Metrobatam, Jakarta – Klaim calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) terkait hasil pembangunan jalan di desa dari dana desa yang digulirkan dalam empat tahun terakhir berujung perdebatan. Panjang jalan di desa yang disebut sudah dibangun 191.000 km dari dana desa dituding bohong dan berlebihan.

Awal pasal disampaikan oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Melalui cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar, Dahnil menganalogikan panjang jalan yang dibangun tersebut setara hingga 15 kali diameter bumi.

“Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” cuit Dahnil.

Tak sampai di situ, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon juga menilai data yang digunakan Jokowi ngawur.

“Saya kira itu agak ngawur juga datanya, coba diperiksa lagi. Jalan desa itu kan amanat undang-undang. Siapa pun presidennya, pasti akan menjalankan amanat undang-undang untuk menggelontorkan jalan desa,” kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/2) kemarin.

Hal ini kemudian dijelaskan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo. Bagaimana penjelasannya? Berikut informasi selengkapnya:

Gelontorkan Rp 187 Triliun

Di awal debat yang berlangsung pada Minggu (17/2/2019), Jokowi memaparkan visi dan misinya sesuai dengan tema debat, yaitu infrastruktur, energi, pangan, lingkungan hidup, dan sumber daya alam. Di bidang infrastruktur, Jokowi bicara soal penggelontoran dana desa.

“Kita tahu dalam tiga tahun ini telah kita gelontorkan Rp 187 triliun dana desa ke desa-desa. Apa yang kita dapatkan dari dana ini? Telah dibangun 191 ribu kilometer jalan di desa. Ini jalan produksi yang sangat bermanfaat bagi para petani dan juga 58 ribu unit irigasi yang telah kita bangun dari dana desa,” kata Jokowi saat debat.

Hal ini lantas dipertanyakan oleh Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Melalui cuitannya di akun Twitter @Dahnilanzar, Dahnil mempertanyakan kebenaran data tersebut.

“Jokowi klaim membangun jalan desa 191.000 km. Ini sama dengan 4,8 kali keliling bumi atau 15 kali diameter bumi,” cuit Dahnil dikutip Selasa (19/2).

“Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi,” sambungnya.

Hingga Selasa (19/2), cuitan Dahnil itu sudah dibanjiri 4.900 komentar. Cuitan itu juga diretweet lebih dari 3.200 kali.

Tak Pernah Terjadi dalam Sejarah

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Indonesia Eko Putro Sandjojo mengatakan jika diratakan, panjang jalan di desa yang dibangun hanya mencapai 2,5 km setiap tahunnya.

“191 ribu km jalan untuk 74.957 desa dalam 4 tahun itu sebenarnya tidak besar. Karena berarti rata-rata dalam 4 tahun desa membangun jalan 2.5 km saja,” katanya kepada detikFinancesaat dihubungi, Selasa (19/2/2019).

Meski terhitung pendek, namun capaian tersebut Eko bilang tak pernah terjadi dalam sejarah Republik Indonesia. Dia memastikan setiap desa yang ada di Indonesia saat ini pasti ada jalan yang dibangun menggunakan dana desa.

“74.957 desa semuanya bangun jalan. Bapak random ke desa saja, pasti ada jalan desanya yang dibangun oleh dana desa,” katanya.

“Yang membuat banyak pihak termasuk lembaga-lembaga dunia mengapresiasi adalah karena Indonesia mampu melakukan pembangunan model dana desa serentak di 74.957 desa secara bersamaan, serta dilakukan dan ditentukan oleh masyarakat desa,” tambahnya.

Terdiri dari 74.957 Desa

Eko jalan yang dibangun tersebut tersebar di hampir 75.000 desa yang ada di Indonesia, sehingga jika direratakan, maka sebenarnya hanya ada 625 meter jalan yang dibangun di tiap desa setiap tahunnya.

“Masih ada yang belum sadar kalau Indonesia negara besar yang terdiri dari 74.957 desa rupanya. 191.000 km jalan desa kalau dibagi 74 ribu desa, berarti rata-rata setiap desa membangun 2.5 km per 4 tahun atau 625 meter ‘jalan desa’ per tahun. Masih menganggap belum wajar? Perlu pengalaman,” katanya.

