DPR RI Bentuk Panja Reklamasi Pantai di Indonesia

Metrobatam.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan pihaknya sudah membentuk Panitia Kerja (Panja) yang mulai bekerja pada 20 April mendatang untuk mendalami sejumlah rencana reklamasi pantai di Indonesia seperti Reklamasi Teluk Benoa di Bali dan di Jakarta.

“Panja ini mulai bertugas mulai 20 April mendatang,” kata Herman, Rabu (13/4).

Dia mengakui pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sebuah rapat kemarin.

Pertemuan itu membahas Yakni reklamasi Teluk Jakarta yang sekarang jadi perbincangan hangat pascatertangkapnya Politikus Gerindra, Mohamad Sanusi, dalam kasus suap.

“Komisi IV dengan pemerintah diwakili KKP dan KLHK sepakat menghentikan proses reklamasi Teluk Jakarta dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga ada perundangan,” ujar Politikus Partai Demokrat itu.

Dia mengakui pihaknya menilai proyek reklamasi Teluk Jakarta bisa dianggap bermasalah karena ada izin reklamasi tanpa Perda zonasi dan tanpa berkonsultasi dengan kementerian terkait. Selain itu, pihaknya menilai izin reklamasi diberikan tanpa kajian lingkungan strategis sesuai UU Nomor 27/2007.

Untuk diketahui, proyek reklamasi yang awalnya jadi polemik adalah yang direncanakan PT Tirta Wahana Bali International (PT TWBI) dalam reklamasi kawasan konservasi Teluk Benoa. Karena dianggap merusak lingkungan dan hidup masyarakat Bali di sekitarnya, rencana itu ditolak banyak warga walau didukung Pemprov setempat.

Terakhir adalah rencana reklamasi Teluk Jakarta yang merupakan bagian dari perencanaan yang disiapkan sejak keluarnya Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 1995, di era Presiden Soeharto.

Rencana itu mangkrak dan baru bergerak lagi di Oktober 2014, di akhir Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung sebagai motornya. Saat itu, Tanjung meresmikan peletakan tiang pancang proyek Giant Sea Wall, yakni semacam tembok pemecha ombak.

Rencana berikutnya adalah megaproyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) berupa reklamasi pantai dan komersialisasi pulau-pulau baru.

Studi sudah dilakukan dan memprediksi bahwa Jakarta akan berada 5 meter di bawah permukaan laut pada 2050, dan 8 meter di bawah permukaan laut pada 2080. Bila dibiarkan, maka diprediksi 35 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian Utara, akan menderita banjir rob.

Namun, penolakan belakangan muncul setelah skandal suap Rp 1 miliar lebih dari pengusaha yang diberi izin reklamasi dan mengelola lahan tersebut kepada Sanusi, yang saat itu menjabat ketua Komisi D DPRD Jakarta.

Sumber: beritasatu.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Pemerintah Targetkan DPR Sahkan Revisi UU Terorisme Jumat

Metrobatam, Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyatakan pemerintah berharap revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Penanggulangan Terorisme disahkan...

Marak Aksi Terorisme, Menhan: Yang Menolak Pancasila Silakan Pergi dari Indonesia

Metrobatam, Depok - Menteri Pertahanan Jenderal (Purnawirawan) TNI, Ryamizard Ryacudu menegaskan akan pentingnya Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang tidak dapat digantikan oleh siapa...

Polri Keluhkan Berlarut-larutnya Pengesahan RUU Antiterorisme

Metrobatam, Jakarta - Polri mengeluhkan berlarut-larutnya pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme di DPR RI. Pasalnya, Indonesia akan menghadapi banyak agenda...

Tekan Narkotika di Penjara, BNN Jerat Kepala Lapas Nakal

Metrobatam, Jakarta - Kepala BNN Komjen Pol Heru Winarko mengatakan pihaknya saat ini terus mengejar kasus narkotika yang dikendalikan dari dalam lembaga pemasyarakat (lapas)....

Rekor! 58 Orang Naik Satu Sepeda Motor

Bengaluru - Sepeda motor sejatinya dibuat hanya untuk menampung dua orang, satu pengendara dan satu penumpangnya. Tapi, baru-baru ini ada sebuah rekor yang terpecahkan,...

BNPT Minta Turki Koordinasi Saat Pulangkan WNI Terkait ISIS

Metrobatam, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius menyatakan dirinya langsung berangkat ke Suriah dan Turki guna membahas pemulangan Warga Negara...

Gunung Merapi Kembali Erupsi Pagi Ini

Metrobatam, Jakarta - Gunung merapi di Yogyakarta pagi ini kembali erupsi. Gunung api aktif yang berada di Yogyakarta tersebut terpantau mengeluarkan semburan letusan dengan...

74 Terduga Teroris Ditangkap, Radikalisme Diyakini Makin Sulit Bergerak

Metrobatam, Mamuju - Gencarnya operasi penindakan oleh Densus 88 Antiteror Polri diyakini telah kian mempersempit ruang gerak teroris. Tercatat, hanya dalam waktu 7 hari...

Gara-gara Meme Amien Rais-Habib Rizieq, Anggota DPRD Hitler Dikeroyok Massa

Metrobatam, Karawang - Sekelompok orang mengeroyok Hitler Nababan di ruangan Muspida Gedung Paripurna DPRD Karawang Selasa (22/5) sore. Anggota DPRD Karawang dari fraksi Partai...

2 Polisi Luka-luka Diserang Pria Berparang, Pelaku Residivis Narkoba

Metrobatam, Jambi - Dua anggota Polsek Maro Sebo, Jambi, yang diserang pria berparang, mengalami luka di kepala dan punggung. Keduanya mendapat penanganan medis di...

Bintan Kembali Adakan Festival Lampu Cangkok

Metrobatam.com, Batam - Tahun ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bintan, dipastikan akan kembali mengelar Festival Lampu Cangkok dengan total hadiah sebesar 37 Juta Rupiah. Hal...

Ingin Pindah Maskapai, 9 Pilot Wings Air Palsukan Dokumen

Metrobatam, Jakarta - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menetapkan sembilan pilot maskapai penerbangan Wings Air sebagai tersangka atas dugaan pemalsuan surat-surat atau dokumen. Menurut Kepala...
BAGIKAN