Duh! 3000 Warga Sipil Irak Ditangkap ISIS Saat Akan Kabur

232

Baghdad – Militan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) menangkap 3 ribu warga Irak yang berusaha melarikan diri. Dari jumlah itu, sekitar 12 orang di antaranya telah dieksekusi mati ISIS.

Disampaikan badan pengungsi PBB, UNHCR, dalam laporannya seperti dilansir Reuters, Jumat (5/8), ribuan warga sipil yang ditangkap ISIS itu berasal dari sejumlah desa di wilayah Kirkuk. Penangkapan ribuan warga sipil ini terjadi pada Kamis (4/8) waktu setempat.

“UNHCR menerima berbagai laporan yang menyebut ISIL (nama lain ISIS) pada 4 Agustus menangkap hingga 3 ribu orang IDP (orang-orang yang mengungsi di negaranya sendiri) dari sejumlah desa di Distrik Hawiga, Provinsi Kirkuk yang berusaha kabur ke kota Kirkuk,” demikian bunyi laporan UNHCR.

“Dilaporkan, sekitar 12 orang IDP telah dibunuh dalam penahanan (ISIS),” imbuh laporan itu.

Laporan ini dirilis usai pernyataan organisasi pemantau konflik di Irak, Iraqi Observatory for Human Rights yang menyebut 1.900 warga sipil ditangkap oleh sekitar 100-120 militan ISIS. Warga sipil itu dijadikan sebagai tameng manusia oleh militan ISIS, dalam melawan serangan militer Irak. Iraqi Observatory juga menyebut, 10 warga sipil diantaranya telah dieksekusi mati dan enam orang lainnya tewas dibakar.

Amerika Serikat (AS) memimpin koalisi militer yang melancarkan serangan udara terhadap posisi-posisi ISIS di Irak dan juga Suriah. ISIS menguasai sejumlah wilayah strategis di kedua negara itu sejak tahun 2014 lalu.

Hingga Juli 2016, tercatat pertempuran melawan ISIS memaksa 3,4 juta orang di Irak mengungsi demi menghindari konflik. Kini, pengaruh ISIS di sejumlah kota di kedua negara mulai melemah. Meskipun beberapa kota penting seperti Mosul di Irak dan Raqqa di Suriah masih dikuasai militan radikal itu.

UNHCR telah mulai membangun kamp pengungsian di sebuah lokasi dekat Mosul untuk 6 ribu warga yang kehilangan tempat tinggal karena konflik. Kamp pengungsian lainnya sedang dibangun di lokasi lain, juga dekat Mosul, untuk menampung 15 ribu pengungsi konflik.

Puluhan ribu warga yang kabur dari kota Fallujah, Provinsi Anbar, Irak, belum kembali sejak kota itu berhasil direbut militer Irak dari ISIS pada Juni lalu. UNHCR menyebut, tiga relawannya tewas saat membantu membersihkan sebuah rumah yang dipenuhi puing dan peledak di Fallujah pada 1 Agustus lalu.(mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tidak Bayar Upah Pekerja, Bupati Bintan akan Tindak Tegas Kontraktor

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos mengatakan bahwa dirinya akan menindak tegas setiap kontraktor yang mengerjakan pembangunan proyek pemerintah namun tidak...

Selain Bintang Porno, Trump Disebut Kencani Model Playboy

Metrobatam, Jakarta - Majalah The New Yorker pada Jumat (16/2) menulis berita yang mengungkap bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga pernah memiliki...

Waketum MUI Zainut Tauhid: Tak Masalah Habib Rizieq Disambut di Bandara, Asal Tertib

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid menilai rencana penyambutan Rizieq Shihab saat tiba di Indonesia bukan masalah. Hal...

Diiming-iming Uang Rp5 Ribu, Kakek Mesum Cabuli Bocah 12 Tahun

Metrobatam, Muratara - Perbuatan Bejat M. Yasid seorang kakek berusia 73 tahun terhadap seorang bocah berusia 12 tahun berinisial AS sungguh sangat memprihatinkan. Dengan diiming-iming...

Tafsir Warga Tionghoa: Tahun Anjing Tanah Bakal Banyak Gempa

Metrobatam, Jakarta - Tahun baru Imlek jatuh tepat pada Jumat (16/2). Sesuai kalender Tionghoa, tahun ini adalah shio anjing dengan elemen tanah. Menurut penuturan warga...

Kemhan RI Sudah Meneken Kontrak Pembelian 11 Sukhoi SU-35

Metrobatam, Jakarta - Indonesia telah menandatangani kontrak pembelian 11 unit pesawat tempur Sukhoi SU-35 dengan Rusia. Penandatanganan itu dilakukan pada Rabu (14/2) lalu di...

135 Hektar Lahan Sagu Terbakar, Polda Riau: Diduga Sengaja Dilakukan Perusahaan

Metrobatam, Pekanbaru-Kebakaran kembali terjadi di lahan yang diduga milik PT NSP (Nasional Sagu Prima) di Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Kebakaran di konsesi perusahaan...

KPK Didesak Awasi Penerbitan IUP terkait Pilkada

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak untuk mengawasi dugaan maraknya penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) daerah terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Apalagi, di...

Jokowi Kritik Balik ‘Pengkritik Infrastruktur’

Metrobatam, Jakarta- Presiden Joko Widodo menegaskan pentingnya infrastruktur bagi seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di kawasan Papua. Infrastruktur, menurut dia, penting sebagai upaya menyejahterakan masyarakat. Jokowi...

Kebakaran di Siak Riau, 40 Unit Bangunan Ludes Dilalap Api

Metrobatam, Pekanbaru - Kebakaran hebat melanda di Kabupaten Siak Riau. Sebanyak 40 unit bangunan ruko dan rumah warga hangus dan rata dengan tanah dilalap...

Marak OTT, Bamsoet Minta Fokus pada Pengawasan Uang Negara

Metrobatam, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta kepada pemerintah fokus pencegahan dan pengawasan dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal itu sehubungan dengan maraknya...

Alami Kekeringan, Warga Aceh Utara Salat Minta Hujan 7 Malam Berturut-turut

Metrobatam, Lhokseumawe - Warga Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh melakukan kegiatan yasinan, zikir dan doa bersama selama tujuh malam berturut-turut di...
BAGIKAN