Dokter Bimanesh Minta Infus untuk Setnov Ditempel Saja

1951

Metrobatam, Jakarta – Supervisor keperawatan Rumah Sakit (RS) Medika Permata Hijau, Indri Astuti mengatakan dokter Bimanesh Sutarjo memerintahkan dirinya agar pemasangan infus ke mantan Ketua DPR Setya Novanto hanya ditempel saja.

Menurut Indri, perintah tersebut disampaikan dokter Bimanesh sesaat setelah Setnov masuk ke kamar VIP 323, lantai 3 RS Medika Permata Hijau, pada 16 November 2017 lalu.

“Dokter Bima (Bimanesh) keluar, saya ikuti. Kami keluar dari kamar 323. Dokter Bima katakan pada saya, pasang infusnya ditempel aja,” kata Indri saat bersaksi untuk Bimanesh selaku terdakwa merintangi penyidikan korupsi e-KTP, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (2/4).

Indri sempat kaget dengan permintaan Bimanesh tersebut. Dia menyebut perintah Bimanesh terkait pemasangan infus itu memang tak ditusuk ke tangan kanan Setnov. “Iya (perintah dokter Bimanesh) ditempel, tidak ditusuk,” tuturnya.

Indri pun tetap melaksanakan tugasnya. Dia memeriksa rekam jantung Setnov. Indri mengaku sempat meminta izin pada Setnov untuk memeriksa rekam jantung, tapi tak merespons.

Kemudian, lanjut Indri saat dirinya akan memeriksa tensi darahnya, Bimanesh tiba-tiba masuk ke dalam kamar VIP 323. Menurutnya, Bimanesh lah yang akhirnya memeriksa tensi darah Setnov.

“Waktu saya ambil tensi, Dokter Bimanesh periksa sendiri, sambil berkata tensinya 180/110, tapi pasien (Setnov) tetap diam saja,” ujarnya.

Indri mengungkapkan bahwa tak ada luka serius di tubuh Setnov, yang saat itu diklaim mengalami kecelakaan mobil. Saat pertama kali masuk ke kamar, Indri menyebut tak ada benjolan di wajah terdakwa korupsi proyek e-KTP tersebut.

Namun, Indri mengatakan setelah diperiksa kedua kalinya baru ada benjolan di dahi Setnov sebelah kiri. Menurut Indri, Benjolan yang muncul itu juga tak besar.

“Setelah periksa baru timbul benjolan dua, ada dua benjolan, tapi benjolan sebesar kuku saya,” kata dia.

Indri dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan Bimanesh bersama anak buah Fredrich Yunadi, Achmad Rudyansyah, dokter Francia Anggreni, perawat Nurul Rahmah Nuari, serta dua orang petugas keamanan Abdul Aziz dan Mansur.

Bimanesh didakwa bersama Fredrich merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov. Dia dan Fredrich ditenggarai telah mengondisikan RS Medika Permata Hijau sebelum Setnov mengalami kecelakaan mobil.

Selain itu, Bimanesh dan Fredrich diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Kala itu, Setnov bakal diperiksa sebagai tersangka korupsi proyek yang ditaksir merugikan negara hingga Rp2,3 triliun. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN