Metrobatam, Makassar – Polda Sulsel telah menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba di sejumlah daerah di Indonesia. Namun Saudi Arabian Airlines menganggap penyitaan yang dilakukan polisi tak sesuai dengan prosedur.

Fakta itu terungkap dalam sidang praperadilan Saudi Arabian Airlines terkait penyitaan aset Abu Tours oleh Polda Sulsel di PN Makassar, Senin (16/7). Dalam sidang yang dipimpin Suratno ini, hadir Vice President Sales and Marketing PT Ayu Bergasari GSA, yang merupakan perwakilan Saudi Airlines, Hery Setiawan.

Hery menerangkan Abu Tours berutang 10 ribu tiket untuk keberangkatan jemaah dari Makassar ke Tanah Suci pada 2017. Pemberian tiket itu disebabkan perwakilan Saudi Airlines meyakini kala itu Abu Tours masih merupakan perusahaan yang sehat.

“Abu Tours memesan 10 ribu tiket selama 6 bulan di tahun 2017,” kata Hery dalam kesaksiannya.

“Jadi begini, dalam perjanjian itu kita juga menyesuaikan dengan anggaran kita. Dan juga kita diskusikan. Kerja sama itu lebih ke kerja sama penjualan tiket,” jelasnya.

Kuasa hukum pihak Saudi Airlines, Suyudi, mengatakan pihaknya hanya meminta hak klien yang berada dalam penyitaan Polda Sulsel.

“Intinya bahwa punya hak di sini untuk secara keperdataan barang yang merupakan objek sita. Yang perlu dipahami, ini adalah tiket yang selesai berangkat umrah,” ucap Suyudi.

Dihubungi terpisah, pihak Saudi Airlines menegaskan hak-hak perusahaannya itu sudah diakui oleh undang-undang. Mereka mengaku dirugikan dan sebagai korban dalam kasus ini.

“Apakah hal ini ada hubungannya dengan korban Abu Tours? Korban yang mana? Apakah kami bukan korban? Menurut hemat saya, hubungan antara kami dan ABT sudah selesai karena jemaahnya sudah terbang dan muncul wanprestasi dari Abu Tours yang menyebabkan kami sebagai pemegang hak tanggungan berhak untuk mengeksekusi benda tersebut,” cetusnya.

Dalam kasus ini, Polda Sulsel telah menetapkan empat tersangka, yaitu Komisaris PT Abu Tours and Travel Khairuddin, CEO PT Abu Tours Hamzah Mamba, istri CEO Abu Tours Nursyariah Mansyur, dan mantan Manajer Keuangan Abu Tours M Kasim. Sidang praperadilan Abu Tours rencananya akan kembali digelar pada Selasa (17/7) besok dengan agenda mendengarkan kesimpulan para pemohon dan termohon.

Ganti Rugi Tiket Pesawat

Agen Saudi Airlines meminta aset yang disita Polda Sulsel sebagai ganti rugi atas penjualan tiket yang belum dibayarkan oleh pihak Abu Tours.

“Saya menjabat sebagai General Jenderal Agen Saudi Arabia di Indonesia. Kerjasama dengan agen seperti disributor dengan harga murah kepada Abu Tours terkait pembelian tiket dari Makassar ke Arab Saudi, Pak,” kata Hery dalam kesaksiannya di PN Makassar Senin (16/7)

Di hadapan majelis hakim Hery menjelaskan, bahwa saat itu penjualan tiket sebanyak 10 ribu dilakukan dalam waktu 6 bulan.

“Jadi begini dalam perjanjian itu kita juga menyesuaikan dengan anggaran kita. Dan juga kita diskusikan. Kerjasama itu lebih ke kerja sama penjualan tiket,” jelasnya.

Sementara itu penasihat hukum Saudi Airlines, Suyudi mengatakan, hingga saat ini jamaah yang membeli tiket Saudi Airlines melalui agennya di Indonesia belum juga diberangkatkan oleh Abu Tours. Sehingga ia mengajukan sidang gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Makassar.

“Kami prihatin juga belum ada jamaah yang belum berangkat. Tapi karena adanya kami jamaah itu kan menjadi berangkat. Tuntutan kerugiaannya nanti saja. Karena kami besok masih ada materi sidangnya. Diikuti saja materi sidangnya besok,” katanya Suyudi saat ditemui di PN Makassar.

Suyudi belum bisa menyebutkan total keseluruhan kerugian yang dialami kliennya. “Tanggungan ini yang kita gugat ini tumpang tindih karena ada yang belum dibayar dan ada yang dibayar. Jadi ada tumpang tindih, ada yang sudah bayar ada yang belum dibayar,” kata Suyud.

