Metrobatam, Jakarta – Aktivis Papua Merdeka, Filep Karma, menilai Presiden Republik Indonesia (RI) yang paling baik terhadap rakyat Papua adalah Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

“Waktu Gus Dur tidak terdengar orang Papua ditembak,” kata Filep saat berkunjung ke kantor redaksi CNNIndonesia.com, Jumat (15/2) siang.

Filep mengatakan demikian karena menurutnya tak ada gejolak maupun tindakan represif yang dialami warga Papua selama pemerintahan Gus Dur yang singkat.

Gus Dur terpilih sebagai presiden RI lewat sidang umum MPR pada 1999 silam. Namun kepemimpinannya harus berakhir lebih cepat setelah dimakzulkan lewat Sidang Istimewa MPR pada Juli 2001. Setelah itu posisinya sebagai presiden digantikan Megawati Soekarnoputri yang semula menjabat Wakil Presiden RI.

Filep mengenang masa kepresidenan Gus Dur sebagai era kepemimpinan seseorang yang demokratis, manusiawi, dan pluralis.

“Kayak waktu itu TPM bisa masuk ke kota berunding dengan militer. Wow, saya juga terkaget-kaget mendengarnya. Artinya TPM ini yang selalu enggak bisa masuk ke kota, bisa didatangkan di kota,” ucap Filep.

Tak hanya itu, Filep juga mengenang keberanian Gus Dur yang mengubah nama Irian Jaya menjadi Papua. Pengubahan nama itu pun ditandai Gus Dur dengan melakukan kunjungan ke Papua jelang akhir 1999 dan melihat matahari terbit pada 1 Januari 2000.

“Tahun 1999-2000, dia (Gus Dur) ingin menyaksikan matahari terbit pertama di Indonesia, di Papua. Beliau ke sana. Di situlah nama Papua kami dikembalikan,” ucap pria yang pernah dibui sebagai tahanan politik selama 11 tahun tersebut.

“Dulu kalau kami sebut kata Papua saja, ‘Wah, kamu separatis’ katanya. Cuma istilah Papua, nama Papua, itu (disebut) separatis. Belum kata ‘merdeka’, baru Papua, ‘Oh kamu separatis, kamu OPM’, langsung dituduh. Dan, itu perlakuan yang kami dapat. Intimidasi terus,” kata Filep.

Sementara itu, mengutip dari artikel yang dipublikasi NU Online 12 Desember 2018, pada 30 Desember 1999 Gus Dur melawat ke provinsi paling timur Indonesia itu dengan dua tujuan. Pertama berdialog dengan elemen masyarakat di sana, dan melihat matahari terbit pertama milenium kedua, 1 Januari 2000.

‘Pada 30 Desember 1999 dimulai jam 8 malam dialog dengan berbagai elemen dilakukan di gedung pertemuan Gubernuran di Jayapura. Meskipun dengan cara perwakilan, tetapi banyak sekali yang datang karena penjagaan tidak ketat,’ demikian dikutip dari artikel NU Online berjudul Alasan Gus Dur Ubah Nama Irian Jaya Menjadi Papua.

Gus Dur lalu mempersilakan mereka yang hadir untuk berbicara lebih dulu. Maka, mulailah mereka berpendapat. Dari yang memuji pemerintahan Indonesia, hingga keras menuntut kemerdekaan.

Setelah semuanya, Gus Dur pun merespons itu, dan salah satunya menegaskan nama Irian Jaya diganti jadi Papua.

“Saya akan mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua. Alasannya? Pertama, nama Irian itu jelek. Kata itu berasal dari bahasa Arab yang artinya telanjang (Urryan). Dulu ketika orang-orang Arab datang ke pulau ini menemukan masyarakatnya masih telanjang, sehingga disebut Irian,” ujar Gus Dur kala itu.

Gus Dur lalu melanjutkan, “Kedua, dalam tradisi orang Jawa kalau punya anak sakit-sakitan, sang anak akan diganti namanya supaya sembuh. Biasanya sih namanya Slamet. Tapi saya sekarang ganti Irian Jaya menjadi Papua.”

Namun, kepada CNNIndonesia.com, Filep mengatakan nama Irian sebetulnya berasal dari bahasa Biak yang berarti daerah terpapar sinar matahari. Namun, sambungnya, Irian itu kemudian diartikan sebagai akronim.

