Dukung KPK Usut Tuntas, Ketum PBNU: Korupsi e-KTP Mengerikan

Metrobatam, Yogyakarta – Ketum PBNU Said Aqil Siroj mendukung pengusutan tuntas perkara dugaan korupsi e-KTP. Korupsi e-KTP yang diyakini KPK melibatkan banyak orang disebut Said Aqil sangat mengerikan.

“Ini sangat memalukan, sangat mengecewakan. Mengerikan, mengerikan, mengerikan. Ini triliunan, ini bukan korupsi tapi garong, maling. Saya dukung KPK untuk menegakkan hukum berantas korupsi,” ujar Said Aqil kepada wartawan di sela launching Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) di Yogyakarta, Jumat (10/3).

Siapa pun yang terlibat dalam skandal korupsi e-KTP menurut Said Aqil harus diproses tanpa tebang pilih. Said Aqil juga menyayangkan lemahnya parpol memberikan pendidikan politik bagi kader dan konstituennya soal antikorupsi.

“Ternyata anggaranya di mark up dan dibagi-bagi untuk bancakan sampai 49 persen. Itu bukan korupsi tapi garong, maling itu. Beda dengan Rp 10 juta, 20 juta, itu korupsi. Kalau ini triliunan, ini bukan korupsi tapi garong, maling,” katanya.

Dalam kasus ini, jaksa pada KPK mendakwa eks Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri, Irman dan eks Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Sugiharto melakukan tindak pidana korupsi dalam pengadaan e-KTP tahun 2011-2012.

Penyimpangan pengadaan e-KTP dimulai dari anggaran, lelang hingga pengadaan e-KTP. Dalam perkara ini, Irman didakwa memperkaya diri sebesar Rp 2.371.250.000, USD 877.700, dan SGD 6.000. Sedangkan Sugiharto memperkaya diri sejumlah USD 3.473.830.

Terima Kasih KPK Sudah Profesional
Ketua DPR RI, Setya Novanto mengucapkan terima kasih kepada KPK yang telah mengungkap kasus korupsi E-KTP. Novanto menyebut KPK bekerja secara profesional.

“Tentu saya serahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang sudah disebutkan namanya dan tentu saya selaku ketua DPR RI tetap menjunjung tinggi dan terima kasih kepada KPK dan juga khususnya para pimpinan dan penyidik yang telah menjalankan profesional dan sedang ditangani oleh pihak-pihak dan hakim,” ujar Novanto di Kanto DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (10/3).

Novanto sendiri merupakan salah satu politikus yang namanya disebut di dakwaan sidang korupsi e-KTP. Disinggung soal rencana melapor ke Bareskrim seperti yang dilakukan Marzuki Alie, Novanto masih mau melihat perkembangan.

“Ya kita lihat perkembangannya nanti, semua kita percayakan kepada pihak yang sudah disampaikan di dalam dakwaan, kita percayakan kepada hakim yang sekarang sudah proses. Ya kita mudah-mudahan berjalan profesional,” tuturnya.

Ketua Umum Partai Golkar ini juga membantah dirinya meyakinkan fraksi untuk ikut terlibat dalam kasus korupsi e-KTP. Fraksi hanya menerima laporan pleno satu bulan sekal, itu pun soal hal-hal lain.

“Ya kita gak pernah kita ikut karena fraksi itu hanya menerima laporan pleno satu bulan sekali. Enggak secara detil tetapi semuanya secara oral kepada masalah-masalah yang lain.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Ini Perjalanan Yusuf Supendi dari PKS Hingga Berlabuh ke PDIP

Metrobatam, Jakarta - Mantan pendiri PKS, Yusuf Supendi menjadi caleg dari PDIP untuk Pileg 2019. Perjalanan Yusuf cukup panjang hingga memutuskan berlabuh ke partai...

Drama Anies Copot 5 Wali Kota dan Kepala Dinas, Diberhentikan Lewat WhatsApp

Metrobatam, Jakarta - Pelantikan wali kota, bupati, dan kepala dinas se-Jakarta pada Kamis (5/7) lalu menyisakan drama. Ada yang menilai, Gubernur Anies Baswedan telah...

KPK Minta KPU Konsisten Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) konsisten menerapkan Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 Tentang Pencalonan Anggota Legislatif....

BNN akan Gunakan Drone untuk Lacak Peredaran Narkoba

Metrobatam, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Inspektur Jenderal Heru Winarko mengungkapkan pihaknya bakal menggunakan teknologi pesawat nirawak atau drone untuk mengintai dan...

Ini Daftar Menteri-menteri Jokowi yang Nyaleg di Pemilu 2019

Metrobatam, Jakarta - Sejumlah menteri di kabinet Presiden Joko Widodo mencalonkan diri sebagai anggota legislatif di Pemilu 2019. Siapa saja mereka? Sekretaris Kabinet Pramono Anung...

KPK OTT Bupati Labuhanbatu Sumut Terkait Proyek di Dinas PUPR

Metrobatam, Jakarta - Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, Pangonal Harahap terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Pangonal diduga menerima suap berkaitan dengan proyek di dinas...

Pendiri PKS Yusuf Supendi Jadi Caleg PDIP

Metrobatam, Jakarta - Pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yusuf Supendi bergabung dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Politisi PDIP Eva Kusuma Sundari mengatakan Yusuf...

Lalu Kaget Bisa Juara Dunia Lalu: Saya percaya Tuhan Bisa Membantu Saya

Metrobatam, Jakarta - Lalu Muhammad Zohri telah tiba di Indonesia, Selasa (17/7). Dia bercerita sempat tak menyangka menjadi juara dunia. Lalu menjadi perhatian publik setelah...

Harga Minyak Naik, RI Kantongi Rp 58 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Keuangan menyebut kenaikan harga minyak dunia turut memberikan keuntungan bagi negara. Dari data realisasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN) semester...

Thibaut Courtois Mendekat ke Real Madrid

Madrid - Transfer Thibaut Courtois ke Real Madrid berpeluang besar terjadi. Chelsea dan Madrid dikabarkan telah menyepakati harga kepindahan kiper Belgia itu. Radio Prancis, RMC,...

JK: Cawapres Jokowi Harus Tambah Suara 15% di Pilpres

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menanggapi nama-nama yang muncul sebagai kandidat cawapres Joko Widodo (Jokowi). JK kembali menegaskan, sosok cawapres Jokowi...

Kapolri Tito Sebut Masyarakat Mudah Terpengaruh Tokoh Agama

Metrobatam, Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan masyarakat Indonesia masih banyak yang mudah dipengaruhi oleh pemikiran tokoh melalui isi cermah atau perdebatan. Tak...
BAGIKAN