Menurut Suyuti, jamaah dijanjikan berangkat pada 2017, namun hingga kasus ini bergulir ke Polda Sulael, pihak Abu Tours belum juga memberangkatkan jamaah. “Kita tahu izin dia sendiri adalah tour yang sehat. Makanya kami pemahaman kita seperti dari menteri juga tidak ada masalah, makanya kami percaya Abu Tours,” ungkapnya.

Sedangkan termohon penyidik Polda Sulsel Ahmad Mariadi mengatakan, pihaknya melakukan penyitaan aset karena telah menerima jaminan bahwa aset tersebut adalah kepemilikan dari tersangka Hamzah Mamba selaku Ceo Abu Tours.

“Sehingga dari seluruh hasil kejahatan kita menggunakan tindak pidana pencucian uang. Sehingga kita dari penyidik berargumen bahwa itu adalah alat atau barang bukti yang wajib kita sita sebagai aset daripada tersangka,” jelas Ahmad.

Sebelumnya, kata Ahmad, jumlah aset Abu Tours yang disita itu sekitar 20 aset yang yang sebelumnya dikuasai oleh pemohon. “Semua ini kita sudah tetapkan tersangka. Kami belun bisa hitung keselurahannya yang jelas mungkin keselurahan ada miliaran rupiah,” terang Ahmad

Sidang yang dipimpin Majelis Haki Suratno ini akan dilenjutkan Selasa (17/7) dengan agenda membacakan kesimpulan dari pemohon dan termohon. (mb/okezone)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Batam Gelar Rapat Paripurna Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua

Metrobatam.com, Batam - Harmidi Umar Husen, Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Batam yang juga sebagai Pengusul Ranperda Penataan dan Pelestarian Kampung Tua. Ia...

Ditresnarkoba Polda Kepri Musnahkan 205,2 Gram Sabu

Metrobatam.com, Batam - Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepri memusnahkan barang bukti jenis sabu seberat 205,2 gram. Pemusnahan barang bukti tersebut dipimpin Kasubdit II Dit...

Sekda Kota Batam Jefridin : Gunakan Medsos untuk Promosikan Batam

Metrobatam.com, Batam - Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin berpesan kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam untuk bijak gunakan media sosial. Ia berharap sarana...

KPK Rekomendasikan Percepatan Perubahan Status Kota Batam

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeluarkan rekomendasi untuk mempercepat perubahan status free trade zone (FTZ) Kota Batam. Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad...

PBNU Sebut Kelompok Penggempur NU Sudah Merambah Musala

Metrobatam, Jakarta - Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud menduga kelompok yang kerap memojokkan dan menggempur NU dari segi ibadah serta keyakinan...

Diterjang Banjir Bandang, Akses 4 Desa di Merangin Jambi Putus

Metrobatam, Merangin - Banjir Bandang kembali melanda Kabupaten Merangin, Jambi. Kali ini banjir bandang menerjang Kecamatan Jangkat, pada Senin 18 Maret 2019 malam. Akibat banjir...

DPRD Batam Setuju Revisi Perda Kenaikan PPJU

Metrobatam.com, Batam - Kenaikan tarif Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU) sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pajak Daerah dinilai harus segera...

Polisi Tangkap Pembajak yang Bawa Mobil Tangki Pertamina ke Istana!

Metrobatam, Jakarta - Polisi telah menangkap pelaku pembajakan mobil tangki Pertamina yang dibawa dari Ancol ke depan Istana, Jakarta Pusat. Rencananya, polisi merilis kasus...

Perangkat Desa Akan Beri Jokowi Gelar Bapak Pembangunan Desa

Metrobatam, Jakarta - Badan Koordinasi Nasional Pembangunan, Pemerintahan, Pemberdayaan dan Kemasyarakatan Desa (Bakornas P3KD) bakal memberikan penghargaan berupa gelar 'Bapak Pembangunan Desa' kepada Presiden...

Sri Mulyani: Masa Kita Pakai UU Zaman Hindia Belanda?

Metrobatam, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) bergerak cepat dalam memperbaharui aturan tentang lelang lewat rancangan undang-undang...

BPN Sindir ‘Romahurmuziy Dijebak Jabatan Politik’, KPK: Itu Debatable

Metrobatam, Jakarta - KPK menanggapi penyataan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno yang menyebut eks Ketum PPP Romahurmuziy (Rommy) dijebak jabatan politik dalam kasus...

Nagita Slavina Tertawa saat Raffi Ahmad Ajak Salat, Lho Kok?

Metrobatam, Jakarta - Raffi Ahmad kini mengikuti jejak Irwansyah hingga Teuku Wisnu untuk hijrah. Beberapa waktu lalu, Raffi, menggelar kajian dengan mengundang teman-temannya tersebut...