Ditangkap KPK, Adik Zulhas Punya Kekayaan Rp13,3 Miliar

Metrobatam, Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga menangkap Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan lewat operasi tangkap tangan (OTT) semalam, Kamis (26/7). Zainudin dicokok bersama sebelas orang lainnya.

Adik kandung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan itu diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur. Tim KPK turut mengamankan uang sejumlah Rp700 juta.

Zainudin diketahui punya kekayaan Rp13,3 miliar. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) milik Ketua DPW PAN Provinsi Lampung tersebut. Zainudin terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 3 Agustus 2015.

Kekayaan Rp13,3 miliar milik Zainudin itu terdiri dari harta tidak bergerak dan harta bergerak.

Zainudin memiliki harta tak bergerak berupa 60 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Lampung Selatan, Bogor, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Nilai aset tanah dan bangunan itu mencapai Rp20,8 miliar.

Untuk harta bergerak, Zainudin juga tercatat memiliki kendaraan, yakni dua unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nilai Rp475 juta.

Tak hanya itu, Zainudin juga memiliki giro dan setara kas senilai Rp779,5 juta. Ia turut memiliki piutang sebesar Rp3,6 miliar. Mantan calon gubernur Lampung itu juga mempunyai utang dalam bentuk pinjaman barang dan uang sebesar Rp12,3 miliar.

KPK menangkap tangan Zainudin bersama 11 orang lainnya di Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (26/7) malam. Selain Zainudin, Tim Satgas KPK mengamankan pihak lainnya dari unsur DPRD Lampung Selatan, Pemkab Lampung Selatan, dan pihak swasta.

Zainudin dan 11 orang yang diamankan semalam saat ini masih di Markas Polda Lampung untuk diperiksa tahap awal oleh tim penyidik KPK. Tim penyidik bakal membawa sebagian dari para pihak yang dicokok itu ke markas KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan secara intensif.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

Tebar Senyum

Zainudin dicokok bersama 11 orang lainnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan tim penindakan lembaga antirasuah semalam.

Zainudin yang mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan peci hitam tiba sekitar pukul 13.30 WIB, Jumat (27/7). Ia langsung digiring petugas KPK selepas turun dari mobil. Zainudin berjalan santai sembari memasukkan tangannya ke dalam kantong celana.

Adik kandung Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan itu menolak berkomentar terkait penangkapannya tersebut. Zainudin hanya tersenyum sambil terus berjalan masuk ke lobi Gedung KPK.

Ia tetap tak menggubris saat ditanya soal uang sebesar Rp700 juta yang disita tim penindakan KPK dalam OTT semalam. Zainudin juga bungkam saat dikonfirmasi apakah sang kakak, Zulkifli Hasan, mengetahui dugaan suap yang menjeratnya.

Zainudin tiba bersama tiga orang lainnya yang ikut diciduk dalam OTT semalam. Mereka adalah anggota DPRD Provinsi Lampung, Agus, kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara, dan Thomas seorang PNS. Mereka berempat bakal langsung diperiksa intensif.

Zainudin yang juga politikus PAN dan 11 orang lainnya sempat diperiksa di Polda Lampung. Namun, hanya empat orang, termasuk Zainudin yang dibawa ke Gedung KPK, Jakarta. KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Peneliti LIPI: Gempa Lombok 6,9 SR Berasal dari Segmen Timur

Metrobatam, Jakarta – Rentetan gempa yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) telah menimbulkan banyak korban jiwa. Pada Minggu 19 Agustus 2019, gempa...

Trump: Solusi Satu Negara Lahirkan PM Israel Bernama Mohammad

Metrobatam, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut menyatakan kepada Raja Yordania, Raja Abdullah bahwa solusi satu negara dalam penyelesaian konflik Israel-Palestina bisa...

Nagih Utang ke Saudara, Penarik Bentor Malah Tewas Ditusuk

Metrobatam, Makassar - Seorang penarik becak motor (bentor) bernama Azis Duma alias Cama (56) di Makassar ditemukan tergeletak bersimbah darah di Jalan Sinasara Kelurahan...

Diwarnai Aksi Kejar-kejaran, Polisi Tangkap Pengedar dan Sita Sabu 5 Kg

Metrobatam, Jambi – Aksi kejar-kejaran antara petugas Ditresnarkoba Polda Jambi dengan pengedar narkoba di Simpang 35, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi, Jambi,...

Mendikbud: Indonesia Raya Lirik dan Aransemennya Tak Boleh Diubah

Metrobatam, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menilai Lagu Indonesia Raya tak boleh diubah. Menurutnya, pengubahan tak boleh dilakukan baik untuk...

Jokowi Hadiahi Joni Sepeda dan Rumah, Bonus Main ke Dufan dan TMII

Metrobatam, Jakarta - Yohanes Ande Kala alias Joni yang memanjat tiang bendera saat upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT)...

Vaksin MR Bisa Dipakai Meski Haram, MUI: Fleksibilitas Hukum Islam

Metrobatam, Jakarta - MUI mengizinkan penggunaan vaksin imunisasi campak (measles) dan rubella (MR) dari Serum Institute of India (SII) meski mengandung babi. Izin tersebut...

Dorong Ekspor dan Perekonomian Nasional, OJK Terbitkan Paket Kebijakan

Metrobatam, Jakarta - Demi terus mendorong ekspor dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, Otoritas Jasa Keuangan mengeluarkan paket kebijakan Otoritas Jasa Keuangan Agustus 2018. Ketua Dewan Komisioner...

Tolak Genjatan Senjata, Taliban Sandera 200 Penumpang Bus Afghanistan

Metrobatam, Jakarta - Taliban menolak tawaran gencatan senjata dari pemerintah Afghanistan dan tetap melakukan serangan. Gerilyawan Taliban menyergap tiga bus dengan hampir 200 penumpang...

Asian Games 2018: Kalahkan Hong Kong 3 – 1, Indonesia Juara Grup

Metrobatam, Jakarta - Tim nasional Indonesia U-23 memastikan lolos sebagai juara Grup A sepakbola Asian Games 2018. 'Garuda Muda' menang 3-1 atas Hong Kong...

Anggota DPRD Langkat F-NasDem Jadi Tersangka Kasus Sabu 3 Karung

Metrobatam, Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) menetapkan anggota Fraksi NasDem DPRD Langkat Ibrahim Hasan bersama enam orang lain sebagai tersangka kepemilikan narkotika. Mereka...

Sri Mulyani Beberkan Alasan Pemerintah Setop Impor 500 Komoditas

Metrobatam, Jakarta - Pemerintah akan menghentikan impor 500 komoditas. Tujuannya untuk menjaga transaksi berjalan tak makin defisit. Sebelumnya Bank Indonesia (BI) merilis data defisit neraca...
BAGIKAN