Gerakan #2019GantiPresiden Sebuah Peringatan Dini Bagi Jokowi

3835

Metrobatam, Jakarta – Gerakan #2019GantiPresiden yang ramai dalam beberapa hari terakhir di media sosial dinilai bisa menjadi energi positif untuk kehidupan demokrasi Indonesia. Selain itu, keberadaan gerakan ini jadi bukti bahwa iklim demokrasi masih berjalan sehat karena warga masih bisa bebas bersuara.

Pengamat politik Hendri Satrio mengatakan, adanya gerakan seperti ini patut diambil dari sisi positifnya.

“Gerakan ini harus diambil positif dan disyukuri oleh masyarakat Indonesia karena ketakutan soal politik orba atau rezim otoriter hadir di negeri ini tidak terjadi,” kata Hendri kepada CNNIndonesia.com, Rabu (4/4).

Selain itu, menurut pendiri lembaga survei KedaiKopi ini, gerakan tersebut menandakan jika Indonesia tak akan kehabisan pemimpin.

Gerakan ini sekaligus memperlihatkan jika Indonesia memiliki pemimpin alternatif yang siap mengganti kekurangan ataupun kesalahan yang dilakukan Presiden Joko Widodo.

Di sisi lain, gerakan #2019GantiPresiden juga bisa dijadikan booster pembangunan yang sudah dijanjikan oleh Pemerintahan Jokowi. Namun jika gagal, maka gerakan itu akan berhasil.

“Jadi kalau Jokowi tidak cepat memenuhi janjinya, masyarakat sudah siap memilih calon alternatif untuk menggantinya,” tegas Hendri.

Lebih lanjut, Hendri juga mengakui jika gerakan yang disebut-sebut dipelopori oleh politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera itu akan efektif hingga pemilihan presiden (pilpres) 2019 mendatang.

Menurut Hendri amunisi gerakan #2019GantiPresiden tidak akan habis meski sudah digelorakan sejak dini. Gerakan ini akan langgeng beriringan dengan segala peristiwa yang terjadi di tahun politik.

“Misalnya nanti ada infrastruktur roboh atau Bahan Bakar Minyak (BBM) naik lagi, gerakan atau tagar itu bisa dihubungkan dan digunakan secara efektif untuk menghajar Jokowi hingga pilpres,” kata Hendri.

Sebelumnya, gerakan ini pertama kali diramaikan oleh Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. Melalui akun twitternya Mardani menegaskan gerakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan yang sah, legal, dan konstitusional.

Menurut Mardani gerakan ini merupakan pendidikan politik bagi rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi untuk memilih yang terbaik. Namun belakangan, setelah ‘Gerakan 2019 Ganti Presiden’ viral di media sosial, kini muncul dan beredar luas kaus bertuliskan ‘#2019GantiPresiden’. Kaus ini juga banyak dijual di situs-situs online. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN