Metrobatam, Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fadli Zon bersama sejumlah perwakilan anggota Komisi III DPR bertolak ke Pengadilan Negeri Tinggi DKI Jakarta, Senin (4/2), untuk melakukan pengawasan terhadap kasus terpidana ujaran kebencian Ahmad Dhani.

Fadli berencana mempertanyakan ketetapan penahanan dari pengadilan. Dia mengaku baru mengetahui surat penahanan berdasar perintah yang dikeluarkan oleh kejaksaan.

“Kami mau tanya apa ada penetapan dari pengadilan untuk menahan saudara Ahmad Dhani. Karena surat yang ada hanya dari kejaksaan. Ini tidak boleh kejaksaan melakukan penahanan tanpa ada penetapan hakim,” kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta.

Fadli menganggap penahaanan Dhani tidak beralasan karena pihak pengacara sudah melakukan banding.

“Kalau tidak ada [penetapan dari hakim], maka yang terjadi pada saudara Ahmad Dhani adalah penyanderaan atau penculikan,” ujarnya.

Fadli berencana menemui langsung Ketua Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dalam melakukan pengawasan terhadap kasus tersebut.

Ia mengaku tidak takut dicap mengintervensi kasus itu karena niatannya sebatas ingin mengetahui dasar penahanan terhadap Dhani. “Kalau substansi, tidak ada urusan,” ucapnya.

Ahmad Dhani telah divonis bersalah dalam kasus ujaran kebencian. Dia divonis majelis hakim PN Jakarta Selatan satu tahun dan enam bulan penjara dan kini harus mendekam di rumah tahanan Cipinang, Jakarta.

Pertanda Mubahalahnya Kalah

PSI menilai, dengan divonis bersalah dan ditahan, hal itu menunjukkan Buni Yani kalah dalam mubahalah.

“Buni Yani berkali-kali mubahalah sejak awal kasus ini, dengan dia masuk penjara sebenarnya dia sudah kalah dalam mubahalah, karena mubahalah berlaku efektif di dunia juga, tidak harus nunggu di akhirat,” ujar Juru Bicara PSI, Guntur Romli dalam keterangan tertulis, Senin (4/2/2019).

Guntur mengatakan, mubahalah dilakukan untuk membuktikan mana yang benar dan yang salah dengan campur tangan Tuhan. Faktanya, putusan bersalah yang dijatuhkan terhadap Buni Yani konsisten dari Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi hingga Mahkamah Agung.

“Jadi sudah terbukti mubahalah Buni Yani kalah,” katanya.

Guntur pun meminta Buni Yani untuk menjalani hukuman penjaranya tanpa kegaduhan. Mengingat eksekusi terhadap dirinya sudah cukup lama ditunda.

“Kalau mau dibandingkan dengan kasus Ahok, Buni Yani harusnya ditahan sejak vonis pertama, November 2017, bahkan kasasi dia sudah ditolak November 2018, dia sudah keenakan ditunda terus, bukannya bersyukur malah nantang-nantang lagi mubahalah yang terbukti dia sudah kalah,” tutur Guntur.

Sebelumnya, video Buni Yani bermubahalah beredar. Dalam video itu, Buni Yani menegaskan dirinya tidak bersalah. Bila berbohong, lanjut Buni Yani, maka dia minta azab segera turun. Lalu dilaknat oleh Allah, dimasukkan ke dalam neraka selamanya.

Dimintai konfirmasi mengenai video ini, pengacara Buni Yani, Aldwin Rahadia memastikan video itu sudah diambil sejak lama. Ini sekaligus menjawab anggapan sebagaian orang yang menduga video itu diambik setelah proses eksekusi.

“Tetapi bila saya benar maka biarlah azab yang sama menimpa seluruh orang yang menuduh saya, termasuk buzzer, polisi, jaksa dan hakim. Mohon video ini disebarkan oleh seluruh jemaah. Biar langsung efeknya mengena,” kata Buni Yani. (mb/cnn indonesia/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Karhutla dan Hutan Gundul di Batam, Komisi III DPRD Kepri Tanyakan Tupoksi KPHL

Metrobatam.com, Batam - Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Sekretaris Komisi III Raja Bahktiar melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja Kesatuan Pengelolaan...

Akibat Pemeliharaan Aset Gas oleh PT CPGL akan Berdampak Pada PLN Batam

Metrobatam.com, Batam - PT Conoco Philips Grissik Line (CPGL) sebagai pemasok gas terbesar di Indonesia, saat ini sedang melakukan pemeliharaan sumur yang ada di...

Bawa Sabu, Calon Penumpang Pesawat di Bandara Hang Nadim Batam Ditangkap

Metrobatam.com, Batam - Pihak petugas Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepri mengamankan seorang penumpang karena kedapatan membawa narkoba jenis Sabu.  Seorang WNI calon penumpang Pesawat...

Polres Tanjungpinang dan Polda Kepri Tangkap Pelaku Pembunuhan Pensiunan TNI AL

Metrobatam.com, Batam - Polres Tanjungpinang dan Polda Kepulauan Riau akhirnya berhasil menangkap Abdul pada Sabtu (16/02), pelaku pembunuhan pensiunan TNI AL Arnold Tambunan (AT),...

Lewat Facebook, 3 Terdakwa Warga Nigeria Tipu dan Perdayai Mutiara

Metrobatam.com, Batam - Kasus penipuan lewat Facebook yang dilakukan beberapa oknum warga Nigeria bukan kali pertama terjadi di Indonesia. Dalam beberapa bulan ini sudah...

Lanud RHF Mendukung Operasi Patroli Rutin di Wilayah ALKI 1

Metroobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 2 unit Pesawat Tempur Hawk 100/200 milik TNI AU dari Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru melaksanakan patroli udara...

Eks Kombatan GAM Marah Dituduh Kelola Lahan Prabowo di Aceh

Metrobatam, Jakarta - Mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Joni Suryawan membantah kubu calon presiden Prabowo Subianto terkait pengelolaan lahan di Aceh. Mereka marah...

Walhi: Lahan Prabowo Kemungkinan Didapat di Era Orde Baru

Metrobatam, Jakarta - LSM Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mengatakan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto tak seharusnya memiliki Hak Guna Usaha (HGU) lahan...

Sungai Musi Meluap, Ribuan Rumah di Muratara Sumsel Terendam Banjir

Metrobatam, Palembang - Ribuan rumah di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, sudah 4 hari ini terendam banjir. Akibatnya, akses ke daerah terputus...

Nasib Rudiantara soal ‘Yang Gaji Kamu Siapa’ Ditentukan Jumat

Metrobatam, Jakarta - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) hampir merampungkan kasus 'yang gaji kamu siapa' yang melibatkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo)...

Sandi Ingin Pertanyaan Panelis Dihapus Saat Debat Ketiga

Metrobatam, Jakarta - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengusulkan agar pelaksanaan debat Pilpres 2019 selanjutnya yang mempertemukan dirinya dengan calon wakil...

Kunjungan ‘Rahasia’ Jokowi Bikin Kaget Warga Tambak Lorok

Metrobatam, Semarang - Ahmad Sueb, Ketua RW 13 Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara "dag dig dug" ketika nama kampungnya, Tambak Lorok disebut oleh Calon...