Duh, Facebook Kebobolan Lagi

1085

Metrobatam, Jakarta – Setelah data 87 juta penggunanya digondol Cambridge Analytica, Facebook kembali ‘kebobolan’ oleh firma analisis data lain yang sukses meraup informasi user mereka.

Facebook mengumumkan bahwa pihaknya telah memboikot firma analisis data bernama CubeYou. Hal ini dilakukan setelah mereka diketahui melakukan pengumpulan data mengenai pengguna jejaring sosial tersebut melalui kuis bernama ‘You Are What You Like’.

CubeYou ketahuan memberikan alasan palsu terhadap tujuan pembuatan kuis tersebut. Awalnya, mereka menyebutkan kuis tersebut ditujukan untuk kebutuhan riset bagi lembaga pendidikan nirlaba. Nyatanya, CubeYou justru membagikan data yang telah dikumpulan pada para pemasar untuk mendorong penjualan produk mereka.

Dalam mengumpulkan informasi mengenai pengguna Facebook, firma tersebut bekerja sama dengan peneliti dari Psychometrics Lab di Cambridge University, Inggris. Menariknya, bukan Facebook sendiri yang menyadari kecurangan dari CubeYou tersebut.

CNBC menjadi pihak pertama yang menemukan tanda-tanda mencurigakan oleh firma analisis data tersebut. “Kami berterima kasih kepada CNBC yang mengangkat kasus ini ke permukaan,” ujar Ime Archibong, Vice President of Product Partnership Facebook.

“Ini merupakan masalah yang serius dan kami telah menagguhkan CubeYou dari Facebook selagi kami melakukan investigasi terhadap mereka. Jika mereka menolak atau gagal lolos dari audit, aplikasi mereka akan diblokir dari Facebook,: katanya menambahkan.

Untuk melakukan investigasi tersebut, Archibong menyebutkan pihaknya akan bekerja sama dengan Information Commissioner’s Office, lembaga penjamin informasi asal Britania Raya. Kolaborasi keduanya dimaksudkan untuk memperdalam seberapa jauh perkembangan dari aplikasi yang digunakan oleh CubeYou untuk mengumpulkan data pengguna Facebook.

Menariknya, skenario yang digunakan oleh CubeYou sangat mirip dengan cara Cambridge Analytica untuk meraup data tak kurang dari 87 juta pengguna Facebook. Sebagaimana diketahui, firma tersebut memanfaatkan jutaan informasi tersebut sebagai usaha pemenangan Donald Trump di pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016 lalu.

Dalam mengumpulkan data milik 87 juta pengguna jejaring sosial tersebut, Cambridge Analytica juga memanfaatkan kuis kepribadian bernama This Is Your Digital Life. Kedua aplikasi milik pasangan firma tersebut pun sama-sama dirancang oleh Aleksandr Kogan, akademisi dari Cambridge University.

Sebelumnya, Facebook juga baru saja memboikot firma data asal Canada bernama AggregateIQ (AIQ) untuk sementara waktu karena mereka diduga memiliki hubungan dengan induk perusahaan dari Cambridge Analytica, yaitu Strategic Communication Laboratories (SCL).

Tidak hanya itu, AIQ pun merupakan pelaksana kampanye digital dalam menyukseskan usaha Britania Raya untuk keluar dari Uni Eropa, atau dikenal dengan aksi Brexit. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN