“Saya pengacara, dia Gubernur. Ahok tidak punya kekebalan hukum. Makanya beda, lagi pula saya mengatakan itu tidak dalam konteks menista agama,” ujar Eggi.

Lebih lanjut, Eggi pun menyatakan tidak terima jika dirinya disebut-sebut menista agama. Menurunya, jelas sekali posisinya saat itu adalah sebagai pengacara yang sedang memeperjuangkan agar Perppu tentang Ormas dicabut.

Dalam pemikirannya, Perppu Ormas itu tidak ramah terhadap kepercayaan atau ideologi apapun selain Islam.

“Kan yang mengajarkan Tuhan itu Esa hanya Islam, coba diresapi saya tidak maksud melecehkan agama apapun,” kata dia.

Eggi sendiri lewat kuasa hukumnya Arvid Saktyo telah melaporkan balik sejumlah pihak yang melaporkan dirinya. Ada delapan orang yang dilaporkan, di antaranya Effendi Hutaean, Pariadi, Suresh Kumar, Yohannes L Tobing, Norman Sophan, Hengky Suryawan, hingga budayawan Franz Magnis Suseno.

Laporan Eggi telah diterima dengan nomor laporan LP/103/X/2017/Bareskrim tertanggal 10 Oktober 2017.

Alasan Eggi melaporkan orang-orang itu karena merasa dilecehkan nama baiknya. Arvid mengatakan, mereka yang dilaporkan gagal paham dengan perkataan kliennya saat di Mahkamah Konstitusi. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pemerintah Pusat Bantu Rp7 Miliar untuk Pembangunan Ulang Pasar Induk Batam

Metrobatam.com, Batam - Kementerian Perdagangan RI siap membantu Rp 7 miliar untuk pembangunan Pasar Induk Jodoh. Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan anggaran tersebut merupakan...

Pemerintah Telurusi Penjual Pulau Indonesia di Situs Online

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah bakal menelusuri situs online privateislandsonline.com yang menjual pulau di Indonesia. Di situs itu ada dua pulau di Indonesia yang ditawarkan. Adapun...

Konsumen Unggah Video “Ricuh”, Pengembang Proyek Reklamasi Rugi Rp100 M

Metrobatam, Jakarta - Perusahaan pengembang di proyek Reklamasi disebut mengalami kerugian sekitar Rp100 miliar karena video yang diunggah oleh konsumen. Hal itulah yang menjadi...

Tiga Dokter Menolak Jadi Saksi Meringankan Bimanesh

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan, tiga dokter yang sedianya diperiksa hari ini menolak menjadi saksi yang meringankan untuk dokter Rumah Sakit...

Pemerintah Akhirnya Bolehkan Kapal Cantrang Melaut Kembali

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah akhirnya memperbolehkan kapal-kapal cantrang milik nelayan kembali beroperasi di laut Indonesia. Keputusan tersebut didapat usai adanya pertemuan antara nelayan dengan Presiden...

Selama di Liga Super China Tevez Dibayar Rp4 Juta per Detik

Metrobatam, Jakarta - Carlos Tevez bisa jadi salah satu pembelian tergagal di kompetisi sepak bola profesional di dunia. Tevez didatangkan Shanghai Shenhua musim lalu...

Bantu Atasi Kesedihan, PM Inggris Tunjuk Menteri Kesepian

Metrobatam, Jakarta - Perdana Menteri Inggris Theresa May berupaya mengatasi kesedihan yang kerap dialami warganya dengan menunjuk seorang menteri urusan kesepian, Rabu (17/1). "Bagi banyak...

Sanchez Dikabarkan Sudah Sepakat dengan MU, Kini Tunggu Keputusan soal Mkhitaryan

London - Alexis Sanchez kabarnya sudah menyepakati transfer ke Manchester United. Kini tinggal menantikan bagaimana negosiasi MU dan Arsenal untuk Henrikh Mkhitaryan. Kontrak Sanchez di...

Puluhan Ponsel Disita Petugas Dalam Razia di Lapas Nusakambangan

Metrobatam, Cilacap - Tim gabungan menyita puluhan handphone, alat pemancar sinyal dan sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mengkonsumsi narkoba. Sejumlah barang tersebut disita...

Hina Polisi di Medsos, Taruna Pelayaran di Sulsel Ditangkap

Metrobatam, Gowa - Febri (22), taruna sekolah pelayaran di Palopo, Luwu, Sulawesi Selatan dibekuk polisi. Dia ditangkap karena menghina institusi Polri di Medsos. Timsus Polda...

Copa Del Rey: Dramatis, Sevilla Kalahkan Atletico 2-1

Madrid - Sevilla berhasil mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di leg pertama perempatfinal Copa del Rey. Tertinggal lebih dulu, Sevilla membalas dua gol di 10...

Polisi Buru Pemilik Akun Medsos yang Ancam Tembak Jokowi

Metrobatam, Solo - Aparat Polresta Surakarta tengah memburu pemilik akun Twitter yang mencuitkan kalimat provokasi. Akun bernama @AchmadBassrofi itu melontarkan kata-kata bernada ancaman kepada...
BAGIKAN