Fredrich Yunardi dan Dokter Bimanesh Sutarjo Jadi Tersangka, Terancam 12 Tahun Penjara

1731
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Metrobatam.com, Jakarta – Pengacara Fredrich Yunadi dan dokter Bimanesh Sutarjo dijerat pasal pidana merintangi penyidikan dalam penanganan kasus Setya Novanto. Keduanya terancam hukuman pidana maksimal 12 tahun penjara. 

“Karena perbuatannya, FY dan BST melanggar Pasal 21 UU Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU 20/2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di kantornya, Jl Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (10/1/2018).

Penetapan status tersangka Fredrich dan dokter Bimanesh dilakukan setelah KPK memeriksa 35 orang saksi dan ahli pada penyelidikan. KPK juga sudah mengirimkan surat permintaan cegah terhadap keduanya pada 8 Januari untuk masa cegah 6 bulan.

Fredrich dan dokter Bimanesh diduga merintangi penyidikan dengan mempersulit pencarian Novanto, tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP. Saat mobil yang ditumpangi kecelakaan, Novanto dibawa ke RS Medika Permata Hijau.

“Saat di RS, meskipun dia kecelakaan, SN tak dibawa ke IGD, melainkan langsung dibawa ke ruang inap VIP,” sambung Basaria

Selain itu, sebelum Novanto dirawat di RS, Fredrich diduga lebih dulu datang berkoordinasi dengan pihak RS.

“Didapatkan informasi bahwa salah satu dokter dari pihak RS mendapat telepon dari seseorang yang diduga pengacara SN, mengatakan SN akan dirawat di RS pukul 21.00 WIB dan meminta kamar VIP dan rencana akan di-booking satu lantai, padahal saat itu belum diketahui SN akan dirawat karena sakit apa,” papar Basaria.

Penyidik juga mendapat kendala ketika melakukan pengecekan informasi kecelakaan pada pemeriksaan kesehatan di RS Medika Permata Hijau.

Dalam UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Pasal 21 menyebutkan:

“Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa atau pun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Sumber: Detik.com

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Kota Batam Tambah 1 Dapil di Pemilu 2019

Metrobatam.com, Batam - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) usulkan penambahan satu daerah pemilihan (dapil) untuk Kota Batam. Ketua KPUD Batam, Agus Setiawan mengatakan pihaknya...

Marinir Gadungan Ditangkap Unit Jatanrasla WFQR Lantamal IV

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) IV Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV melalui Unit I Jatanrasla berhasil menangkap M. Rinaldi...

Kota Batam Terima Rp24 Miliar DAK Kesehatan dari Pemerintah Pusat

Metrobatam.com, Batam - Pemerintah pusat memberi dana alokasi khusus (DAK) bidang kesehatan untuk Kota Batam sebesar Rp 24 miliar. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam,...

Gubernur Nurdin Basirun Lantik Raja Ariza Jadi Pj Walikota Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melantik Asisten I Bidang Administrasi dan Pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau, Raja Ariza sebagai Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang,...

FPKB: Tak Benar Ada RUU yang Akan Legalkan LGBT

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Fraksi PKB DPR pertanyakan pernyataan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan yang menyebut adanya lima Fraksi yang menyetujui atau melegalkan pernikahan...

Di Las Vegas, Traveler Sekarang Bisa ‘Menikah’ di Bandara

Las Vegas - Tren menikah di Las Vegas tentu bukan hal baru. Namun, kini Bandara Las Vegas bahkan menyediakan jasa menikahkan pasangan. Eh, gimana? Bukan...

Jokowi: Semua Tempat Ibadah akan Kita Sertifikatkan

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan sertifikat tanah kepada para warga Sumatra Selatan. Kali ini dia merasa senang karena banyak lahan tempat...

Bulan Depan, WhatsApp Bisa Dipakai Bayar-bayar Tagihan

Metrobatam, Jakarta - WhatsApp kian agresif dalam menghadirkan fitur-fitur terbaru, khususnya yang berkaitan dengan bisnis. Usai mengumumkan layanan WhatsApp Business, kini perusahaan milik Facebook...

Viral, Semua Karyawan Tempat Cuci Motor Ini Penyandang Tunawicara

Metrobatam, Banjarmasin - Sebuah tempat cucian motor yang beralamat di Jalan Veteran RT 07, Nomor 19A, Kelurahan Kuripan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) mendadak viral...

Sultan Brunei Darussalam Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik

Metrobatam, Jakarta - Sultan Brunei Darussalam Sultan Haji Hassanal Bolkiah Mu'izzadin Waddaulah melaporkan dugaan pencemaran nama baik terhadap dirinya yang terjadi di media sosial...

Ini Susunan Pengurus Inti Golkar di Bawah Ketum Airlangga

Metrobatam, Jakarta - Ketum Golkar Airlangga Hartarto akan mengumumkan susunan pengurus inti Golkar siang ini. Siapa saja yang masuk jajaran inti kepengurusan Golkar hasil...

Pesan Jokowi ke Sofyan Djalil: Kalau Tidak Sampai Target Bisa Enggak Jadi Menteri Lagi

Metrobatam, Palembang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia seharusnya bisa menerbitkan ratusan juta sertifikat. Namun, sampai tahun 2015 baru 46 juta sertifikat yang...
BAGIKAN