Fahri: Setnov Mengaku Jokowi ‘Campur Tangan’ Kasus e-KTP

1834

Metrobatam, Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengklaim bahwa Ketua DPR Setya Novanto mendapat informasi ada pihak yang ingin memaksanya menjadi tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Fahri mengaku, informasi itu merupakan cerita yang disampaikan langsung oleh Setnov kepada dirinya.

“Ada yang ngomong ke Pak Novanto, yang saya dengar ya ini permintaan presiden katanya. Ada yang bilang ini permintaan wakil presiden. Ada yang ngomong begitu ke Pak Nov,” ujar Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Senin (13/11).

Fahri mengaku tidak mengetahui pasti siapa pihak yang menyampaikan informasi tersebut kepada Setnov. Namun, ia menegaskan, informasi itu merupakan pengakuan Setnov kepada dirinya.

Selain pengakuan Setnov, Fahri pun mengklaim mendapat informasi bahwa pihak itu juga berkeliling menggaet dukungan agar Setnov dipenjara.

Ia berkata, pihak itu bersikeras meminta pria yang juga menjabat Ketua Umum Golkar itu dipenjara.

“Dan itu yang saya dengar, dia bilang ‘gak bisa Novanto harus masuk’. Begitu ngomongnya. Dia keliling kemana-mana, dia ngomong ke orang ‘gak bisa, Novanto harus masuk’ katanya,” kata Fahri kembali menegaskan pengakuan Setya Novanto kepada dirinya.

Di sisi lain, Fahri juga mendapat informasi bahwa KPK menjadikan Novanto sebagai target utama untuk mempertahakan eksistensi lembaga itu. Fahri mengklaim, KPK khawatir dibubarkan jika Novanto tidak dipenjara.

Fahri menambahkan, salah satu cara memenjarakan Novanto, yakni dengan menetapkan kembali sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP. “Kata mereka, bagi kami (KPK) Setya Novanto adalah mahkota KPK. Kalau dia tidak dipenjara maka hancurlah KPK. Dia ngomong begitu,” ujar Fahri.

Selain itu, anggota DPR dari daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat itu menilai ada muatan politik di balik tindakan KPK menetapkan kembali Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Fahri menuding KPK telah menjalin kesepakatan dengan kelompok tertentu guna merebut kekuatan Golkar dalam politik. Kekuatan yang dimaksud Fahri adalah persentase suara Golkar pada pemilu 2014 yang mencapai 14,7 persen.

Menurutnya, persentase suara itu akan dijadikan kelompok yang bersepakat dengan KPK untuk kepentingan pemilu 2019.

“Kasus ini mengarah pada kasus politik dan makin di ujung Saya melihat kasus ini lebih mengarah pada perebutan tiket 2019. Ini adalah perebutan tiket 14,7 persen tiket Golkar,” ujar Fahri.

Setya Novanto kembali ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi e-KTP oleh KPK pada Jumat (10/11) pekan lalu. Itu adalah penetapan kedua setelah yang pertama gugur akibat vonis hakim praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Hari ini, Senin (13/11), Setya Novanto dipanggil KPK kembali untuk diperiksa sebagai saksi bagi tersangka dugaan korupsi e-KTP, Anang Sugiana Sudiharjo. Namun, Setya Novanto mangkir dari panggilan pemeriksaan KPK hari ini. Pada hari ini, Setnov justru melakukan kunker ke Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif menyatakan pihaknya membantah keterangan yang menyebutkan Presiden ikut turut campur dalam penanganan kasus e-KTP. “Enggak ada lah. Masa Presiden menitipkan ke KPK. Tak ada seperti itu,” katanya. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Tak Bantu Rizieq Pulang, Anies Disebut Kacang Lupa Kulit

Metrobatam, Jakarta - Ketua Progres 98 sekaligus pendiri Presidium Alumni (PA) 212 Faizal Assegaf menyindir Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga...

‘Mayoritas Akun Penyebar Ujaran Kebencian Partisan Parpol’

Metrobatam, Jakarta - Aktivis Jaringan Gusdurian, Savic Ali, mengatakan bahwa sebagain besar unggahan yang bersifat ujaran kebencian dan kabar bohong atau hoaks berasal dari...

Guru Penyebar Hoax Soal Megawati Minta Adzan Ditiadakan Ditangkap

Metrobatam, Jakarta - Tim Subdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap penyebar berita hoax, Sandi Ferdian (34). Pelaku yang seorang guru itu menyebarkan...

KPK Tegaskan Tak Ada Penangguhan Penahanan untuk Kampanye

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak ada penangguhan penahanan bagi para calon kepala daerah yang tengah ditahan oleh KPK demi memberi...

Akmal Kembali Bertelur di Toilet, Polisi Gelar Penyelidikan

Metrobatam, Gowa - Akmal, remaja 15 tahun asal Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ternyata mengeluarkan sebutir telur lagi pada Selasa (20/2). Ruslim,...

Bank Muamalat Lagi Kritis? Begini Kondisi Keuangannya

Metrobatam, Jakarta - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk saat ini sedang menghadapi masa-masa sulit. Sejumlah rasio keuangan bank syariah pertama di Indonesia ini tak...

Orang Kaya di Indonesia Jarang Internetan Dibanding si Miskin

Metrobatam, Jakarta - Dalam survei terbaru yang digagas Asosiasi Penyelenggara Internet Indonesia (APJII) mengungkap hanya 7,39 persen orang kaya atau kelompok ekonomi atas dari...

Pengamat: Habib Rizieq Tak Bernyali Seperti Buya Hamka

Metrobatam, Jakarta - Langkah Habib Rizieq Shihab kabur ke Arab Saudi untuk menghindari pemeriksaan polisi sejak April 2017 merupakan sikap tak terpuji dan melawan...

Bareskrim Tangkap 18 Orang Penyebar Hoax dan Ujaran Kebencian

Metrobatam, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal (Dittipidsiber Bareskrim) menangkap sebanyak 18 orang terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan penyebaran berita...

Liga Champions: Sevilla-MU Berakhir Imbang Tanpa Gol

Sevilla - Tidak ada pemenang dalam pertandingan Sevilla melawan Manchester United. Kedua tim bermain imbang tanpa gol alias 0-0. Melakoni laga leg I babak 16...

Sempat Tertinggal, Madrid Kalahkan Leganes 3-1

Leganes - Real Madrid naik ke peringkat ketiga di klasemen sementara La Liga. Los Blancos menang 3-1 atas Leganes meski sempat ketinggalan lebih dulu. Pertandingan...

Ketua MK Arief Hidayat Kembali Dilaporkan ke Dewan Etik

Metrobatam, Jakarta - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali dilaporkan ke dewan etik. Kali ini Arief dilaporkan Majelis Anti Korupsi (MAK) terkait dugaan...
BAGIKAN