Metrobatam, Jakarta – Ketua Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir menyatakan pihaknya sudah saatnya bertindak ofensif jelang Pilpres 2019. Konteks ofensif itu, kata Erick, karena kubunya sering dilaporkan ke Bawaslu tanpa data akurat oleh pihak lawan.

“Jadi saya katakan, sudah selayaknya tim hukum kami ofensif melaporkan dengan fakta dan data,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (6/2).

Sikap ofensif ini pernah dia sampaikan saat rapat koordinasi dengan tim hukum TKN, yang juga dihadiri Yusril Ihza Mahendra.

Namun masalahnya, kata Erick, pihak lawan memakai isu kriminalisasi ketika tim hukum melaporkan berdasarkan fakta dan kemudian ditindaklanjuti oleh aparat.

“Mereka tak bisa membedakan kriminalisasi dengan penegakan atas fakta hukum,” ujarnya.

Erick mengatakan isu yang berkembang selama ini diputarbalikkan. Jokowi dituduh melakukan kriminalisasi, padahal menurutnya yang terjadi adalah Jokowi dizalimi. Dicap sebagai antek asing, aseng, PKI, dan lain-lain. Semua itu, kata Erick, sudah dimulai sejak 2014 dengan terbitnya tabloid Obor Rakyat.

“Jadi kalau sekarang beliau menjawab, itu lumrah. Sebab kalau tak menjawab, nanti fitnah itu dianggap benar. Anehnya, ketika beliau menjawab, dikatakan beliau panik dan ketakutan,” ujarnya.

Erick menekankan yang dilakukan timnya bukan menyerang, tapi menyampaikan data dan fakta. Menurutnya, semuanya itu dilakukan dengan perhitungan yang cermat.

Dia menyebut hasil survei pascadebat pertama, debat tak mempengaruhi pemilih militan yang sudah ada. Data pemilih Jokowi dari empat bulan lalu hingga usai debat pertama berada di angka 54 persen. Begitupun pemilih Prabowo-Sandi di angka 31 persen. Sebanyak 82 persen pemilih menyatakan takkan mengubah lagi pilihannya.

Pihaknya berusaha menarik pemilih yang belum menentukan pilihan. Jumlahnya 18 persen berdasarkan data Lingkaran Survei Indonesia. Caranya, kata Erick, dengan menyampaikan data dan fakta atas hal-hal yang telah diputarbalikkan.

Selain mengklarifikasi beberapa isu, TKN juga menekankan prestasi Jokowi yang belum maksimal disampaikan. Termasuk soal pembangunan infrastruktur.

“Ini yang bagaimana undecided voters perlu dijelaskan. Lalu selanjutnya bagaimana Pak Jokowi akan kembangkan sumber daya manusia kita,” katanya.

Erick menyinggung pernyataan kubu Prabowo-Sandi yang menyebut Jokowi seakan-akan panik karena selisih elektabilitas kedua pasangan itu makin mengecil.

Menurutnya, berdasarkan hasil riset lembaga survei resmi dan diakui KPU, selisih suara kedua pasangan minimal 20 persen. Hanya ada dua lembaga survei yang menyatakan selisihnya sudah berkurang. Yakni lembaga Media Survei Nasional (Median) dan Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis).

“Kita harus lihat track record. Kita harus berkaca pada lembaga survei yang asosiasinya masuk ke KPU,” kata Erick.

Namun, lanjut Erick, kalaupun survei Median dan Puskaptis itu hendak diakui, rata-rata selisih elektabilitas kedua paslon masih di angka 15-18 persen, masih dimenangkan Jokowi-Ma’ruf. Menurutnya, aneh jika Jokowi-Ma’ruf disebut panik, bukan sebaliknya. “Intinya, kalau dikat (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...