DPR RI Bentuk Panja Reklamasi Pantai di Indonesia

737

Metrobatam.com, Jakarta – Wakil Ketua Komisi IV DPR Herman Khaeron mengatakan pihaknya sudah membentuk Panitia Kerja (Panja) yang mulai bekerja pada 20 April mendatang untuk mendalami sejumlah rencana reklamasi pantai di Indonesia seperti Reklamasi Teluk Benoa di Bali dan di Jakarta.

“Panja ini mulai bertugas mulai 20 April mendatang,” kata Herman, Rabu (13/4).

Dia mengakui pihaknya juga sudah melakukan kesepakatan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam sebuah rapat kemarin.

Pertemuan itu membahas Yakni reklamasi Teluk Jakarta yang sekarang jadi perbincangan hangat pascatertangkapnya Politikus Gerindra, Mohamad Sanusi, dalam kasus suap.

“Komisi IV dengan pemerintah diwakili KKP dan KLHK sepakat menghentikan proses reklamasi Teluk Jakarta dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga ada perundangan,” ujar Politikus Partai Demokrat itu.

Dia mengakui pihaknya menilai proyek reklamasi Teluk Jakarta bisa dianggap bermasalah karena ada izin reklamasi tanpa Perda zonasi dan tanpa berkonsultasi dengan kementerian terkait. Selain itu, pihaknya menilai izin reklamasi diberikan tanpa kajian lingkungan strategis sesuai UU Nomor 27/2007.

Untuk diketahui, proyek reklamasi yang awalnya jadi polemik adalah yang direncanakan PT Tirta Wahana Bali International (PT TWBI) dalam reklamasi kawasan konservasi Teluk Benoa. Karena dianggap merusak lingkungan dan hidup masyarakat Bali di sekitarnya, rencana itu ditolak banyak warga walau didukung Pemprov setempat.

Terakhir adalah rencana reklamasi Teluk Jakarta yang merupakan bagian dari perencanaan yang disiapkan sejak keluarnya Peraturan Presiden Nomor 52 Tahun 1995, di era Presiden Soeharto.

Rencana itu mangkrak dan baru bergerak lagi di Oktober 2014, di akhir Pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, dengan Menko Perekonomian Chairul Tanjung sebagai motornya. Saat itu, Tanjung meresmikan peletakan tiang pancang proyek Giant Sea Wall, yakni semacam tembok pemecha ombak.

Rencana berikutnya adalah megaproyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) berupa reklamasi pantai dan komersialisasi pulau-pulau baru.

Studi sudah dilakukan dan memprediksi bahwa Jakarta akan berada 5 meter di bawah permukaan laut pada 2050, dan 8 meter di bawah permukaan laut pada 2080. Bila dibiarkan, maka diprediksi 35 persen wilayah Jakarta, khususnya di bagian Utara, akan menderita banjir rob.

Namun, penolakan belakangan muncul setelah skandal suap Rp 1 miliar lebih dari pengusaha yang diberi izin reklamasi dan mengelola lahan tersebut kepada Sanusi, yang saat itu menjabat ketua Komisi D DPRD Jakarta.

Sumber: beritasatu.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Bupati Bintan Segera Terapkan 3 Inovasi di Bidang Kesehatan

Metrobatam.com, Bintan - Guna memaksimalkan Pelayanan Kesehatan kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Bintan, maka Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mencetuskan 3 inovasi terbaru...

Riset Intelijen Media: Isu PKI Banjiri Medsos, Jokowi dan Panglima TNI Paling Banyak Disebut

Metrobatam, Jakarta - Percakapan tentang isu Partai Komunis Indonesia (PKI) ramai diperbincangkan "netizen" di media sosial, bahkan kembali meningkat tajam sepanjang September 2017 dan...

Waduh! Kekeringan di Karawang Meluas, 33.325 Warga Kesulitan Air Bersih

Metrobatam, Karawang - Kekeringan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat terus meluas hingga di 33 desa. Akibatnya sebanyak 30. 325 jiwa terkena dampak kekeringan. Warga...

Edan! Dikira Taksi Online, Mobil Merah Ini Digulingkan Massa

Metrobatam, Batam - Keberadaan taksi online ternyata masih belum bisa diterima oleh kelompok tertentu. Baru-baru ini sebuah kejadian miris terjadi Kota Batam, Kepulauan Riau...

Usut Korupsi E-KTP, KPK Periksa 7 Saksi dari Perekayasa BJIK hingga Sopir Terdakwa

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tujuh orang saksi dalam kasus megakorupsi pengadaan e-KTP. Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Setya...

Isi e-Money Kena Biaya, OJK: Bank kan Cari Untung Tapi Harus Terukur

Metrobatam, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan, pembatasan fee isi ulang e-money agar para perbankan tidak mengambil untung secara sembarangan melainkan harus terukur. Hal...

Ini Isi Surat Penetapan Ridwan Kamil Jadi Cagub Jabar oleh Golkar

Metrobatam, Jakarta - Partai Golkar mengesahkan dan menetapkan Ridwan Kamil berpasangan dengan Daniel Muttaqien maju ke Pilgub Jabar 2018. Keputusan tersebut sudah direstui oleh...

Enam Bulan Jelang Pensiun, Panglima TNI Gatot Nurmantyo Minta Saran Senior

Metrobatam, Jakarta - Enam bulan jelang pensiun, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo meminta saran kepada para senior dan sesepuh di institusinya. Ia meyakini bahwa...

Novanto Tetapkan Emil Jadi Cagub Jabar, NasDem Menyambut Baik

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Setya Novanto membuat langkah mengejutkan dengan menunjuk Ridwan Kamil sebagai cagub Jawa Barat (Jabar) 2018. NasDem menyambut baik, meski...

Polisi Sita 2 Ribu Pil PCC di Medan, 2 Pengedar Ditangkap

Metrobatam, Medan - Polisi menyita 2 ribu lebih pil PCC di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Dari pengungkapan itu, polisi menangkap dua pengedar pil. "Kedua tersangka...

Polisi Akan Panggil Sejumlah Nama yang Terlibat Kasus Saracen

Metrobatam, Jakarta - Kepolisian bersama Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terus melakukan penelusuran soal aliran dana ke Sindikat Saracen. Dari hasil penyidikan...

Pria India Ini Pemilik 145 Gelar Pendidikan dalam 30 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Dibandingkan dengan VN Parthiban, mendapatkan satu gelar pendidikan S1 selama 4 tahun bukanlah hal yang sulit. Parthiban adalah seorang profesor yang mengajar...
BAGIKAN