Gubernur Bengkulu Marah Anak Buah Tak ‘Kawal’ Proyek Pesanan

6348

Metrobatam.com, Jakarta – Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti geram dengan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kuntadi serta jajarannya dalam ‘mengawal’ sejumlah proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Ridwan marah lantaran instruksi tentang proyek di Dinas PUPR agar diberikan ke perusahaan yang sudah ditentukannya, tak dilaksanakan dengan baik oleh Kuntadi.

Hal tersebut tertuang tertuang dalam surat dakwaan Ridwan yang telah dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, Kamis (12/10).

Ridwan bersama istrinya Lily Martiani Maddari dan Jhoni Wijaya selaku Kepala Perwakilan PT Statika Mitrasarana Bengkulu didakwa menerima suap Rp1 miliar, bagian dari komitmen fee sebesar Rp4,7 miliar.

Dalam surat dakwaan itu, sejak awal Ridwan menyiapkan posisi Kuntadi untuk ‘mengamankan’ sejumlah proyek di Dinas PUPR. Namun dalam menjalankan tugasnya, Kuntadi tak menjalankan apa yang sudah ditentukan Ridwan.

Kuntadi sampai harus beberapa kali datang ke rumah Ridwan, untuk melaporkan sejumlah proyek yang ada di Dinas PUPR. Ridwan pun sempat memarahi Kuntadi dan jajarannya atas proyek yang tak didapat perusahaan pilihannya.

Tak hanya Kuntadi yang kena ‘semprot’, Ridwan juga marah kepada sejumlah pengusaha yang mendapatkan proyek di Dinas PUPR. Mereka di antaranya, Rico Diansari, Jhoni Wijaya, Ahmad Irfansyah selaku PT Sumber Alam Makmur Sejati dan Haryanto alias Lolak selaku PT Peu Putra Agung.

Dalam pertemuan di kantor gubernur, pada 5 Juni 2017, Ridwan marah dan dengan suara tinggi kepada para kontraktor itu. Dia mempertanyakan posisi para pengusaha itu saat pemilihan kepala daerah berlangsung.

“Saya ini ikut Pilkada berdarah-darah, habis ratusan miliar, emang kalian dimana selama ini? Jangan-jangan kalian lawan, bukan pendukung saya? Kenapa nggak pamit sama saya? Saya ini mantan pengusaha dan sudah dua periode jadi Bupati, ini sekarang saya jadi gubernur, saya penguasa di Bengkulu,” kata Ridwan dalam surat dakwaan.

Ridwan pun sempat bertanya kepada Jhoni Wijaya. Dia menanyakan kepemilikan PT Statika Mitrasarana.

Selanjutnya, pada akhir pertemuan Ridwan mengingatkan dan mengancam para kontraktor tersebut.

“Jangan macam-macam bermain dengan staf saya, staf Saya nanti Saya tempeleng,” tutur Ridwan ke mereka dalam surat dakwaan.

“Nanti saya bikin bangkrut kalian, di blacklist perusahaannya, saya putus kontrak kan semua.”

Akhirnya Ridwan dan Lily menerima uang Rp1 miliar dari Jhoni Wijaya lewat Rico Diansari. Uang itu bagian fee atas pengerjaan proyek peningkatan Jalan Tes-Muara Aman dan Jalan Curup–Air Dingin.

Namun, usai menerima Rp1 miliar keempatnya ditangkap penyidik KPK di Bengkulu pada 20 Juni 2017. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

Danlantamal IV Jalin Sinergitas dengan Kapolda Kepri

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., menjalin sinergitas dengan Kepala Kepolisian...

Bea Cukai-Kepolisian Tetapkan Tersangka 50 Ribu Botol Miras Ilegal Via Batam dari Singapura

Metrobatam.com, Jakarta - Penyidik Direktorat Jenderal Bea-Cukai menetapkan tersangka dalam kasus penyelundupan 50 ribu botol minuman keras ilegal dari Singapura. Tersangka berinisial BT (43)...

Dunia Muslim Deklarasikan Yerusalem Timur Ibu Kota Palestina

Metrobatam, Jakarta - Para pemimpin negara-negara muslim yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mendeklarasikan pengakuan Yerusalem Timur sebagai Ibu Kota Palestina, Rabu...

Lagi, Polda Sumut Tangkap Perwira Polisi Karena Narkoba

Metrobatam, Medan - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap perwira polisi berpangkkat Ajun Komisaris Polisi (AKP) di kawasan Mariendal, Kecamatan Patumbak,...

Selingkuh di Hotel Bersama Pria Idaman, Seorang Janda Tersedak Kondom

Metrobatam, Madiun – Kabar heboh sekaligus menggelitik gegerkan seisi rumah sakit. Pasalnya, dokter yang menangani pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) menghadapi sebuah...

KPK Terbantu Dokter RSCM dan IDI Dalam Hadapi ‘Drama’ Setya Novanto

Metrobata, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎, Febri Diansyah mengakui pihaknya cukup terbantu peran dari tim Dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM)...

Polisi Ciduk 33 Orang dalam Razia Kampung Narkoba di Tanah Kusir

Metrobatam, Jakarta - Satresnarkoba Polres Jakarta Selatan melakukan razia narkoba di Kampung Peninggaran, Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Sebanyak 33 orang diamankan polisi untuk dimintai...

Sah! MK Bolehkan Pegawai Nikah dengan Teman 1 Kantor

Metrobatam, Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) membuka kebahagiaan bagi karyawan yang ingin menikahi pasangannya dalam 1 kantor. MK memperbolehkan pernikahan antar-rekan satu kantor karena...

Gara-Gara Tak Dibelikan Sepeda Motor, Salim Stres Lalu Gantung Diri

Metrobatam, Padangsidimmpuan - Salim Batu Bara (21), warga Huta Lombang, Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara nekat gantung diri di areal kebun cokelat...

Mohamed Salah: Raja Mesir yang Membumi

Liverpool - Orang-orang di Liverpool menjuluki The King Of Egypt. Usai jadi pahlawan Mesir ke Piala Dunia dan bikin banyak gol di Liverpool, Mohamed...

Kutai Barat di Kaltim, Bakal Calon Ibu Kota Baru RI yang Masih “Sepi”

Metrobatam, Jakarta - Wacana pemindahan ibu kota negara semakin mencuat. Beberapa kota disebut-sebut akan menjadi ibu kota baru Negara Indonesia. Salah satunya ialah Kabupaten...

Kisah Tragis Dua Wanita Cantik Dibunuh Suami Gara-gara Minta Mobil

Metrobatam, Jakarta - Hidup Siti Saidah alias Nindya dan Indria Kameswari berakhir tragis. Perempuan cantik ini tewas di tangan suami mereka gara-gara minta dibelikan...
BAGIKAN