Metrobatam, Jakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menyatakan, dua unit baterai Early Warning Sistem (EWS) tsunami di sepanjang garis pantai Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara, telah dicuri pada awal pekan ini.

Kepala BPBD Agam, Muhammad Lutfi Ar mengatakan dua unit baterai EWS yang dicuri itu berada di Puskesmas Pembantu (Pustu) Gasan Kaciak Nagari Tiku Selatan dan SMAN 1 Tanjungmutiara.

“Kita telah melaporkan kehilangan ini ke pihak berwajib, setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait dua unit baterai itu hilang, Selasa,” kata Lutfi di Lubukbasung, seperti dikutip dari Antara, Kamis (14/3).

Pihaknya memperkirakan baterai EWS itu hilang pada Senin (11/3) sekitar pukul 22.00 WIB, karena ada warga melihat orang baru keluar dari Pustu dan langsung naik mobil.

Semula, kata dia, warga yang menjadi saksi itu mengira mereka yang pergi adalah pasien yang baru selesai berobat.

“Pada Selasa pagi, warga melihat boks penyimpan baterai sudah terbuka dan melaporkan ke BPBD,” ujar Lutfi.

Akibat kejadian itu, BPBD mengalami kerugian sekitar Rp6 juta. Setelah pencurian itu, saat ini untuk sementara EWS hanya berfungsi siang hari karena bantuan energi cahaya matahari. Sementara untuk malam hari, EWS tidak berfungsi karena ketiadaan baterai tersebut.

Pihaknya pun mengharapkan perbaikan EWS itu segera rampung setidaknya pada hari ini.

Ia menambahkan, sepanjang garis Pantai Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara telah dipasang 10 unit EWS. Dari 10 unit EWS itu, satu unit milik BMKG yang dipasang di halaman kantor Camat Tanjungmutiara dan sembilan unit bantuan BNPB pusat.

“Delapan unit EWS itu dalam kondisi baik,” katanya.

Perihal sistem peringatan deteksi dini tsunami mencuat pascabencana gelombang yang terjadi akibat erupsi Gunung Anak Krakatau pada Desember tahun lalu. Tsunami yang tanpa terdeteksi sistem peringatan itu merengut banyak korban jiwa di pesisir Banten dan Lampung.

Tahun lalu BNPB menyatakan Indonesia tidak memiliki buoy atau alat deteksi tsunami yang dipasang di lautan sejak 012 silam. Setahun sebelumnya, Kepala Pusdatin BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan total 22 buoy yang tersebar di perainran nusantara kondisinya rusak total.

Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menerangkan masuk ke dalam grand design Indonesia Tsunami Early Warning System yang dirancang sejak tsunami Aceh 2004 silam. Buoy dipasang di beberapa titik di laut lepas di antaranya di Samudra Hindia sampai Sumatra, dan selatan Jawa.

Rahmat menyatakan, BMKG masih bisa melakukan fungsi peringatan dini tanpa buoy, karena sistem yang mereka miliki berdasarkan permodelan tsunami.

“Jadi menggunakan modelling tsunami, skenario-skenario. Saat ini ada sekitar 18 ribu modelling tsunami yang kami miliki,” ujarnya 30 September 2018. “Tapi kalau ada data dari buoy masuk, tentunya skenario akan lebih akurat, karena ada data observasi.”

Sementara itu, pada awal tahun ini BPPT menyatakan siap membangun sistem peringatan dini tsunami yakni buoy dan Cable Based Tsunameter (CBT). Kendati demikian, pihaknya mengakui bahwa pembangunan, operasional dan perawatan sistem peringatan dini tsunami membutuhkan anggaran khusus yang tidak murah.

Oleh karena itu, Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) BPPT Hammam Riza berharap peran publik juga dalam menjaga buoy yang telah terpasang nantinya. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Barcode akan Gantikan Tanda Tangan Pejabat di Kartu Keluarga

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil siapkan peralatan pendukung untuk menerapkan tanda tangan digital berbasis kode batang (Barcode) pada Kartu Keluarga. Kepala...

KPU Kota Batam Temukan 2.028 Lembar Surat Suara Rusak

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam temukan 2.028 lembar surat suara rusak dari hasil pelipatan yang berakhir Senin (18/3) lalu. Komisioner...

Kejari Batam Serahkan Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi SMPN 10 ke Wali Murid

Metrobatam.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyerahkan uang hasil tindak pidana korupsi yang terjadi di SMP Negeri 10 Kota Batam. Lima terpidana tersebut telah...

Inilah Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

Metrobatam, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang...

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Metrobatam, Bandung - Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh...

Suami Pergoki Istri Selingkuh di Kamar Mandi, Golok Melayang

Metrobatam, Brebes - Seorang suami di Brebes, Jateng, tak bisa menahan emosinya setelah mengetahui istrinya usai melakukan hubungan intim dengan pria lain di kamar...

Pengamat: Gagasan Ma’ruf Lebih Konkret dari Sandi Dalam Debat

Metrobatam, Jakarta - Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan cawapres 01 Ma'ruf Amin mengungguli cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres Pilpres 2019. Ia menilai...

Ini 5 Fakta Terduga Teroris Wanita Y: Rakit Bom Mobil hingga Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta - Sepak terjang terduga teroris wanita asal Klaten, Jawa Tengah, Y alias Khodijah, terungkap. Y yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini diduga...

Pengemis di Bogor Punya Sopir Pribadi, Sehari Raup Rp1,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tak ada yang menyangka pengemis paruh...

Danau Sentani Meluap Sebabkan Sampah dan Jenazah Hanyut

Metrobatam, Sentani - Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman, meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter...

Uni Eropa Denda Google Rp 23 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Uni Eropa menjatuhkan denda USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23,9 triliun pada raksasa internet Google. Ini adalah ketiga kalinya...

Wulan Andarini Cabut Laporan Setelah Mimi Minta Maaf

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Mimi, Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang yang diduga telah mencemarkan nama baik Wulan Andarini salah satu karyawan CK Tanjungpinang melalui...