Gerindra Pesimis OK OCE Anies-Sandi Bisa Kurangi Pengangguran di Jakarta

1710

Metrobatam, Jakarta – Fraksi Partai Gerindra di DPRD DKI Jakarta mengaku pesimis program pelatihan kewirausahaan One Kecamatan, One Center for Entrepreneurship atau OK OCE mampu mengurangi tingkat pengangguran secara signifikan.

Fraksi Gerindra menilai demikian karena jumlah pengangguran lebih besar ketimbang jumlah lapangan kerja yang ditargetkan dalam program OK OCE.

Hal itu disampaikan anggota Gerindra Fajar Sidik dalam rapat paripurna tanggapan fraksi atas Raperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI 2018-2022.

“Fraksi Gerindra yakin bahwa program di atas belum akan bisa menampung usia produktif tersebut. Untuk itu, fraksi Gerindra meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk lebih concern terhadap persoalan ini,” kata dia, di Gedung DPRD, Senin (2/4).

Fajar menyebut penyediaan lapangan kerja telah diakomodasi oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno melalui program OKE OCE dan pelatihan kerja di Dinas Tenaga kerja (Disnaker) DKI. Hal itu tercantum dalam RPJMD yang harus disahkan bulan ini.

Menurutnya, ada ribuan lulusan SMA atau perguruan tinggi terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) setiap tahunnya.

Per Agustus 2017, kata Fajar, jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 346.940 ribu jiwa dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 7,14 persen dari total angkatan kerja. Tingkat pengangguran di lbu Kota tersebut juga jauh di atas TPT nasional, yakni 5,5 persen.

Sementara, pasangan Aies-Sandi yang diusung oleh Gerindra menargetkan terciptanya 200 ribu lapangan kerja dalam lima tahun masa kepemimpinan mereka melalui OK OCE.

Pada kesempatan yang sama, Fraksa Partai Nasdem mengusulkan pemberian modal kepada peserta OK OCE sebesar Rp5 miliar per kecamatan.

“NasDem meminta menyandingkan program pengadaan modal kepada para calon pewirausaha tersebut sekurang-kurangnya Rp5 miliar untuk setiap kecamatan,” kata Ketua Fraksi NasDem Bestari Barus.

Menurutnya, program OK OCE tak ubahnya sebatas pelatihan. Dengan pemberian modal, diharapkan kegiatan wirausaha makin bergerak. “Mengingat kondisi real di lapangan terkait pelaksanaan program ini, hanya sebatas pelatihan-pelatihan dan penyuluhan saja,” ujarnya.

Menanggapi itu, Sandiaga mengaku belum bisa menyediakan modal bagi peserta program OK OCE.

“Tentunya dari segi mekanisme, kami masih berpendirian bahwa institusi keuangan itu yang lebih memiliki kemampuan yang mumpuni untuk memberikan pinjaman. Tapi, kita apresiasi Pak Bestari dan Nasdem, kita akan berikan tanggapan,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Sandi menegaskan program OK OCE bukan bertujuan untuk penyediaan modal bagi pesertanya. Pemodalan itu akan dikerjasamakan dengan lembaga keuangan terkait.

DPRD Tagih Janji Anies

Sementara itu sebanyak empat fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta menagih janji Gubernur Anies Baswedan soal swastanisasi air. Penghentian swastanisasi air adalah salah satu agenda yang dilontarkan Anies ketika masa kampanye.

Empat fraksi itu adalah Fraksi Gerindra, Fraksi NasDem, Fraksi Demokrat-Partai Amanat Nasional, dan Fraksi PDI Perjuangan. Mereka menyampaikan pandangan umumnya terhadap rancangan peraturan daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi DKI Jakarta 2018-2022. Merekat tidak cuma menyinggung pengelolaan sumber daya air, tetapi juga soal air limbah dan sampah.

Fraksi Gerindra langsung menagih janji Gubernur Anies Baswedan buat memutus kontrak pengelolaan air oleh pihak swasta, yakni PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Dasarnya adalah putusan Mahkamah Agung Nomor 31KPdt/2017 terbit pada Oktober tahun lalu.

“Kami meminta gubernur agar segera mengeksekusi putusan MA terkait pengelolaan air di Jakarta oleh swasta agar dikembalikan sepenuhnya ke negara, PDAM Jaya, demi keadilan dan kesejahteraan masyarakat,” kata anggota Gerindra Fadjar Sidik, Selasa (2/4).

Fadjar mengatakan Fraksi Gerindra juga menuntut percepatan pembangunan jaringan pipa air bersih ke pemukiman belum mendapatkan akses air bersih, khususnya di wilayah utara Jakarta. “Harus segera direalisasikan,” ujar Fajar.

Hal serupa juga disampaikan fraksi NasDem. Menurut Ketua NasDem DKI Bestari Barus, kurang dari 50 persen warga Jakarta yang bisa menikmati air bersih. Penyebabnya menurut dia karena belum maksimalnya konsentrasi Pemprov DKI menyangkut pengadaan air bersih.