“Kemudian dibuat lagi singkatan ‘Ikut Republik Indonesia Anti Nederland’,” kata Filep.

Terlepas dari hal tersebut, Filep mengapresiasi kiprah Gus Dur yang memberikan keleluasaan terhadap masyarakat Papua untuk bicara apa saja.

“Terus boleh mengibarkan bendera Bintang Fajar, tapi (syaratnya) lebih pendek, lebih rendah sedikit daripada Merah Putih, dan lebih kecil daripada Merah Putih,” kata Filep yang lalu berseloroh seandainya Gus Dur bisa dipilih kembali menjadi presiden.

Namun, itu tentu hanyalah selorohan, pasalnya Gus Dur yang juga dikenal karena rasa humornya saat menanggapi suatu persoalan itu telah mangkat pada 30 Desember 2009 silam. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Konsumsi BBM dan LPG Sumbagut Meningkat Selama Periode Pemilu

Metrobatam.com, Batam - Masih dalam rangka semangat pelaksanaan Pemilu 2019, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I melaksanakan pengamanan pasokan BBM dan LPG melalui Satuan...

Pemko Batam Gelar Pelatihan dan Sertifikasi Selam

Metrobatam.com, Batam - Delapan warga Pulau Abang terlihat mendengarkan penjelasan instruktur selam dari Max’s Dive Centre (MDC) saat berlatih di kolam renang Hotel Vista,...

Bayar Klaim Faskes, Kesehatan Batam Gelontorkan Rp 91 Miliar

Metrobatam.com, Batam - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam telah menyelesaikan pembayaran klaim yang jatuh tempo terhitung 8 April. Jumlah klaim yang...

KPU : 2.249 TPS akan Melaksanakan Pemungutan Suara Susulan

Metrobatam.com, Jakarta - KPU menyebutkan sebanyak 2.249 TPS di sejumlah daerah di Indonesia akan melaksanakan pemungutan suara susulan karena keterlambatan distribusi logistik dan terkendala...

Bupati dan FKPD Bintan Tinjau Pelaksanaan Pemilu 2019

Metrobatam.com, Bintan - Usai menyalurkan hak pilihnya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 60, Jalan Alumina, Kelurahan Kijang Kota, Kecamatan Bintan, Rabu (17/4) pagi, Bupati...

Cegah Politik Uang, Polisi Lakukan Patroli pada Masa Tenang

Metrobatam.com, Jakarta - Polisi turut melakukan patroli bersama pengawas pemilu untuk mencegah politik uang yang rawan terjadi pada masa tenang Pemilu 2019. "'H-1' ini kami...

Liga Champions : Juventus Disingkirkan Ajax Amsterdam

Metrobatam.com, Turin - Juventus kalah 1-2 dari Ajax Amsterdamdalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Stadion Allianz, Turin, Selasa (16/4/2019) waktu setempat atau Rabu dini hari...

Liga Champions : Manchester United Tumbang di Kandang Barcelona

Metrobatam.com, Bercelona - Manchester United harus mengakui keunggulan Barcelona di perempatfinal Liga Champions. Kalah di dua leg, Ole Gunnar Solskjaer mengakui level Barcelona memang...

Bupati Lingga Tinjau Lokasi Pembukaan Jalan di Singkep Selatan

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri berkunjung ke Kecamatan Singkep Selatan, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Kunjungan dalam rangka meninjau pembukaan akses...

Koramil 01 Tanjungpinang Telah Kawal Pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Kodim 0315/Bintan melalui Babinsa se Koramil 01 Tanjungpinang telah mengawal pendistribusian Kotak dan Surat Suara ke 556 TPS se Kota Tanjungpinang...

Sekda Kepri Lepas Atlet Korpri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 51 atlit yang akan mengikuti Pekan Olah Raga Korpri tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 secara resmi dilepas Sekretaris Daerah H...

Kunjungan Bupati Lingga, Bawa Angin Segar di Pancur

Metrobatam.com, Lingga - Bupati Lingga, Alias Wello menyempatkan diri lakukan kunjungan kerja di Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Senin (15/04/2019). Dalam kunjungannya, bupati membawa angin...