DPR Bakal Panggil Pihak RSPAD hingga IDI Terkait Dokter Terawan

Metrobatam, Jakarta – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, akan mengali informasi mengenai masalah pemecatan terhadap Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Terawan Agus Putranto atau dokter Terawan. Untuk itu, semua pihak akan dipanggil untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.

“Komisi IX, karena kita cukup padat ada kunjungan kerja, Senin saya akan panggil pihak terkait, IDI, MKEK, RSPAD, dokter Terawan, KKI (konsil kedokteran) yang mengurus dokter. KKI akan menyatakan sebetulnya gimana mendudukkan masalah ini,” kata Dede di Ruang Rapat Komisi IX, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Menurut Dede, terpenting bagi masyarakat itu bukan etik, namun tindakannya bisa memberi manfaat atau tidak, sembuh atau tidak. Politikus Demokrat itu pun khawatir masalah tersebut bisa berbuah pemikiran negatif.

“Jangan sampai di publik ada semacam pemikiran negatif, jangan-jangan ribuan orang yang diselamatkan ini salah semua. Kita ingin pemerintah memberikan jawaban Senin. Mudah-mudahan kita dapat jawaban yang pasti,” ungkapnya.

Terkait dengan metode baru Digital Substraction Angiogram (DSA) atau sering disebut metode cuci otak yang disebut sebagai pokok permasalahan menurut Dede, dalam dunia kedokteran metode baru selalu muncul setiap tahun.

Ia mencontohkan, seperti stem sell, rompi antikanker, cangkok ginjal, untuk itu katanya setiap metode itu harus ada payung hukumnya agar tidak jadi masalah di kemudian hari.

“Karena ketika sudah digunakan oleh puluhan hingga ribuan orang, tentu harus ada payung hukum. Enggak bisa serta merta menyatakan ada kode etik dokter yang menyalahi, yang dibuat oleh dokter dan hanya dokter yang tahu,” terangnya.

Apalagi, sambung Dede, sejauh ini pengobatan tersebut bermanfaat untuk rakyat, terjangkau, tidak memberatkan, dan belum ditemukan ada korban. “Sampai sekarang belum ada laporan korban DSA. Oleh karena itu, kta dorong di-approve saja,” tukasnya.

Kenapa IDI Baru Bergerak?

Menurut Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Profesor Dr Sangkot Marzuki apa yang dialami oleh dr Terawan Agus Putranto dengan pemecatan sementaranya di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah masalah kompleks. Pemecatan itu memunculkan kembali kontroversi soal terapi cuci otak yang dipopulerkannya.

Prof Sangkot mengaitkan kontroversi seperti ini dengan keengganan para pemegang keputusan untuk bertindak sebelum sebuah penelitian menjadi besar dan menyangkut banyak orang.

Diketahui, dr Terawan merupakan dokter yang mempopulerkan metode ‘cuci otak’ untuk stroke dan menjadikannya bahan disertasi doktoralnya di Universitas Hasanudin tahun 2016 lalu. Para pasien dr Terawan merasa bisa sembuh oleh metode tersebut dengan beberapa di antaranya termasuk tokoh besar seperti Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Kepala BIN Hendropriyono, dan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Kompleksitas kita itu di Indonesia tidak berani mengatakan hitam itu hitam, putih itu putih. Bukan cuma kasus ini aja kan masih banyak kasus yang lain,” kata Prof Sangkot ketika ditemui detikHealth di Kantor AIPI, Komplek Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

“Kalau IDI mau bergerak, kenapa sekarang?” lanjutnya.

Menurut Sekretaris Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr Pukovisa Prawiroharjo pemecatan sementara dr Terawan dilakukan karena ia dianggap telah melakukan pelanggaran kode etik yang berat. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Data Sementara Hasil Verifikasi Administrasi Bacaleg 2019

Metrobatam, Jakarta - KPU merilis hasil sementara verifikasi administrasi pendaftaran bacaleg DPR RI untuk Pemilu 2019. Hasil ini disampaikan berdasarkan pencocokan antara Sistem Informasi...

Kapitra: Kalau Kapal Perjuangan Sudah Sesak Bisa Mati Semua

Metrobatam, Jakarta - Pengacara Imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menanggapi santai tudingan dari beberapa kelompok Islam yang menuduhnya sebagai...

Said Aqil Singgung Jokowi Soal Kemiskinan dan Konflik Usai Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj bicara soal kemiskinan dan persatuan bangsa. Said Aqil menyebut, meski...

Coblos Dua Kali di Pilgub, Ketua KPPS Divonis 2 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kampar, Riau, Syamsuardi divonis 24 bulan penjara dan denda Rp24 juta karena terbukti bersalah mencoblos...

Ini Nasihat TGB untuk Pihak yang Mengafir-kafirkan karena Politik

Metrobatam, Jakarta - TGH Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bicara soal kritik terhadap dirinya yang mendukung Jokowi. TGB meminta ujaran kebencian dibersihkan...

Wawancara Khusus Dirut Inalum: Habiskan Rp 55 Triliun untuk Rebut Saham Freeport

Metrobatam, Jakarta - Setelah melewati proses negosiasi panjang, PT Freeport Indonesia (PTFI) telah sepakat mendivestasikan 51% saham ke pemerintah Indonesia. Sebagai kepanjangan tangan pemerintah,...

Viral Kelas Poligami Nasional, Dapat Kaus #2019tambahistri, Langgar UU

Metrobatam, Jakarta - Pengumuman kelas poligami nasional beredar di jejaring WhatsApp dan media sosial. Sejumlah pembicara yang mengisi kelas ini merupakan praktisi poligami. Dalam pengumuman...

3 Anggota TNI Tewas Usai Tenggak Miras, 2 Lagi Dirawat di RS

Metrobatam, Jayapura - Tiga anggota TNI dari Yonif 753 yang bertugas di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua tewas karena mengkonsumsi minuman keras oplosan yakni...

Puluhan Orang Tewas, WhatsApp Batasi Pesan Berantai

Metrobatam, Jakarta - Kasus provokasi dan hoax di India melalui platfrom WhatsApp membuat anak perusahaan milik Facebook ini terus membenahi aplikasinya. Pasalnya, imbas dari...

Mau Ditenggelamkan PA 212, Begini Reaksi 7 Partai

Metrobatam, Jakarta - Pencalonan Kapitra Ampera sebagai bakal calon anggota legislatif (bacaleg) pada Pemilu 2019 berbuntut panjang. Kapitra yang selama ini dikenal berada di...

Inilah Daftar 54 Artis yang Jadi Caleg untuk Pileg 2019, Nasdem Terbanyak

Metrobatam, Jakarta – Pemilihan legislatif (Pileg) tak hanya menjadi milik para politisi, tetapi juga kini menjadi milik para artis. Untuk Pileg 2019, setidaknya ada...

Tokoh PKS dan PA 212 di PDIP, Strategi Redam Isu Anti-Islam

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi dan pengacara Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, mencalonkan diri sebagai anggota legislatif 2019 melalui Partai...
BAGIKAN