Ekspor Sawit RI ke Eropa Masih Terganjal, Ini Biang Keladinya

Metrobatam, Jakarta – Indonesia masih berjuang untuk melawan kebijakan diskriminatif produk sawit dan turunannya masuk ke Eropa. Pihak Eropa sebenarnya sudah memberikan kelonggaran berua penundaan larangan sawit RI masuk ke Eropa hingga 2030 mendatang.

Namun, tetap saja ada hal lain yang masih mengganjal produk sawit RI masuk ke Eroa. Salah satunya adalah aturan terkait ILUC (indirect land use change).

“Yang sedang kita pelajari adalah adanya kriteria-kriteria baru, seperti ILUC (indirect land use change). Itu yg harus kita pelajari. Posisinya saat ini masih mempelajari itu. Jadi kalau kita merasa didiskriminasi oleh ILUC,” kata Direktur Jendral Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan di Hotel Borobudur, Senin (20/8).

Pada intinya, ILUC adalah aturan yang mempermasalahkan dampak perubahan penggunaan lahan secara tidak langsung dari industri minyak sawit yang sudah diubah menjadi bahan bakar nabati alias biofuel karena dianggap lebih banyak melepaskan emisi karbon yang berdampak pada pencemaran udara. Aturan tersebut akan dibahas Eropa ada 2021.

Indonesia, lanjut dia, sebenarnya tidak keberatan dengan aturan tersebut. Asalakan, penerapannya adil. RI masih khawatir dengan diskriminasi yang dilakukan Eropa karena mereka sendiri sebenarnya juga punya produk minyak nabati yakni minyak biji bunga matahari.

Hanya saja, minyak dari biji bunga matahari harganya jauh lebih mahal. Sehingga ada indikasi untuk membatasi impor sawit agar produk biji bunga matahari di Eroa tak kalah saing dengan minyak sawit Indonesia.

“Jadi yang pertama itu yang diarahkan Pak Menteri jangan sampai itu nanti hanya palm oil (minyak sawitr), tapi sifatnya harus tidak diskriminatif. Artinya semua vegetable oil. Karena kan yang awalnya yang 2030 adalah yang lainnya first generation, tapi palm oil didahulukan 2021. Sekarang ini palm oil mundur jadi 2030 artinya harusnya sama dengan yang lain,” jelas Oke.

Oke menambahkan, RI akan mengawal terus pembahasan kriteria barang masuk untuk produk sawit RI ke Eropa. Hal itu dilakukan untuk memastikan kriteria-kriteria yang dibuat, tidak mengarah ke perlakuan diskriminatif terhadap minyak sawit RI.

“Kedua, kriterianya kemungkinan akan bergeser, kita harus perhatikan, ILUC misalnya, indirect land use change, gitu kan. Kriterianya itu seperti apa, jangan sampai nanti kemasannya diskriminasi tidak ada, tapi direct kriteria itu ternyata mendiskriminasikan palm oil. Karena kan ada ILUC, high conservation carbon, ada biodiversity, ada 7 metodologi,” tandas dia. (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Hasil UEFA Nations League: Griezmann Dua Gol, Prancis Kalahkan Jerman

Paris - Prancis melakoni comeback kontra Jerman untuk akhirnya menang dengan skor 2-1. Seluruh gol Les Bleus diborong Antoine Griezmann. Pada laga UEFA Nations League...

Banjir Kiriman dari Sumbar Rendam Kawasan Rohul Riau

Metrobatam, Pekanbaru - Banjir kiriman dari Sumatera Barat, merendam Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Banjir tersebut sudah merendam kawasan Bonai selama 2 hari. "Banji...

Buwas: Anak-anak di Video ‘Ganti Presiden’ Bukan Pramuka

Metrobatam, Jakarta - Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Budi Waseso (Buwas) memastikan bahwa video viral anak sekolah berteriak '2019 ganti presiden' bukanlah Pramuka. Baju cokelat...

Bos Lippo Billy Sindoro Ditahan KPK Terkait Suap Meikarta

Metrobatam, Jakarta - Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro ditahan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (16/10). Billy merupakan tersangka suap terkait izin proyek...

JK Anggap Berlebihan Jika Gedung DPR Dilapis Kaca Anti-Peluru

Metrobatam, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menilai usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo soal pemasangan antipeluru di sejumlah ruangan di gedung DPR berlebihan....

Viral Foto Pesta Pernikahan Digelar di SPBU

Metrobatam, Jakarta - Pesta pernikahan umumnya digelar di gedung, aula, maupun di pekarangan rumah. Namun, ternyata ada juga pesta pernikahan diselenggarakan di tempat yang...

Sadis, Anak 9 Tahun Ini Disiram Cairan Kimia, Sekujur Tubuhnya Luka Bakar

Metrobatam, Sangihe – Jessica Mananohas (9), gadis cilik yang tinggal di Desa Pintareng, Kecamatan Tabukan Selatan Tenggara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) tak...

Jonatan Lewati Babak Pertama, Anthony Dihentikan Momota

Metrobatam, Jakarta - Jonatan Christie sukses melangkah ke babak kedua Denmark Terbuka 2018. Namun langkah serupa gagal diikuti Anthony Sinisuka Ginting yang dihentikan Kento...

Ferry Kritik Jokowi Bagi Sertifikat Tanah, Ini Kata Ketua Komisi II

Metrobatam, Jakarta - Eks Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan mengkritik program sertifikat tanah yang kini kerap dibagikan Presiden Joko Widodo (Jokowi)...

Ini Dia Bocoran Harga Esemka

Metrobatam, Jakarta - Dalam waktu dekat, calon mobil nasional Esemka bakalan meramaikan pasar otomotif di Indonesia. Namun hingga saat ini belum terlihat wujud Esemka...

Argentina Vs Brasil: Gol Miranda di Masa Injury Time Menangkan Selecao

Metrobatam, Jakarta - Brasil memetik kemenangan tipis atas Argentina di laga uji coba. Gol Joao Miranda di masa injury time memenangkan Selecao dengan skor...

2 Oknum TNI yang Ditangkap BNN Terkait Narkoba Terancam Dipecat

Metrobatam, Jakarta - Dua oknum TNI AD yang diduga terlibat peredaran narkotika masih diperiksa di POM TNI. TNI AD mengatakan kedua oknum itu terancam...
SHARE