Bestari menyebut NasDem menginginkan PDAM Jaya sebagai badan usaha milik daerah (BUMD) di bidang pelayanan air minum, lebih efektif mengentaskan permasalahan air bersih bagi seluruh warga Jakarta. Apalagi penurunan permukaan tanah semakin tidak terkendali karena pemanfaatan air bawah tanah yang berlebihan.

“Sebagai contoh, Kelurahan Kebon Kosong yang selama 32 tahun belum mendapatkan pelayanan sambungan air bersih, mengingat mereka juga telah membayar pajak selama 32 tahun untuk pembangunan infrastruktur sumber air yang normal,” kata Bestari.

Sedangkan Fraksi Partai Demokrat-Partai Amanat Nasional (PAN) menilai perlu dilakukan penggabungan antara PDAM Jaya dengan PD PAL Jaya. Tujuannya supaya operasional pengelolaan air bersih dan limbah di Jakarta semakin efektif dengan sistem satu pintu dan tagihan pengguna tunggal (users single billing).

“Dengan pengelolaan air bersih dan limbah yang ada dalam satu pintu, diharapkan bisa menjadi solusi kurangnya sumber air baku di Jakarta dan menjadi pola recycling terpadu,” kata Ketua Fraksi Demokrat-PAN Taufiqurrahman.

Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan mengusulkan supaya penyedotan tinja dan air limbah rumah tangga di lingkungan padat, kumuh, dan miskin biayanya digratiskan atau ditanggung oleh APBD, khususnya PD PAL JAYA. PDIP juga menuntut normalisasi 13 sungai dilanjutkan, termasuk pembangunan sodetan kali Ciliwung ke Banjir Kanal Timur. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Imam Besar Masjid Raya New York Asal Sulsel Bangun Pesantren Pertama di AS

Metrobatam, Jakarta - Imam Besar Masjid Raya New York, Amerika Serikat Muhammad Shamsi Ali berencana membangun pesantren Nusantara Madani. Pesantren itu akan dibangun di...

Rizal Ramli Buka ‘Akal-akalan’ Boediono di Indover – Century

Metrobatam, Jakarta - Pengamat ekonomi Rizal Ramli membeberkan dugaan kejahatan yang dilakukan oleh mantan Gubernur Bank Indonesia Boediono terkait dengan rencana penyelamatan Bank Indonesia...

Ancaman Hukuman Mati Menanti Penyelundup 1,6 Ton Sabu

Metrobatam, Jakarta - Gerombolan penyelundup 1,6 ton sabu di Batam, Kepulauan Riau, terancam hukuman maksimal. Jaksa Agung M Prasetyo memastikan langsung agar mereka mendapatkan...

Dirut Pertamina Elia Dicopot karena Minyak Tumpah dan Kelangkaan Premium

Metrobatam, Jakarta - Elia Massa Manik dicopot dari Direktur Utama PT Pertamina (Persero). Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB)...

Menaker: Aturan Baru Tenaga Kerja Asing Jangan Buat Adu Domba

Metrobatam, Jakarta - Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri meminta semua pihak tidak mengadu domba pemerintah dengan masyarakat soal aturan baru tenaga kerja asing. Ia...

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan pada 17 Mei

Metrobatam, Jakarta - Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan tahun ini jatuh pada 17 Mei mendatang. Sedangkan 1 Syawal 1439 Hijriah atau Hari Raya...

Pimpinan KPK: TPPU untuk Novanto Harus Jalan

Metrobatam, Jakarta - KPK bicara soal penerapan jeratan tindak pidana pencucian uang (TPPU) untuk Setya Novanto. Namun, kepastian soal itu masih memerlukan kajian mendalam...

Kemlu Sebut Ada 2 Ribu WNI yang Berada di Suriah

Metrobatam, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) sebut masih ada sekitar 2 ribu warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Suriah. Mayoritas WNI di...

Ini Kata Mendag soal Dampak Positif dan Negatif Libur Lebaran Ditambah

Metrobatam, Jakarta - Cuti bersama Lebaran ditambah 3 hari. Menanggapi hal ini, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menjelaskan tambahan libur itu ada dampak positif...

Kapolri: Polisi Jadi Bandar Narkoba Tembak Mati!

Metrobatam, Pekanbaru - Anggota Polri yang tersandung masalah hukum diperintahkan untuk tetap diusut tuntas. Bagi yang terlibat narkoba hingga menjadi bandar narkoba diminta untuk...

Polisi Minta Anak Buah Big Bos Miras Maut Serahkan Diri

Metrobatam, Bandung - Polisi meminta empat anak buah Samsudin Simbolon, bos miras oplosan maut, yang masih buron menyerahkan diri. "Kita minta supaya menyerahkan diri. Karena...

Helikopter Jatuh di Morowali, 1 Orang Tewas

Metrobatam, Jakarta - Sebuah helikopter jatuh di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah. Satu orang tewas dalam insiden itu, tetapi...
BAGIKAN