Metrobatam, Jakarta – Sejumlah purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan petisi berisi permintaan agar aparat bersikap netral selama Pilpres 2019. Mereka menegaskan bahwa TNI/Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) dilarang memihak kepada salah satu pasangan calon.

Petisi dibacakan oleh Komjen Pol Purn Nugroho Djayusman, di rumahnya di kawasan Kemang, Jakarta Selatan , Senin (28/1).

“Mendesak netralitas TNI, Polri, BIN dan semua aparatur sipil negara dalam Pemilihan Presiden 2019. Mendesak agar seluruh tempat pemungutan suara (TPS) dijaga oleh para prajurit TNI, Polri yang ikut berperan sebagai pengawal pesta demokrasi tahun 2019,” ucap Nugroho saat membacakan petisi.

Pantauan CNNIndonesia.com, para purnawirawan yang hadir adalah para pendukung pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka antara lain Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, Wakil Ketua Dewan Penasehat BPN Tedjo Edhy Purdijatno, dan ekonom Rizal Ramli. Hadir pula Irjen Pol Purn Sofyan Yakub, Marsekal TNI Purn Iman Sufaat, serta sejumlah simpatisan Prabowo-Sandi. Mereka menamakan diri sebagai Forum Peduli Netralitas dan Profesionalitas TNI Polri dan ASN.

Para purnawirawan itu menganggap netralitas TNI, Polri dan BIN merupakan suatu keharusan yang tidak bisa ditawar. Mereka menyatakan hal itu telah diatur dalam undang-undang.

Misalnya, Pasal 2 butir d UU No 34 tahun 2004 yang melarang anggota TNI berpolitik praktis. Lalu Pasal 28 poin 2 UU No 2 tahun 2002 mewajibkan Polri untuk netral dalam kehidupan politik. Kemudian, Pasal 2 huruf F undang undang yang sama, BIN harus tunduk pada asas netralitas. UU No 5 tahun 2014 juga mewajibkan Aparatur sipil negara bersikap netral.

“Kami akan kirim petisi ini ke pejabat-pejabat terkait,” tutur Nugroho.

Mantan Panglima TNI Jenderal Purn Djoko Santoso menyatakan bahwa pemilu dan pilpres merupakan suatu pesta peradaban yang mencerminkan peradaban suatu negara.

Oleh karena itu, Djoko meminta kepada TNI, Polri dan BIN serta ASN agar profesional. Jangan sampai Indonesia dipandang sebagai peradaban yang buruk dan ketinggalan zaman akibat TNI, Polri dan BIN yang tak netral.

“Jangan permalukan diri sendiri. Tentara tidak netral itu peradaban yang masih primitif. Kita pertontonkan dengan peradaban yang tinggi,” tutur Djoko.

Melalui petisi itu Nugroho juga meminta masyarakat aktif melaporkan keganjilan selama Pilpres 2019 ke KPU dan Bawaslu. Ketidaknetralan aparat diminta harus dilaporkan demi pemilu yang jujur dan adil. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...