Duterte: Tak Enak Kita Memerangi Narkoba Tapi Minta Mary Jane Diampuni

Metrobatam, Manila – Presiden Filipina Rodrigo Duterte berkomentar soal terpidana mati kasus narkoba, Mary Jane Veloso. Duterte merasa akan tidak enak memohon pengampunan Indonesia untuk Mary Jane sementara Filipina sedang perang melawan narkoba.

Seperti dilansir media Filipina GMA News Online dan The Manila Times, Rabu (14/9), pernyataan Duterte ini disampaikan usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut Duterte memberi lampu hijau untuk eksekusi mati Mary Jane. Duterte pun menegaskan, saat itu dirinya hanya memberitahu Jokowi untuk mengikuti proses hukum yang berlaku di Indonesia.
“Saya hanya mengatakan, kami (Filipina) akan menghormati putusan hukum dari pengadilan Anda. Titik,” tegas Duterte saat berbicara di hadapan anggota 250th Philippine Airlift Wing di Pangkalan Udara Villamor, pada Selasa (13/9) waktu setempat.

“Rasanya akan menjadi tidak enak untuk membahas soal sikap keras kita terhadap narkoba, dan kemudian Anda memohon untuk sesuatu,” imbuh Duterte, merujuk pada kasus Mary Jane.

“Maaf, saya tidak punya apa-apa untuk dimohonkan maaf, karena hukum adalah hukum,” ujarnya.

Sejak menjabat Presiden Filipina pada Juni, Duterte tergolong jarang membahas soal Mary Jane. Namun Duterte selalu menggaungkan perang melawan kriminal, termasuk pengedar narkoba yang marak di Filipina. Bahkan dia memberlakukan kebijakan kontroversial untuk menembak mati pelaku kriminal.

Awal pekan ini, otoritas Filipina membantah pernyataan Jokowi soal Duterte mempersilakan Indonesia mengeksekusi mati Mary Jane. Filipina menyebut Duterte hanya meminta Jokowi untuk mengikuti hukum yang berlaku di Indonesia. Menlu Filipina Perfecto Yasay bahkan menegaskan, tidak ada ‘lampu hijau’ dari Duterte. “(Duterte) Tidak memberikan apa yang disebut sebagai ‘lampu hijau’ untuk eksekusi mati Mary Jane Veloso,” terang Yasay.

Yasay, dalam pernyataannya, juga menegaskan Duterte tidak meminta pengampunan untuk Mary Jane dalam pertemuan dengan Jokowi.

Memberi penjelasan terpisah, juru bicara kepresidenan Filipina, Ernesto Abella, menyatakan pemerintah Filipina nantinya akan meminta pengampunan untuk Mary Jane setelah Mahkamah Agung Indonesia menjatuhkan putusan akhir. Abella menambahkan, Filipina merasa belum perlu meminta pengampunan untuk Mary Jane dalam waktu dekat, karena pemerintah Indonesia menangguhkan eksekusi matinya hingga waktu yang belum ditentukan.(mb/detik

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Habibie: Pilih Presiden yang Mampu dan Rekam Jejaknya Nyata

Metrobatam, Jakarta - Presiden ke-3 RI BJ Habibie bicara soal Pilpres 2019. Dia mengingatkan masyarakat Indonesia untuk memilih Presiden yang mampu dan mempunyai kerja...

Menanti Langkah Kemenkum HAM Usai Minta Maaf Soal OTT Sukamiskin

Metrobatam, Jakarta - Sel mewah di Lapas Sukamiskin terbongkar. Operasi tangkap tangan (OTT) yang dijalankan KPK di Lapas Sukamiskin membuka dugaan adanya suap untuk...

Ekonom Senior Bank Dunia Tewas Tenggelam di Pantai Double Six Bali

Metrobatam, Kuta – Ekonom senior Bank Dunia tewas tenggelam di Pantai Doubel Six Bali. Korban diketahui bernama Aakansha Pande(38) yang dinyatakan tewas saat dalam...

19 Pintu Tol Jakarta Ditutup Selama Asian Games 2018

Metrobatam, Jakarta - Sebanyak 19 pintu tol di DKI Jakarta akan ditutup selama Asian Games 2018 berlangsung. Uji coba penutupan 19 pintu tol itu...

Jokowi: Janurnya Belum Melengkung, Silakan Bersaing Jadi Cawapres 1-2 Minggu Ini

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum memutuskan nama cawapresnya di Pilpres 2019. Jokowi memberikan kesempatan bagi kandidat untuk berkompetisi. "Seperti disampaikan Pak...

International Champions Cup: Sempat Unggul, Liverpool Dikalahkan Dortmund 1-3

Charlotte - Liverpool mengawali pramusimnya di International Champions Cup dengan kekalahan. The Reds tumbang 1-3 dari Borussia Dortmund setelah sempat unggul duluan. Dalam pertandingan di...

Kalapas Sukamiskin Tersangka, Komisi III: Jual Beli Fasilitas Lapas Kecilkan Efek Jera

Metrobatam, Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKB Abdul Kadir Karding menyebut praktek suap di lembaga pemasyarakatan (lapas) akan mengakibatkan terjadinya diskriminasi...

Sidak Lapas Sukamiskin, Kemenkum HAM Temukan Rp 102 Juta

Metrobatam, Jakarta - Ditjen Pemasyarakatan Kementrian Hukum dan HAM Sri Puguh Budi Utami memimpin sidak di Lapas Sukamiskin. Dari sidak tersebut, ada uang dengan...

Mesut Oezil Umumkan Pensiun dari Timnas Jerman

Berlin - Keputusan mengejutkan datang dari Mesut Oezil. Oezil memutuskan untuk pensiun dari timnas Jerman, saat usianya baru 29 tahun. Pengumuman itu dilakukan Oezil tidak...

KPU: Lima Bakal Caleg Eks Koruptor Dikembalikan ke Parpol

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengembalikan berkas lima bakal calon anggota legislatif ke partai politik asalnya karena merupakan eks narapidana kasus korupsi. "Berdasarkan...

Hidupkan Merpati, Investor Tanggung Utang Rp 10,7 Triliun

Metrobatam, Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) kini dalam kondisi 'mati suri'. Maskapai pelat merah ini tidak beroperasi sejak tahun 2014. Bukan tanpa sebab,...

Tangkap Kalapas Sukamiskin, KPK Sita Uang Tunai dan Mobil

Metrobatam, Jakarta - Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen lewat operasi tangkap tangan (OTT) Jumat malam. Dalam...
BAGIKAN