Dokter Bimanesh Minta Infus untuk Setnov Ditempel Saja

Metrobatam, Jakarta – Supervisor keperawatan Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Indri Astuti mengatakan dokter Bimanesh Sutarjo memerintahkan dirinya agar pemasangan infus ke mantan Ketua DPR Setya Novanto hanya ditempel saja.

Menurut Indri, perintah tersebut disampaikan dokter Bimanesh sesaat setelah Setnov masuk ke kamar VIP 323, lantai 3 RS Medika Permata Hijau, pada 16 November 2017 lalu.

“Dokter Bima (Bimanesh) keluar, saya ikuti. Kami keluar dari kamar 323. Dokter Bima katakan pada saya, pasang infusnya ditempel aja,” kata Indri saat bersaksi untuk Bimanesh selaku terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/4).

Indri sempat kaget dengan permintaan Bimanesh tersebut. Dia menyebut perintah Bimanesh terkait pemasangan infus itu memang tak ditusuk ke tangan kanan Setnov. “Iya (perintah dokter Bimanesh) ditempel, tidak ditusuk,” tuturnya.

Indri pun tetap melaksanakan tugasnya. Dia memeriksa rekam jantung Setnov. Indri mengaku sempat meminta izin pada Setnov untuk memeriksa rekam jantung, tapi tak merespons.

Kemudian, lanjut Indri saat dirinya akan memeriksa tensi darahnya, Bimanesh tiba-tiba masuk ke dalam kamar VIP 323. Menurutnya, Bimanesh lah yang akhirnya memeriksa tensi darah Setnov.

“Waktu saya ambil tensi, Dokter Bimanesh periksa sendiri, sambil berkata tensinya 180/110, tapi pasien (Setnov) tetap diam saja,” ujarnya.

Indri mengungkapkan bahwa tak ada luka serius di tubuh Setnov, yang saat itu diklaim mengalami kecelakaan mobil. Saat pertama kali masuk ke kamar, Indri menyebut tak ada benjolan di wajah terdakwa korupsi proyek e-KTP tersebut.

Namun, Indri mengatakan setelah diperiksa kedua kalinya baru ada benjolan di dahi Setnov sebelah kiri. Menurut Indri, Benjolan yang muncul itu juga tak besar.

“Setelah periksa baru timbul benjolan dua, ada dua benjolan, tapi benjolan sebesar kuku saya,” kata dia.

Indri dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Bimanesh bersama anak buah Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah, dokter Francia Anggreni, perawat Nurul Rahmah Nuari, serta dua orang petugas keamanan Abdul Aziz dan Mansur.

Bimanesh didakwa bersama Fredrich merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov. Dia dan Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan mobil.

Selain itu, Bimanesh dan Fredrich diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Kala itu, Setnov bakal diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN