DPR: Jika Ada Nama Besar di Korupsi E-KTP, Apa KPK Punya Nyali?

157

Metrobatam, Jakarta – Skandal megakorupsi proyek e-KTP dengan total kerugian negara sekira Rp2,3 triliun akan segera memasuki babak baru. Perkara ini akan segera disidang di PN Tipikor, Jakarta, pada Kamis 9 Maret 2017. Sejumlah nama besar di DPR pun disebut terjerat dengan kasus tersebut.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi III DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nasir Djamil menuding Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bermain opini jelang persidangan skandal korupsi mega proyek e-KTP.

Hal tersebut diungkapkan Nasir menanggapi pernyataan Ketua KPK, Agus Rahardjo yang memberikan sinyal adanya keterlibatan sejumlah nama besar anggota DPR ‎dalam kasus dugaan korupsi e-KTP tersebut.

“KPK kita minta jangan bermain opini yang bertujuan menghakimi nama-nama yang disebut dalam kasus e-KTP,” kata Nasir saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (7/3) malam.

Nasir pun kembali mempertanyakan ‎nyali dari KPK untuk membuktikan nama-nama besar dalam kasus ini yang dinilai hanya opini untuk mencari sensasi. “Kalau katanya ada nama-nama besar kasus e-KTP, apa KPK sudah punya nyali dan strategi yang besar?” ungkapnya.

Nasir pun menghimbau kepada KPK agar bekerja sesuai dengan jalurnya dan jangan membuat gaduh dengan opini-opini sebelum sidang‎. “Jika mereka bermain opini dalam kasus e-KTP, maka kedepan KPK akan mati suri,” tukasnya.

Sementara ‎Presidium Persatuan Pergerakan, Andrianto meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak gentar menghadapi kemungkinan intervensi yang terjadi jelang sidang dakwaan korupsi proyek e-KTP.

Hal tersebut diungkapkan Andrianto menyusul mencuatnya nama-nama besar yang mengarah ke para anggota DPR da‎lam dakwaan dua tersangka korupsi mega proyek e-KTP, Irman dan Sugiharto.

‎”KPK tidak perlu gentar, saat inilah taji KPK bersinar bila semua dituntaskan. KPK harus berani, karena kesaksian Nazarudin maupun Irman dan sugiharto‎,” kata Andrianto saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (7/3) malam.

Menurutnya, kasus yang merugikan negara sekira Rp2,3 triliun ini, harus dapat dibongkar hingga ke akar. Sebab, kerugian negara atas kasus ini pun dinilai cukup besar.

“Sebuah angka jumbo yang bisa angkat pamor KPK. Sebagaimana bancakan korupsi tentu terjadi simetris kepentingan yang berkepentingan yakni pemerintah, DPR dan cukong,” tukasnya.

Hanya Membuat Gaduh
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo mengaku aneh dengan gerak-gerik KPK saat pengungkapan kasus korupsi e-KTP. Menurut pakar telematika ini, tingkah KPK yang seolah membocorkan pelaku megaskandal ini hanya akan membuat gaduh.

“Hanya saja “aneh”-nya, kalau memang mau benar-benar mengungkap, kenapa harus “membocorkan” dulu sebelumnya? Ungkap ya bongkar saja semua,” jelas Roy Suryo saat dihubungi Okezone melalui sambungan telefon, Rabu (8/3).

Roy Suryo bahkan mengkritisi sidang yang harus dilakukan secara tertutup. Ia pun menyarankan agar sidang e-KTP bisa disiarkan secara langsung melalui media massa agar masyarakat mengetahui secara transparan.

“Sidang Tipikor besok kenapa harus “tertutup”? Padahal bukan sidang asusila? Seharusnya bisa live sehingga ditonton masyarakat luas,” pungkas Roy Suryo.

Sekadar diketahui, sidang perdana kasus dugaan korupsi e-KTP bakal digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada Kamis 9 Maret 2017. Agenda sidang tersebut adalah pembacaan dakwaan terhadap dua orang tersangka, yakni Irman dan Sugiharto.

