Gerindra dan PKS Buat Kabinet Bayangan untuk Ambil Alih Pemerintahan Bila Tumbang

Metrobatam, Jakarta – Partai Gerindra mengungkapkan pihaknya membuat kabinet bayangan yang disiagakan untuk mengambil alih pemerintahan bila sewaktu-waktu pemerintahan yang sah tumbang. Partai pendukung pemerintah, Partai NasDem menilai pernyataan Gerindra berlebihan.

“Orang tidak boleh bermain-main secara tidak konstitusional. Itu berlebihan dan ‘offside’,” kata Anggota Majelis Pakar Partai NasDem Taufiqulhadi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/10).

Baginya, tak patut ada partai di Indonesia menyatakan hal demikian. Apalagi, Indonesia menganut sistem demokrasi presidensial yang tak mengenal oposisi dengan penyiagaan kabinet bayangan, Indonesia bukanlah bersistem parlementer.

“Itu tidak patut dalam sebuah negara yang sedemikian lama telah melaksanakan demokrasi. Tidak patut karena itu sama dengan memprovokasi,” tuturnya.

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan presiden Indonesia bisa dimakzulkan lewat aturan yang sudah ditetapkan sesuai konstitusi. Bila ada gerakan inkonstitusional menumbangkan pemerintahan, jelas itu tidak benar.

“Kalau tidak konstitusional, itu namanya membuat kerusuhan. Itu berlebihan,” kata Taufiq.

Namun dia tak menilai Gerindra mengupayakan makar. Dia hanya melihat Gerindra tak paham konstitusi di negara bersistem presidensial. “Kalau membikin kabinet bayangan, itu bukan dalam presidensial, tapi dalam sistem parlementer,” tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum Gerindra Ferry Juliantono menyatakan pihaknya bersama PKS masih mengusung sikap oposisi. Pihaknya punya kabinet bayangan, berjaga sewaktu-waktu bila pemerintahan tumbang secara konstitusional maupun tidak konstitusional, maka kabinet bayangan bisa mengambil alih pemerintahan.

“Sebagai oposisi, kami juga punya ‘shadow cabinet’. Jadi di seluruh dunia, oposisi itu punya kabinet bayangan, karena harus siap mengambil alih baik secara konstitusional maupun tidak, karena kita harus mempersiapkan diri mana tahu kekuasaan itu harus digantikan,” Ferry Juliantono dalam diskusi Diklatnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) IV, di Gedung Panca Gatra Lembaga Ketahanan Nasional, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

“Sekarang Koaisi Merah Putih sudah tidak ada. Yang di oposisi cuma kami dan PKS,” ujarnya sambil menambahkan, pihak oposisi ini punya Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tandingan. Ini adalah sikap lanjutan dari penolakan Gerindra atas APBN pemerintah.

“Dan dengan itu sekarang Gerindra dan PKS membuat semacam APBN tandingan,” ujarnya.

Buat apa? Supaya bila sewaktu-waktu kabinet sekarang tumbang, maka oposisi ini bisa mengambil alih jalannya roda pemerintahan.(mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Prabowo Bertemu Puan, PKS Tak Cemas Ditinggal Gerindra

Metrobatam, Jakarta - Sekjen Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tak khawatir apabila Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto beralih dari koalisi setelah...

Heboh Sapi Berkepala 2 di Riau, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Metrobatam, Jakarta - Bayi sapi di Desa Alang Kepayang, Rengat Barat, Riau membuat heboh warga setempat. Penampakan sapi tak seperti pada umumnya. Sapi ini...

Hanya Beberapa Saat sebelum Serah Terima, Anies Pecat 2 Wali Kota Melalui Telepon

Metrobatam, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memecat Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi hanya melalui...

Penyelundupan 7 Kg Sabu Jaringan Internasional Digagalkan, Salah Satu Pelaku Oknum Polisi

Metrobatam, Jambi - Jajaran Ditresnarkoba Polda Jambi beserta Resnarkoba Polres Tanjungjabung Barat, Jambi serta di-back up dari Mabes Polri berhasil mengamankan 7 kantong plastik...

Penumpang Bercanda Bawa Bom, Penerbangan Batik Air dari El Tari Kupang-Soetta Tertunda

Metrobatam, Kupang – Seorang penumpang pesawat Batik Air bercanda membawa bom, mengakibatkan penerbangan dari Bandar Udara Internasional El Tari ke Soekarno-Hatta, tertunda selama satu...

Pramono Sebut Jokowi Izinkan Johan Budi Daftar Caleg PDIP

Metrobatam, Jakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengonfirmasi rencana Juru Bicara Presiden Johan Budi ikut mendaftar jadi calon legislatif untuk Pemilu 2019. Hal ini disampaikan...

Politisasi Identitas Agama Diprediksi Makin Keras hingga 2019

Metrobatam, Jakarta - Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ali Munhanif, menyebut munculnya politisasi keagamaan disebabkan pola koalisi yang terbentuk di antara partai politik. Ia...

Diduga Ada Pelanggaran, Komisi ASN Selidiki Perombakan Pejabat Pemprov DKI

Metrobatam, Jakarta - Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) menyelidiki potensi pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat melakukan perombakan pejabat di lingkungan...

Divestasi 51% Saham Freeport Dituding Pencitraan, Jokowi Buka Suara

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara menanggapi kritikan keras beberapa pihak yang menilai perjanjian divestasi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI)....

Nilai Proyek PLTU Riau 1 yang Tersandung Kasus Suap Capai Rp 12 T

Metrobatam, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencium adanya praktik suap dalam proyek PLTU Riau-1. Proyek itupun untuk sementara dihentikan. Direktur Utama PLN, Sofyan Basir...

Fakta Baru Kasus Abu Tours soal Tiket Makassar-Arab Saudi

Metrobatam, Makassar - Polda Sulsel telah menyita sejumlah aset milik bos Abu Tours Hamzah Mamba di sejumlah daerah di Indonesia. Namun Saudi Arabian Airlines...

Laporan Keuangan Anies ‘Janggal’, DPRD DKI Tolak Tandatangan

Metrobatam, Jakarta - DPRD DKI Jakarta memutuskan untuk tidak menindaklanjuti laporan pertanggungjawaban APBD 2017 yang diajukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu. Ketua...
BAGIKAN