Duterte Ancam Bunuh Puluhan Polisi Filipina Pelaku Kriminal

Manila – Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengancam akan membunuh puluhan personel Kepolisian Nasional Filipina (PNP) yang sedang diselidiki atas berbagai tindak kejahatan. Duterte juga melontarkan makian ke para polisi itu.

Seperti dilansir CNN, Rabu (8/8), ancaman itu dilontarkan Duterte usai bertemu 102 polisi yang tengah diselidiki atas sejumlah tindak kriminal, di Malacanang atau Istana Kepresidenan Filipina, pada Selasa (7/8) waktu setempat. Dalam pidatonya, Duterte menyebut para polisi itu ‘tidak berguna’ dan menjadi ‘ancaman di masyarakat’.

Polisi-polisi yang hadir menemui Duterte itu sedang diselidiki atas berbagai tindak kriminal serius, termasuk pemerkosaan, penculikan, pemerasan dan keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Beberapa polisi di antaranya terjerat pelanggaran administratif, absen tanpa cuti dan tidak datang saat tugas-tugas di pengadilan.

Duterte memperingatkan jika para polisi itu terus melakukan kriminal, maka dia akan membunuh mereka.

“Seperti yang Anda lakukan, sungguh mudah untuk membunuh seseorang. Tinggal ikuti dia, tembak dari belakang, kemudian pergi dengan tenang,” tegas Duterte dalam pernyataannya seperti dikutip CNN Philippines.

Lebih dari setahun lalu, Duterte menyerukan perombakan total dalam tubuh Kepolisian Filipina di tengah kasus pembunuhan seorang pengusaha asal Korea Selatan (Korsel) oleh para pejabat kepolisian yang korup. “Bersihkan jajaran Anda. Kaji kembali kasus-kasus mereka. Beri saya daftar siapa-siapa saja yang bajingan,” ujar Duterte. Dia menyerukan agar jajaran kepolisian dibersihkan dari ‘gratifikasi dan korupsi’.

Masih bicara soal ancamannya membunuh polisi-polisi yang jadi pelaku kriminal, Duterte menyebut media-media hanya akan membahas pembunuhan mereka sebentar saja, kemudian melupakannya.

“Hanya satu artikel surat kabar, satu teriakan. Keributan di TV, itu hanya dua, tiga hari saja kemudian berakhir. Hanya itu. Media? Mereka hanya akan sejauh itu. Publikasi, tajuk utama kemudian tidak ada apa-apa. Anda tinggal sejarah,” ujarnya.

Ditambahkan Duterte bahwa dirinya tidak akan membiarkan penegakan hukum atau hak asasi manusia (HAM) menghalanginya menghukum para polisi kotor ini. “Jika para bajingan ini mati, jangan datang ke kami berteriak soal ‘hak asasi manusia, hak asasi manusia, penegakan hukum’. Saya telah memperingatkan Anda,” tegasnya.

Duterte menyebut, kehadiran para pejabat kepolisian lainnya menjadi satu-satunya hal yang mencegahnya untuk memukul para polisi yang melakukan tindak kriminal. “Kalian binatang, kenapa kalian di sini? Kalian seperti… bajingan mirip anjing. Kalian tahu, kalian beruntung ada banyak orang di sini, ada pejabat-pejabat yang hadir — kalau tidak, saya akan memukul kalian,” ucap Duterte.

Tidak hanya mengomeli dan mengancam para polisi yang melakukan tindak kriminal, Duterte juga membuat mereka berdiri di luar Istana Kepresidenan selama 4 jam saat dirinya menggelar konferensi pers. “Tetap di sana dan kelaparan,” ujarnya kepada para polisi itu. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Erick Thohir: Politik Kebohongan Harus Disetop, Kasihan Rakyat

Metrobatam, Jakarta - Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin, Erick Thohir, menjelaskan maksud Presiden Jokowi meminta politik kebohongan diakhiri. Politik kebohongan,...

Bicara Tokoh Dekati Warga Jelang Pilpres, Jokowi Sindir Siapa?

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan agar tokoh politik jangan mendekati rakyat hanya di saat mendekati pesta politik. PKB menyebut bakal ada...

Pabrik Esemka di Boyolali Besar, Ada Tempat Pengujiannya Juga

Metrobatam, Jakarta - Esemka yang digadang sebagai calon mobil nasional disebut-sebut punya pabrik yang berlokasi di Jalan Mangu - Sambi, Boyolali, Jawa Tengah. Dan...

Pesan Jokowi ke Santri: Silakan Beda Pilihan, Saring Hoaks

Metrobatam, Bandung - Di depan ribuan santri, Presiden Joko Widodo memperingatkan soal bahaya hoaks dan fitnah di tahun politik. Baginya, tak masalah berbeda pilihan...

Ridwan Kamil Kaji Ulang Proyek Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan mengkaji ulang proyek Meikarta usai kasus suap izin proyek Meikarta yang melibatkan pejabat Pemerintah Kabupaten...

Siswi SMA Pembuang Bayi di Bandara Terancam 12 Tahun Penjara

Metrobatam, Balikpapan- Aksi ND (18) yang meninggalkan bayi yang dilahirkan di dalam closet toilet A2 kedatangan Bandara Sepinggan, Balikpapan awalnya tidak diketahui kedua orangtuanya....

Konflik TPST, Wali Kota Bekasi Minta Anies Terjun Langsung ke Bantargebang

Metrobatam, Jakarta - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terjun langsung dan melihat kondisi Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST)...

Jokowi: Kita Harus Akhiri Politik Kebohongan, Merasa Benar Sendiri

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Golkar yang ke-54. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan tentang berpolitik yang...

Hasil Inter Vs AC Milan: Dramatis! Gol Injury Time Menangkan Nerazzurri

Milan - Inter Milan berhasil memenangi laga dramatis kontra AC Milan dengan skor 1-0. Gol semata wayang dibuat Mauro Icardi di masa injury time...

Kerugian dan Kerusakan Gempa di Sulteng Capai Rp13,82 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengungkap bahwa dampak kerugian dan kerusakan yang diakibatkan oleh gempa dan...

KKB Sandera 16 Guru dan Tenaga Medis di Mapenduma Papua

Metrobatam, Jayapura - 16 orang Guru dan Tenaga medis yang bertugas di Mapenduma, kabupaten Nduga, Papua disandera oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua. Selama...

Sandiaga Diminta Bicara Data dan Kurangi Politik Bohong

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding, menyebut calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno...
SHARE