GP Ansor: Perlu Diwaspadai Banyak ASN Terpapar Ideologi Radikal

Metrobatam, Jakarta – Gerakan Pemuda (GP) Ansor menilai banyak aparatur sipil negara (ASN) yang telah terpapar ideologi radikal. Sejumlah ASN dinilai tak percaya adanya aksi teror yang terjadi belakangan ini.

“Yang juga perlu diwaspadai adalah banyak birokrat atau ASN yang telah terpapar paham dan ideologi intoleran dan radikal. Para ASN bisa kita amati di media sosial, banyak yang tidak percaya terhadap aksi teroris di beberapa tempat belakangan ini,” kata pengamat terorisme yang juga Komandan Densus 99 GP Ansor Nuruzzaman.

“Kalau pemerintah menutup mata, selangkah lagi negara ini akan masuk ke jurang peperangan. Maka harus serius kalau mau menangani terorisme mulai hulu atau akarnya sampai hilir. Jangan hanya melakukan penindakan pada pelaku teror, tapi juga membersihkan akarnya. Nah, ini momentum bersih-bersih virus intoleransi di tengah kehidupan kita,” jelasnya.

Menurut Nuruzzaman, data banyaknya ASN yang terpapar paham radikalisme ditemukan saat GP Ansor melakukan survei mandiri dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Survei dilakukan dengan mengamati pemberitaan yang ada, media sosial, hingga isi ceramah di masjid-masjid kementerian dan BUMN.

“Intoleransi adalah bibit dari radikalisme dan terorisme. Makanya harus dikikis habis kalau mau negara aman dari terorisme. Teroris yang ditangkap di Riau mengaku memperoleh dana dari pegawai BUMN. Ini kan miris. Dan memang benar. Pemetaan yang kita lakukan, sebagian besar instansi pemerintahan menjadi tempat menyemai bibit intoleran dan radikalisme,” ujarnya.

Nuruzzaman menambahkan, pemerintah harus mendorong agar revisi UU Antiterorisme segera disahkan dan melakukan pemetaan potensi terorisme dan radikalisme di Indonesia. Pemetaan dilakukan berdasarkan wilayah, tokoh, dan potensi kekerasan di daerah.

Sementara itu, terhadap para pelaku dan keluarganya, GP Ansor menganjurkan agar dilakukan deradikalisasi. “Langkah ini kita sebut sebagai post-radicalism. Bagaimana membimbing pelaku atau keluarga pelaku agar kembali ke kehidupan yang benar. Ini berat,” pungkasnya.

Terkait keterlibatan ASN ini, sebelumnya istri terduga teroris yang ditembak mati Tim Densus 88 Antiteror di Sidoarjo merupakan PNS Kemenag Surabaya. Kemudian ada juga satu terduga teroris yang ditangkap di Probolinggo, Harit S Arifin (39), yang merupakan PNS yang berprofesi sebagai guru.

Selanjutnya dua terduga teroris asal Pekanbaru yang ditangkap di Palembang mengaku diberi ongkos oknum pegawai BUMN. Polisi akan berkoordinasi dengan PPATK untuk mengejar pegawai BUMN berinisial D tersebut.

“Kata mereka, dapat ongkos dari seorang pegawai PLN di Riau berinisial D. Sampai saat ini masih kami dalami dan kordinasi dengan PPATK untuk mengetahui apakah itu dana pribadi atau tidak,” kata Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain saat ditemui di Mapolda Sumsel, Rabu (16/5). (mb/detik)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

ABG Pengancam Jokowi Diproses Hukum, Ditahan di Tempat Khusus

Metrobatam, Jakarta - RJ (16) tetap diproses hukum atas video viral pengancaman terhadap Presiden Joko Widodo. RJ ditahan di tempat khusus. "Yang bersangkutan tetap diproses...

Eks Anggota JI Heran Aman Abdurrahman Ajukan Pleidoi

Metrobatam, Jakarta - Mantan anggota Jemaah Islamiyah (JI) Nassir Abbas mencibir habis pentolan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Aman Abdurrahman. Penyebabnya adalah dia menganggap Aman...

Ada 380 Ribu Ormas, Tjahjo Minta Pemda Bantu Pengawasan

Metrobatam, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta kepada pemerintah daerah agar mengawasi gerak-gerik organisasi kemasyarakatan (ormas) secara intensif. Menurutnya, bisa saja ormas-ormas...

Mengintip Besaran THR PNS, Paling Tinggi Rp 25 Juta!

Metrobatam, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Peraturan Pemerintah mengenai pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 bagi Pegawai Negeri Sipil...

Pensiun Hakim Agung, Artidjo Alkostar Pilih Pelihara Kambing

Metrobatam, Jakarta - Usai pensiun sebagai hakim agung, Artidjo Alkostar memilih pulang kampung untuk memelihara kambing. Ia baru saja memasuki masa pensiun setelah 18...

Tok! DPR Sahkan UU Antiterorisme

Metrobatam, Jakarta - Ketua Pansus RUU Antiterorisme M Syafii melaporkan hasil pembahasan RUU. Laporan itu disampaikan di rapat paripurna DPR pagi ini sebelum RUU...

Kasus Korupsi Impor Daging Sapi LHI, ‘Dosa’ Samad di Mata Fahri

Metrobatam, Jakarta - Di tengah niatnya maju pilpres 2019, Abraham Samad datang ke markas PKS. Kedatangan Samad tersebut mendapat respons negatif dari Wakil Ketua...

Tjahjo Sarankan Pemda Sahkan APBD Sendiri Jika DPRD Menolak

Metrobatam, Jakarta - Pengesahan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kerap mandek ketika tidak tercapai kesepakatan antara pemerintah daerah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Menteri...

Sakit di Penjara, Dosen USU Tersangka Hoaks Dibawa ke RS

Metrobatam, Jakarta - Kondisi kesehatan dosen Universitas Sumatera Utara (USU) Himma Dewiyana Lubis (46), yang ditangkap polisi setelah menulis status tentang bom Surabaya semakin...

Ngabalin: Istana Tak Perintahkan UGM Tolak Fahri Hamzah

Metrobatam, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan ada pihak luar yang menekan rektor UGM supaya menolak dirinya berceramah di Masjid UGM. Kini...

Hakim Curigai Fredrich Berniat Amankan Setya Novanto

Metrobatam, Jakarta - Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menyangsikan terdakwa Fredrich Yunadi tidak menghalangi proses penuntasan kasus korupsi proyek E-KTP ketika...

Kapal Tanker Pertamina di Banjarmasin Terbakar, Sungai Tiba-Tiba Penuh Api

Metrobatam, Banjarmasin - Kapal tanker PT Pertamina Srikandi yang sedang sandar di dermaga Sungai Barito Muara Kuin Banjarmasin terbakar pada Jumat (25/5) sekira Pukul...
BAGIKAN