Eko bilang jalan 191.000 km yang dibangun dari dana desa tersebut mayoritas merupakan jalan yang baru dibangun. Selain itu ada pula yang ditambah kualitasnya.

“Mayoritas jalan baru. Hampir semuanya, kalau tidak semuanya jalan tanah yang diaspal, paving blok atau dibuat jalan beton,” katanya.

“Lihat ke desa-desa jalan-jalan desa, gang-gang, jalan-jalan setapak banyak yang dibeton, aspal dan paving blok,” tambahnya.

Meski tak merinci secara detail berapa sebarannya dalam angka untuk masing-masing jenis jalan yang dibangun, namun Eko meyakinkan bahwa setiap desa di Indonesia saat ini ada jalan yang dibangun dari dana desa.

“Jangan bayangkan jalan desa seperti jalan tol,” katanya.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Barcode akan Gantikan Tanda Tangan Pejabat di Kartu Keluarga

Metrobatam.com, Batam - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil siapkan peralatan pendukung untuk menerapkan tanda tangan digital berbasis kode batang (Barcode) pada Kartu Keluarga. Kepala...

KPU Kota Batam Temukan 2.028 Lembar Surat Suara Rusak

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Batam temukan 2.028 lembar surat suara rusak dari hasil pelipatan yang berakhir Senin (18/3) lalu. Komisioner...

Kejari Batam Serahkan Uang Hasil Tindak Pidana Korupsi SMPN 10 ke Wali Murid

Metrobatam.com, Batam - Kejaksaan Negeri Batam menyerahkan uang hasil tindak pidana korupsi yang terjadi di SMP Negeri 10 Kota Batam. Lima terpidana tersebut telah...

Inilah Detik-detik Lion Air Jatuh, Kopilot Teriak ‘Allahu Akbar’

Metrobatam, Jakarta - Pilot pesawat Lion Air JT 610 bernomor PK-LQP dari Jakarta menuju Pangkal Pinang, Bhavye Suneja, hanya terdiam sesaat sebelum pesawat yang...

Eksepsinya Ditolak Hakim, Bahar bin Smith: Saya Terima

Metrobatam, Bandung - Majelis hakim menolak nota keberatan atau eksepsi yang diajukan Bahar bin Smith melalui tim kuasa hukumnya. Habib Bahar mengaku menerima seluruh...

Suami Pergoki Istri Selingkuh di Kamar Mandi, Golok Melayang

Metrobatam, Brebes - Seorang suami di Brebes, Jateng, tak bisa menahan emosinya setelah mengetahui istrinya usai melakukan hubungan intim dengan pria lain di kamar...

Pengamat: Gagasan Ma’ruf Lebih Konkret dari Sandi Dalam Debat

Metrobatam, Jakarta - Pengamat politik Emrus Sihombing menyatakan cawapres 01 Ma'ruf Amin mengungguli cawapres 02 Sandiaga Uno dalam debat cawapres Pilpres 2019. Ia menilai...

Ini 5 Fakta Terduga Teroris Wanita Y: Rakit Bom Mobil hingga Bunuh Diri

Metrobatam, Jakarta - Sepak terjang terduga teroris wanita asal Klaten, Jawa Tengah, Y alias Khodijah, terungkap. Y yang ditangkap Densus 88 Antiteror ini diduga...

Pengemis di Bogor Punya Sopir Pribadi, Sehari Raup Rp1,5 Juta

Metrobatam, Jakarta - Herman alias Enur setiap harinya biasa mangkal di simpang lampu merah Yasmin Kota Bogor, Jawa Barat. Tak ada yang menyangka pengemis paruh...

Danau Sentani Meluap Sebabkan Sampah dan Jenazah Hanyut

Metrobatam, Sentani - Tak hanya Banjir bandang yang menyebabkan ribuan warga mengungsi ke tempat aman, meluapnya air Danau Sentani yang naik setinggi 2 meter...

Uni Eropa Denda Google Rp 23 Triliun

Metrobatam, Jakarta - Uni Eropa menjatuhkan denda USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 23,9 triliun pada raksasa internet Google. Ini adalah ketiga kalinya...

Wulan Andarini Cabut Laporan Setelah Mimi Minta Maaf

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Mimi, Ibu Rumah Tangga (IRT) di Tanjungpinang yang diduga telah mencemarkan nama baik Wulan Andarini salah satu karyawan CK Tanjungpinang melalui...