Evaluasi Pilkada 2018: Isu SARA Tak Sebrutal Pilgub DKI

Metrobatam, Jakarta – Wakil Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jojo Rohi menyatakan isu SARA dan politik identitas tidak terlalu terlihat dalam Pilkada 2018 yang dihelat serentak di 171 daerah. Hal ini berbeda dengan Pilkada 2017 khususnya di Pilgub DKI Jakarta.

Jojo mengutarakan hal tersebut dalam acara diskusi Evaluasi Penyelenggaraan Pilkada 2018 yang dihelat Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di Hotel Santika, Bangka Belitung, Sabtu (21/7).

“Soal isu SARA, memang ada di beberapa daerah, tapi tidak signifikan. Memang masih digunakan, tapi tidak sebrutal di DKI Jakarta,” kata Jojo.

Jojo menilai isu SARA hanya dimainkan di Kalimantan Barat dan Sumatera Utara. Namun, itu pun tidak masif. Masyarakat juga tidak larut ketika ada pihak yang berupaya memainkan isu SARA.

“Masih bisa dihitung dengan jari, daerah mana saja yang memainkan isu SARA,” katanya.

Hal serupa dinyatakan Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto. Menurutnya, kontestasi Pilkada 2018 lebih baik daripada pilkada sebelumnya. Sunanto sepakat Sumatera Utara dan Kalimantan Barat adalah daerah yang paling nampak terjadi isu SARA.

“Isu-isu primordial kerap dimunculkan. Mungkin bagian dari strategi,” kata Sunanto.

Sunanto mengamini bahwa isu SARA tidak dimainkan secara masif seperti di Pilkada DKI Jakarta lalu. Baik itu melalui kampanye atau melalui alat peraga kampanye seperti spanduk, poster, dan baliho.

Meski begitu, Sunanto mengkritisi Bawaslu dalam hal pengawasan terhadap isu SARA di media sosial. Sunanto menilai Bawaslu masih belum optimal mencegah atau menindaklanjuti pihak yang memainkan isu SARA lewat dunia maya.

Dia berharap ada inovasi dari Bawaslu agar isu SARA benar-benar tidak menjadi strategi salah satu pihak dalam Pemilu 2019 mendatang.

“Yang sulit adalah ketika masuk di media sosial. Bawaslu mesti punya sistem pengawasan di internet. Jadi tidak hanya mengandalkan platform media sosial atau lembaga lain,” katanya.

Anggota Bawaslu Ratna Dewi Petatolo juga mengatakan bahwa strategi politik yang mengandung isu SARA tidak nampak masif di Pilkada 2018. Hanya terjadi di sejumlah daerah. Ratna mengklaim itu semua berkat kinerja Bawaslu yang intensif mencegah isu SARA.

“Ini semua tidak lepas dari peran anggota-anggota kita di lapangan yang selalu memberi pendidikan kepada masyarakat,” kata Ratna.

Ratna menilai isu SARA yang minim pada Pilkada 2018 bukan karena parpol yang sudah tidak tertarik memainkan isu tersebut. Bukan pula karena masyarakat benar-benar sudah tidak tertarik untuk larut dalam isu SARA. Dia mengklaim itu semua hasil dari Bawaslu yang bekerja secara optimal.

“Tetapi karena Bawaslu selalu bekerja sama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama untuk juga ikut berperan mencegah isu SARA,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, Bawaslu juga bergerak cepat ketika ada alat peraga kampanye yang bernuansa SARA. Bawaslu bersama petugas keamanan sigap menurunkan spanduk, poster, atau baliho yang kiranya dapat mengusik stabilitas di masyarakat.

“Kita bergerak cepat. Jangan sampai ada yang rajin memainkan isu SARA,” ucap Ratna. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kapolda Kepri Buka Acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV Tahun 2018

Metrobatam.com, Batam - Kapolda kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Andap Budhi Revianto S.I.K resmi membuka acara Pemilihan Putri Citra Indonesia ke XXXIV tahun 2018 ...

Dragon Boat Race Tanjungpinang 2018, Diikuti 45 Tim dari 4 Negara

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 45 tim yang berasal dari 4 negara mengikuti event Internasional Dragon Boat Race (DBR) 2018 yang kembali digelar oleh Pemerintah...

Melawan, 2 Terduga Teroris di Tanjungbalai Ditembak Polisi

Metrobatam, Jakarta - Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak dua pria terduga teroris di Jalan Jumpul, Lingkungan VI, Kelurahan Kapias Pulau Buaya, Kecamatan Teluk...

Dor! TNI AL Bekuk Penyelundup 20 Ribu Hp di Perairan Batam

Metrobatam, Batam - 20 Ribu unit handphone hasil selundupan diamankan KRI Lepu-861. Handphone selundupan ini berasal dari salah satu distributor di Jurong, Singapura. Sempat...

Menteri Susi Semprot Sandiaga, Sandiaga Menjawab

Metrobatam, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tampaknya sedang cukup geram dengan tingkah calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno. Susi...

Jokowi Beri Beasiswa ke 5.144 Mahasiswa Korban Gempa Lombok

Metrobatam, Lombok Tengah - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan beasiswa kepada mahasiswa yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Ada 5.144 mahasiswa...

Wagub Jabar Dukung Seruan Khotbah Jumat Tolak LGBT di Cianjur

Metrobatam, Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengaku pihaknya tak akan mempersoalkan imbauan Pemerintah Kabupaten Cianjur agar seluruh pengurus masjid menyajikan...

Caleg yang Kampanye Berseragam Polri di Sumsel Ternyata Kader Berkarya

Metrobatam, Palembang - Calon anggota DPR RI yang diduga berkampanye berseragam kedinasan Polri di Sumatera Selatan diketahui merupakan kader Partai Berkarya. Hal tersebut pun dibenarkan...

Sedekah Laut, Tradisi Luhur yang Disalahpahami

Metrobatam, Jakarta - Sedekah laut dianggap tradisi yang melanggar agama. Padahal, banyak yang tidak paham dengan maksud sesungguhnya dari acara sedekah laut. "Masyarakat pesisir terutama...

Survei: Guru Muslim Punya Opini Intoleran dan Radikal Tinggi

Metrobatam, Jakarta - Hasil survei terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM), UIN Jakarta, menemukan bahwa mayoritas guru beragama Islam di Indonesia memiliki...

Bawaslu Enggan Kelola Dana Saksi untuk Pemilu

Metrobatam, Jakarta - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Afifuddin mengatakan bahwa pihaknya keberatan jika harus mengelola dana saksi pemilu. Pasalnya, peraturan hanya mengamanatkan Bawaslu...

Gara-gara Iklan Videotron, Jokowi-Amin ‘Dikejar’ Syahroni

Metrobatam, Jakarta - Sidang dugaan pelanggaran kampanye videotron Joko Widodo-Ma'ruf Amin kembali ditunda lantaran timses pasangan nomor urut 01 itu tidak membawa surat kuasa....
SHARE