Metrobatam, Jakarta – Saat duka nestapa atas tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 masih menyelimuti keluarga korban, maskapai berlogo singa terbang itu kembali berulah. Ya, Lion Air dengan nomor penerbangan JT-633 rute Bengkulu-Jakarta baru-baru ini menyenggol tiang koordinat di depan gerbang ruang VIP Bandara Fatmawati-Soekarno, Bengkulu.

Insiden kecelakaan itu terjadi pada Rabu 7 November 2018 lalu sekira pukul 18.21 WIB. Saat itu pesawat baru saja taxi out dari parkiran bandara menuju runway untuk lepas landas (take off).

   

Peristiwa ini menyebabkan sayap bagian kiri sayap pesawat rusak cukup parah. Imbasnya, ratusan penumpang terpaksa diturunkan kembali menuju ruang tunggu.

Terkait insiden ini, anggota Komisi V DPR RI, Bambang Haryo Soekartono meminta pemerintah bertindak tegas kepada maskapai Lion Air. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai regulator transportasi penerbangan menurutnya harus bernyali mencabut izin operasional maskapai tersebut. Sebab, Bambang melihat adanya keteledoran dari mereka dalam melaksanakan prosedur keselamatan yang telah ditetapkan.

Kalau enggak bisa memenuhi standarisasi keselamatan yang benar, daripada mengorbankan nyawa publik, ya terpaksa harus dicabut (izin operasional Lion Air-red),” kata Bambang kepada Okezone di Jakarta, Jumat (9/11).

Ia menganggap adanya unsur kesengajaan dari Lion Air, sehingga mereka tidak memerhatikan regulasi keselamatan penumpang sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. Kemenhub lanjutnya, diminta ketegasannya dalam menjatuhkan sanksi kepada Lion Air.

Sayap Lion Air

Berarti, Menhub sebagai yang bertanggungjawab penuh kepada keselamatan transportasi penerbangan sesuai dengan Undang-Undang itu harus memberikan suatu teguran keras atau sanksi yang keras kepada Lion Air karena sudah tidak mengacu kepada standar keselamatan,” tegasnya.

Menurutnya, jika Lion Air tetap diberikan izin beroperasi oleh pemerintah tanpa membenahi kesalahannya, maka hal itu sama saja mengancam nyawa masyarakat ketika mereka tetap memilih maskapai murah sebagai alat transportasi udara baik untuk wilayah domestik maupun internasional. Padahal di satu sisi, negara memiliki kewajiban untuk melindungi setiap penumpang yang dari ancaman kecelakaan.

Bila terus menerus seperti ini sangat membahayakan nyawa publik. Keselamatan nyawa publik atau penumpang harus dilindungi oleh negara,” tuntasnya.

Sebelumnya, Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro meminta maaf atas insiden yang terjadi di Bandara Fatmawati-Soekarno itu.

“Lion Air menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penumpang atas ketidaknyamanan yang timbul. Terkait kondisi yang terjadi, Lion Air saat ini telah mengirimkan tim guna pemeriksaan terhadap pesawat tersebut,” kata Mandala dalam keterangan tertulis yang diterima kemarin. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Cegah Wabah DBD, Danramil 02/Bintim Goro Bersihkan Lingkungan Warga

Metrobatam.com, Bintan - Danramil 02/Bintim, Lettu Inf Aswandi, didampingi seluruh Babinsa Koramil 02/Bintan Timur (Bintim) turun langsung membersihkan parit RT 01 RW VIII Kelurahan...

Dinkesdalduk KB Tanjungpinang Siapkan Posko Kesehatan di Lokasi Banjir

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Kota Tanjungpinang menyiapkan posko kesehatan di lokasi banjir Teluk Keriting yang berdekatan...

Warga Dompak Temukan Motor Tergeletak di Semak Belukar

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Telah ditemukan motor Scoopy warna dengan nomor polisi BP 2949 XX di dalam semak belukar di Kelurahan Dompak, RT 05/RW 04,...

Wako Tanjungpinang Buka Mubes VI Perserikatan Sosial Minang Maimbau

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Perserikatan Sosial Minang Maimbau (PSMM) menggelar Musyawarah Besar VI di Aula Bulang Linggi, Sabtu (19/1). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh...

Nurdin Basirun Tinjau Pembangunan Kawasan Gurindam 12

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun melakukan peninjauan terkait progres pembangunan kawasan Gurindam 12, di Tepi Laut, Tanjungpinang, Jumat (18/1). Dirinya berharap...

Wanita Asal Indonesia yang Dibunuh di Malaysia Bernama Jamilah

Metrobatam.com, Malaysia - Polisi Malaysia masih mencari pelaku pembunuhan terhadap wanita asal Indonesia yang ditemukan tewas dalam kontrakannya di Taman Universiti, Seri Kembangan, Malaysia....

Jangan Remehkan Sakit Flu, Karena Bisa Sebabkan Kematian

Metrobatam.com - Virus flu bisa kita dapatkan dari mana saja. Terutama jika berada di lingkungan yang padat, melakukan perjalanan panjang, dan ketika sistem kekebalan tubuh melemah. Penyakit...

Seorang Wanita Asal Indonesia Dibunuh di Malaysia

Metrobatam.com, Malaysia - Seorang wanita asal Indonesia dibunuh di rumah kontrakannya yang terletak di Taman Universiti, Seri Kembangan, Malaysia. Kepolisian setempat menahan 4 teman serumah...

Oknum Wartawan Jadi Tukang Peras, LPDS Sebut Hal Itu Telah Cederai KEJ

Metrobatam.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Lembaga Pers Dr Soetomo (LPDS) Hendrayana, S.H, M.H mengutuk keras pemerasan yang dilakukan oleh sesorang yang mengaku Wartawan terhadap...

Walikota Tanjungpinang Respon Cepat Terjadi Genangan Air Saat Hujan

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Walikota Tanjungpinang Syahrul S.Pd merespon cepat terkait genangan air di beberapa titik di Kota Tanjungpinang dengan menurunkan OPD terkait untuk segera mengatasinya...

Posmat Jajaran Lantamal IV Bantu Evakuasi ABK Tag Boat yang Tenggelam

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Salah satu Pos Pemantau (Posmat) yang berada di jajaran Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV yakni Posmat Mentigi membantu melakukan evakuasi...

Kepedulian pada Masyarakat, Kodim 0315/Bintan Berikan Bantuan Sembako pada Iwan

Metrobatam.com, Bintan – Kodim 0315/Bintan melalui Koramil 02/Bintan Timur memberikan Bantuan Sembako kepada Iwan (53) salah satu warga Sei Lekop yang yang dikabarkan telah dituduh...