Geliat Persaingan Prabowo-Jokowi di Dunia Maya

1637

Metrobatam, Jakarta – Satu tahun menjelang gelaran pemilihan presiden (pilpres) 2019, berbagai platform di media sosial sudah mulai dihiasi konten yang berkaitan dengan ajang lima tahunan tersebut.

Hal itu tidak terlepas dari keputusan Presiden Joko Widodo yang telah mencalonkan diri untuk kedua kalinya, dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang meski belum mendeklarasikan diri, sudah gencar disuarakan kader partainya.

Konten media sosial bukan hanya diisi oleh akun Jokowi dan Prabowo. Namun juga diramaikan oleh para pendukungnya baik yang menggunakan nama jelas maupun nama samaran.

Pakar komunikasi politik dari Universitas Indonesia Firman Kurniawan mengatakan sebagai medium digital yang bebas ruang dan waktu, media sosial dapat menjadi tempat untuk mendekati, membangun relasi, simpati, dan respons publik yang efektif.

“Prinsipnya semakin dini, semakin terlihat responsnya, dan semakin cepat pula mengganti isu jika komunikasi awalnya tidak memperoleh sambutan,” kata Firman kepada CNNIndonesia.com, Minggu (1/4).

Baik pendukung Jokowi maupun Prabowo memiliki cara masing-masing untuk memunculkan kedua tokoh tersebut di media sosial, mulai dari penggunaan poster yang bersifat kekinian, infografis, meme, tagar tertentu, hingga unggahan video-video kegiatan.

Menurut Firman, cara-cara itu menyiasati munculnya perubahan perilaku komunikasi dan budaya di masyarakat. Masyarakat terutama generasi milenial, dinilai semakin pandai untuk memilah dan memprioritaskan informasi yang dianggap diperlukan, karena ada keterbatasan waktu.

Selain itu karakteristik generasi milenial juga cenderung takut ketinggalan terhadap informasi terbaru. Hal itu disebutnya memerlukan formulasi khusus agar penyampaian pesan dapat diterima.

Salah satunya kata Firman adalah dengan mengemas penyampaian informasi yang disangkutkan dengan gaya hidup.

“Mereka yang fasih dan mampu mengemas pesan dengan gaya hidup, akan dipersepsi dekat dengan milenials,” kata Firman.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM) Satria Aji Imawan menilai meski Jokowi hingga kini masih mengungguli Prabowo dari tingkat elektabilitas di berbagai lembaga survei, namun dengan perkembangan media sosial yang cepat, situasi dapat berubah. Indikasi itu pun disebut mulai terlihat.

“Jika melihat tren media-media sosial, sosok Prabowo menjadi pembeda bagi para netizen. Misalnya, ketika sudah lama tidak muncul dan diperbincangkan, tiba-tiba Prabowo muncul dengan komentar soal 2030,” kata Aji dihubungi terpisah.

Meskipun terkesan kontroversial, namun pernyataan Prabowo yang menyebut Indonesia akan bubar pada 2030 itu kata Aji, memperoleh atensi masyarakat dan tokoh nasional, baik di dunia nyata maupun di media sosial sendiri.

Situasi ini menurut Aji, berbeda dengan Jokowi sebagai petahana. Dengan status petahana, Jokowi dinilai sudah sering menghiasi ruang di media sosial. Hal tersebut menyebabkan pola komunikasi yang telah terbaca di masyarakat.

“Sementara, Prabowo lama tak keluar, tiba-tiba muncul dengan komentarnya yang kontroversial sekaligus menggelitik media sosial. Faktor inilah yang menurutku bisa menjadi pendongkrak nama Prabowo di media sosial,” ujar Aji. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

DPRD Bintan akan Tinjau Pembendungan Bibir Pantai oleh Melia Resort Bintan

Metrobatam.com, Bintan - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Bintan akan turun untuk melihat pembendungan bibir pantai yang dilakukan oleh Melia Resort Bintan. Hal tersebut ucapkan...

Bupati Bintan Kunker ke Tambelan

Metrobatam.com, Bintan - Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos dan Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam, MM melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kecamatan...

Terungkap! Total Korban Abu Tours 96 Ribu Jemaah Umrah

Metrobatam, Makassar - Total jemaah yang menjadi korban Abu Tours mencapai 96.601 orang, sebelumnya disebut 86 ribu. Sedangkan uang yang dikumpulkan Abu Tours dari...

Indonesia Bakal Punya ‘Shinkansen’ Made in Madiun

Metrobatam, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia atau KAI (Persero) terus berupaya untuk mengembangkan industri perkeretaapian lokal menjadi lebih maju dan modern. Salah satu...

Ketua KPK Keluhkan Dosen Kampus Negeri Cenderung “Membela” Terdakwa Korupsi

Metrobatam, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengeluh mereka kesulitan mencari ahli dari kalangan dosen universitas negeri untuk membantu pembuktian kasus...

Jum’at Keliling, Polsek Batam Kota Lakukan Kegiatan Memakmurkan Masjid

Metrobatam.com, Batam -  Jumat (20/04/2018) pada pukul 12.15 WIB bertempat di Mesjid Al Hidayah Perum Kopkar PLN Kel Belian Kec Batam kota-Kota Batam telah...

Bos IMF: Kami Melihat Indonesia Jauh Lebih Baik Sekarang

Washington DC - Ekonomi dunia tengah dalam kondisi pemulihan dengan prospek yang cerah, meski mmiliki risiko yang tetap perlu diwaspadai. Risiko itu terkait potensi...

MA Perberat Hukuman Dua Terdakwa Korupsi e-KTP Jadi 15 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Majelis hakim Mahkamah Agung (MA) memutuskan memperberat hukuman dua terdakwa korupsi proyek pengadaan e-KTP, Irman dan Sugiharto. Keduanya dijatuhi vonis menjadi...

Debat Jaksa KPK vs Fredrich: Dari Bakpao Hingga Sesendok Burjo

Metrobatam, Jakarta - Adu argumen kerap mewarnai persidangan Fredrich Yunadi. Mantan pengacara Setya Novanto itu hampir selalu menentang segala tudingan jaksa KPK padanya. Seringkali perdebatan...

Kisah Pilu TKW Aini yang Tak Jumpa Keluarga Sejak 20 Tahun

Metrobatam, Jakarta - Tangis TKW Nur Aini (55) pecah saat melihat wajah keluarganya lewat sambungan video call dari kantor KBRI Riyadh, Arab Saudi. Nenek...

Ini Penjelasan Lengkap Menaker soal Polemik Perpres Tenaga Kerja Asing

Metrobatam, Jakarta - Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang Tenaga Kerja Asing yang diterbitkan Presiden Joko Widodo menuai polemik hingga berbuntut wacana pansus di DPR....

KPU: Tak Ada Alasan untuk Kembalikan Pilkada ke DPRD

Metrobatam,,Jakarta - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan tidak ada alasan pemilihan kepala daerah (pilkada) dilakukan melalui DPRD atau tidak dipilih secara...
BAGIKAN