Irman ialah mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, sedangkan Sugiharto ialah mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri.

KPK sebelumnya sudah memeriksa sekira 250 saksi dalam kasus ini. Mulai dari pihak swasta, mantan Mendagri Gamawan Fauzi, serta sejumlah anggota dewan hingga pejabat aktif Kemendagri.

Bahkan, penyidik lembaga antirasuah juga sudah menyita Rp247 miliar dari perorangan maupun korporasi terkait kasus yang mengakibatkan kerugian negara hingga Rp2,3 triliun.
(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Antisipasi Gejala DBD, Bupati Bintan Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan Bersih

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk waspada terkait munculnya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Pasalnya, disaat...

Terkait Praperadilan Setnov, KPK Tunggu Hasil Pemeriksaan Bawas MA Terhadap Hakim Cepi

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunggu hasil pemeriksaan Badan Pengawas (Bawas) Mahkamah Agung (MA) terhadap hakim Cepi Iskandar, yang menangani praperadilan Ketua...

Dituntut 8 Tahun Penjara, Miryam Haryani Kecewa

Metrobatam, Jakarta - Jaksa Penuntut Umum menuntut politikus Hanura Miryam S Haryani delapan tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Miryam...

Kebakaran Hutan Landa 4 Kecamatan di Aceh Barat

Metrobatam, Aceh Barat - Kebakaran hutan dan lahan di Aceh Barat, Aceh, terus menyebar. Hingga saat ini, ada empat kecamatan yang mengalami kebakaran terparah,...

Setelah 20 Tahun, Penyelundupan Miras dari Malaysia dan Singapura ke Batam Akhirnya Terungkap

Metrobatam, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Badan Reserse Kriminal Polri, Brigadir Jenderal Agung Setya mengatakan KWK, F, dan S telah menyelundupkan...

Pimpinan KPK Rembukan Nasib Aris Budiman dan Novel Baswedan

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menggodok hasil pemeriksaan pendahuluan yang dilakukan Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK soal dugaan pelanggaran etik Direktur Penyidikan...

Berikan Arahan, Hari Ini Jokowi Kumpulkan Kepala Daerah Seluruh Indonesia

Metrobatam, Jakarta - Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Sumarsono mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengumpulkan seluruh gubernur, bupati dan wali kota di...

Kisah Polisi Fiji yang Jabat Posisi Penting Berkat Pendidikan Kepolisian di Indonesia

Metrobatam, Bandung - Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tak hanya sukses mencetak pimpinan lembaga kepolisian dalam negeri, namun juga berhasil...

AS Beri Lampu Hijau, Panglima TNI Tunggu Instruksi Jokowi

Metrobatam, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masih belum memutuskan untuk kembali berangkat ke Amerika Serikat setelah insiden penolakan sesaat sebelum bertolak, Sabtu...

Ini Rapor Kualitas Transportasi RI di Tingkat Dunia, Memuaskan?

Metrobatam, Jakarta - Sustainable Mobility for All (SuM4All) sebuah lembaga yang dibentuk atas inisiasi Bank Dunia (The World Bank) baru saja merilis publikasi 'Global...

Laporkan KPU ke Bawaslu, Rhoma Singgung Partainya Tommy dan PSI

Metrobatam, Jakarta - Ketum Partai Idaman Rhoma Irama melaporkan KPU ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) gara-gara pendaftaran partainya sebagai peserta Pemilu 2019 ditolak. Rhoma...

Kagetkan Warga, 3 Tornado Waterspout Muncul di Kepulauan Seribu

Metrobatam, Jakarta - Kemunculan angin tornado waterspout mengagetkan warga Kepulauan Seribu. Hal ini dialami oleh warga Pulau Tidung, Hilmansyah, yang tengah menuju Pulau Kelapa. "Tadi...
BAGIKAN