DPR Bakal Panggil Pihak RSPAD hingga IDI Terkait Dokter Terawan

1294

Metrobatam, Jakarta – Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf Macan Effendi mengatakan, akan mengali informasi mengenai masalah pemecatan terhadap Kepala RSPAD Gatot Soebroto, Mayjen TNI Terawan Agus Putranto atau dokter Terawan. Untuk itu, semua pihak akan dipanggil untuk meminta penjelasan terkait persoalan tersebut.

“Komisi IX, karena kita cukup padat ada kunjungan kerja, Senin saya akan panggil pihak terkait, IDI, MKEK, RSPAD, dokter Terawan, KKI (konsil kedokteran) yang mengurus dokter. KKI akan menyatakan sebetulnya gimana mendudukkan masalah ini,” kata Dede di Ruang Rapat Komisi IX, Senayan, Jakarta, Kamis (5/4).

Menurut Dede, terpenting bagi masyarakat itu bukan etik, namun tindakannya bisa memberi manfaat atau tidak, sembuh atau tidak. Politikus Demokrat itu pun khawatir masalah tersebut bisa berbuah pemikiran negatif.

“Jangan sampai di publik ada semacam pemikiran negatif, jangan-jangan ribuan orang yang diselamatkan ini salah semua. Kita ingin pemerintah memberikan jawaban Senin. Mudah-mudahan kita dapat jawaban yang pasti,” ungkapnya.

Terkait dengan metode baru Digital Substraction Angiogram (DSA) atau sering disebut metode cuci otak yang disebut sebagai pokok permasalahan menurut Dede, dalam dunia kedokteran metode baru selalu muncul setiap tahun.

Ia mencontohkan, seperti stem sell, rompi antikanker, cangkok ginjal, untuk itu katanya setiap metode itu harus ada payung hukumnya agar tidak jadi masalah di kemudian hari.

“Karena ketika sudah digunakan oleh puluhan hingga ribuan orang, tentu harus ada payung hukum. Enggak bisa serta merta menyatakan ada kode etik dokter yang menyalahi, yang dibuat oleh dokter dan hanya dokter yang tahu,” terangnya.

Apalagi, sambung Dede, sejauh ini pengobatan tersebut bermanfaat untuk rakyat, terjangkau, tidak memberatkan, dan belum ditemukan ada korban. “Sampai sekarang belum ada laporan korban DSA. Oleh karena itu, kta dorong di-approve saja,” tukasnya.

Kenapa IDI Baru Bergerak?

Menurut Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) Profesor Dr Sangkot Marzuki apa yang dialami oleh dr Terawan Agus Putranto dengan pemecatan sementaranya di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) adalah masalah kompleks. Pemecatan itu memunculkan kembali kontroversi soal terapi cuci otak yang dipopulerkannya.

Prof Sangkot mengaitkan kontroversi seperti ini dengan keengganan para pemegang keputusan untuk bertindak sebelum sebuah penelitian menjadi besar dan menyangkut banyak orang.

Diketahui, dr Terawan merupakan dokter yang mempopulerkan metode ‘cuci otak’ untuk stroke dan menjadikannya bahan disertasi doktoralnya di Universitas Hasanudin tahun 2016 lalu. Para pasien dr Terawan merasa bisa sembuh oleh metode tersebut dengan beberapa di antaranya termasuk tokoh besar seperti Ketua Dewan Pembina Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Kepala BIN Hendropriyono, dan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

“Kompleksitas kita itu di Indonesia tidak berani mengatakan hitam itu hitam, putih itu putih. Bukan cuma kasus ini aja kan masih banyak kasus yang lain,” kata Prof Sangkot ketika ditemui detikHealth di Kantor AIPI, Komplek Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (5/4/2018).

“Kalau IDI mau bergerak, kenapa sekarang?” lanjutnya.

Menurut Sekretaris Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr Pukovisa Prawiroharjo pemecatan sementara dr Terawan dilakukan karena ia dianggap telah melakukan pelanggaran kode etik yang berat. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Wali Kota Tegal Divonis 5 Tahun Penjara

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhkan vonis lima tahun penjara, kepada Wali Kota nonaktif Tegal, Siti Masitha. Dia...

Dikawal 4 Pesawat Tempur, Panglima TNI ke Natuna Tinjau Pangkalan Militer

Metrobatam, Jakarta – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Saat terbang ke sana, Hadi mendapat pengawalan ekstra ketat. Empat...

PKS Luruskan Hoax Kader Komentar ‘Kartini Pemuas Seks Belanda’

Metrobatam, Jakarta - Komentar seseorang bernama Ahmada Al Fatih yang menghina Kartini dikait-kaitkan dengan PKS. Foto seseorang berjas PKS digabungkan dengan komentar itu. Bagaimana...

Menkumham Setuju Hukuman Cambuk Dilakukan di Area Lapas

Metrobatam, Jakarta – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly setuju eksekusi hukuman cambuk bagi pelanggar syariat di Aceh dila‎ksanakan di...

Dokter RS Premier Ngaku Tak Pernah Beri Rekam Medis Setnov ke Fredrich Yunadi

Metrobatam, Jakarta - Dokter RS Premier Glen S Dunda mengaku, tidak pernah memberi rekam medis terdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kepada pengacara...

Bos First Travel Akui Gaji Rp 1 M dan Beli Restoran di London

Metrobatam, Depok - Hakim menanyai bos First Travel, Andika Surachman soal nilai gajinya yang mencapai Rp 1 miliar tiap bulan. Menurut Andika, gaji sebesar...

Jenazah Wakapolres Labuhanbatu Dimakamkan secara Militer di Kampung Halamannya

Metrobatam, Medan – Wakapolres Labuhanbatu, Sumatera Utara, Kompol Andi Chandra, yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya bersama 6 pejabat utama Polres Labuhanbatu tenggelam di...

Ketua DPRD Kepri Minta KPID Tangkal Penyebaran Hoax Melalui Siaran

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Ketua DPRD Provinsi provinsi Kepri Jumaga Nadeak, meminta agar Komisi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) setempat berperan aktif menangkal penyebaran hoax melalui...

Ditpolairud Polda Kepri MoU dengan DPC INSA Batam Serta Luncurkan Aplikasi Sipopeye Kepri

Metrobatam.com, Batam - Dirpolairud Polda Kepri meluncurkan aplikasi SIPOPEYE KEPRI dan lakukan Penandatanganan (Memorandum of Understanding) MoU bersama DPC INSA Batam, Jumat (20/4/2018) pagi di...

Tiga Penari Erotis di Batam Hanya Pekerja Lepas

Metrobatam, Batam - Tiga penari erotis di Dataran Engku Putri, Batam Center, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) pada Sabtu, 14 April 2018 lalu diketahui hanya...

‘Sentilan’ SBY dan Polemik Kasus Century

Metrobatam, Jakarta - Presiden keenam Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, membuat pernyataan mengejutkan melalui akun media sosial Twitter pribadinya, @SBYudhoyono, pada Selasa (17/4). SBY menyampaikan...

Asyik Pesta Narkoba, 5 Pelajar Ditangkap di Rumah Kosong

Metrobatam, Pekanbaru - Bukannya mengisi waktu dengan hal positif, sekelompok remaja ini malah melakukan perbuatan tercela dan melanggar hukum. Para remaja yang semua masih...
BAGIKAN