Dituntut 8 Tahun Penjara, Zumi Zola Minta Izin Berobat

oleh

Metrobatam, Jakarta – Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola dituntut 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan atas perkara suap dan gratifikasi. Zumi tak menanggapi tuntutan dalam persidangan, melainkan meminta izin berobat.

“Izin berobat, itu saja Yang Mulia,” kata Zumi dalam ruang sidang setelah jaksa KPK membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/11).

Pengacara Zumi Zola, Handika Honggowongso, meminta waktu menyusun nota pembelaan (pleidoi) selama 10 hari. Pleidoi akan dibuat pengacara.

“Jika klien kami ada waktu, nanti akan menambahkan pleidoinya,” katanya.

Majelis hakim memutuskan sidang pembacaan pleidoi Zumi Zola digelar pada Kamis, 22 November.

Jaksa KPK dalam surat tuntutan meyakini Zumi Zola menerima duit terkait posisinya sebagai Gubernur Jambi. Besaran duit yang diterima Zumi Zola adalah 37.477.000.000, USD 183.300, SGD 100.000, dan satu unit Toyota Alphard.

Zumi Zola juga mendapatkan hukuman pidana tambahan berupa pencabutan hak politik. Jaksa KPK meminta majelis hakim menjatuhkan pidana itu selama 5 tahun.

“Menuntut supaya majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana tambahan terhadap terdakwa Zumi Zola Zulkifli berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokoknya,” kata jaksa KPK Tri Anggoro.

Zumi sebelumnya dinilai jaksa terbukti menerima gratifikasi dan memberikan suap. Zumi dianggap menerima gratifikasi sebesar Rp 37.477.000.000, USD 183.300, SGD 100.000, dan satu unit Toyota Alphard.

Selain itu, Zumi dianggap telah memberikan suap Rp 16,4 miliar kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi periode 2014-2019. Pemberian suap itu agar DPRD Jambi menyetujui Raperda APBD tahun anggaran 2017 dan tahun anggaran 2018 menjadi Perda APBD 2017 dan 2018.

Zumi dituntut hukuman pidana penjara selama 8 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. (mb/detik)