Gubernur Bengkulu Marah Anak Buah Tak ‘Kawal’ Proyek Pesanan

Metrobatam.com, Jakarta – Gubernur Bengkulu nonaktif Ridwan Mukti geram dengan Pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kuntadi serta jajarannya dalam ‘mengawal’ sejumlah proyek infrastruktur di Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Ridwan marah lantaran instruksi tentang proyek di Dinas PUPR agar diberikan ke perusahaan yang sudah ditentukannya, tak dilaksanakan dengan baik oleh Kuntadi.

Hal tersebut tertuang tertuang dalam surat dakwaan Ridwan yang telah dibacakan jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Bengkulu, Kamis (12/10).

Ridwan bersama istrinya Lily Martiani Maddari dan Jhoni Wijaya selaku Kepala Perwakilan PT Statika Mitrasarana Bengkulu didakwa menerima suap Rp1 miliar, bagian dari komitmen fee sebesar Rp4,7 miliar.

Dalam surat dakwaan itu, sejak awal Ridwan menyiapkan posisi Kuntadi untuk ‘mengamankan’ sejumlah proyek di Dinas PUPR. Namun dalam menjalankan tugasnya, Kuntadi tak menjalankan apa yang sudah ditentukan Ridwan.

Kuntadi sampai harus beberapa kali datang ke rumah Ridwan, untuk melaporkan sejumlah proyek yang ada di Dinas PUPR. Ridwan pun sempat memarahi Kuntadi dan jajarannya atas proyek yang tak didapat perusahaan pilihannya.

Tak hanya Kuntadi yang kena ‘semprot’, Ridwan juga marah kepada sejumlah pengusaha yang mendapatkan proyek di Dinas PUPR. Mereka di antaranya, Rico Diansari, Jhoni Wijaya, Ahmad Irfansyah selaku PT Sumber Alam Makmur Sejati dan Haryanto alias Lolak selaku PT Peu Putra Agung.

Dalam pertemuan di kantor gubernur, pada 5 Juni 2017, Ridwan marah dan dengan suara tinggi kepada para kontraktor itu. Dia mempertanyakan posisi para pengusaha itu saat pemilihan kepala daerah berlangsung.

“Saya ini ikut Pilkada berdarah-darah, habis ratusan miliar, emang kalian dimana selama ini? Jangan-jangan kalian lawan, bukan pendukung saya? Kenapa nggak pamit sama saya? Saya ini mantan pengusaha dan sudah dua periode jadi Bupati, ini sekarang saya jadi gubernur, saya penguasa di Bengkulu,” kata Ridwan dalam surat dakwaan.

Ridwan pun sempat bertanya kepada Jhoni Wijaya. Dia menanyakan kepemilikan PT Statika Mitrasarana.

Selanjutnya, pada akhir pertemuan Ridwan mengingatkan dan mengancam para kontraktor tersebut.

“Jangan macam-macam bermain dengan staf saya, staf Saya nanti Saya tempeleng,” tutur Ridwan ke mereka dalam surat dakwaan.

“Nanti saya bikin bangkrut kalian, di blacklist perusahaannya, saya putus kontrak kan semua.”

Akhirnya Ridwan dan Lily menerima uang Rp1 miliar dari Jhoni Wijaya lewat Rico Diansari. Uang itu bagian fee atas pengerjaan proyek peningkatan Jalan Tes-Muara Aman dan Jalan Curup–Air Dingin.

Namun, usai menerima Rp1 miliar keempatnya ditangkap penyidik KPK di Bengkulu pada 20 Juni 2017. (mb/cnn indonesia)

Metrobatam.com tidak bertanggung jawab atas isi komentar yang ditulis. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

BERITA TERKINI

HUT Kemerdekaan ke-73 RI, 937 Warga Binaan Lapas Batam Terima Remisi

Metrobatam.com, Batam - Sebanyak 937 narapidana warga binaan Lapas Batam, LPP Batam, LPKA Batam dan Rutan Batam mendapatkan remisi umum Hari Kemerdekaan ke-73 Republik...

Bergerak Menuju Arafah Hari Ini, Jemaah Haji Indonesia Dibagi 3 Fase

Mertrobatam.com, Mekah - Jemaah haji Indonesia akan bergerak dari Mekah ke Arafah pada hari Minggu (19/2) ini. Pemberangkatan akan dilakukan dalam tiga fase atau gelombang. "Ada tiga...

Di Asian Games 2018, Wushu Sumbang Medali Pertama untuk Indonesia

Metrobatam.com, Jakarta - Indonesia berhasil meraih medali pertama di Asian Games 2018. Xavier Edgar Marvelo menggondol perak dari wushu di nomor changquan.  Dalam final changquan di...

Ini Cara Mengemudi Mobil Matic dengan Benar dan Cepat Lancar

Metrobatam.com, (MB) - Bagaimana si cara mengemudi mobil matic atau mobil yang langsung transmisi secara otomatis, cara yang benar dan aman untuk para pengemudi agar...

Anak Krakatau Berada pada Status Waspada, Setelah Erupsi

Metrobatam.com, Lampung - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Lampung pada Sabtu pukul 18.09 WIB. Menurut BMKG, bersumber...

Musim Haji 1438 H, Embarkasi Hang Nadim Batam Berangkatkan 11.852 JCH

Metrobatam.com, Batam - Embarkasi Hang Nadim Batam memberangkatkan 11.852 jemaah calon haji (JCH) ke tanah suci pada musim haji 1438 H/2018 M ini. Jemaah...

Harga Minyak Dunia Mulai Memanas

Metrobatam.com, New York - Harga minyak mentah naik pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), namun jatuh untuk periode minggu ini, karena kekhawatiran bahwa...

Kenalkan Kapal Perang, TNI AL Gelar NBOD di Tanjung Uban

Metrobatam.com, Bintan - Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-73, TNI AL dalam hal ini Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan (Fasharkan) Mentigi bersama Satuan Kapal...

BNN Tangkap Sindikat Narkoba Internasional di Riau, 2 Kg Sabu Disita

Metrobatam.com, Riau - Badan Narkotika Nasional (BNN) menangkap lima anggota sindikat narkotika internasional dari halaman parkir dua hotel di Pekanbaru, Riau. Dari tangan para...

HUT ke-73 Kemerdekaan RI, 1.685 Warga Binaan Kepri Dapat Remisi

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Sebanyak 1.685 warga binaan di seluruh wilayah Provinsi Kepulauan Riau menerima remisi pada peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI. Pemberian remisi atau pemotongan...

Danlantamal IV Pimpin AKRS di Wilayah Tanjungpinang

Metrobatam.com, Tanjungpinang - Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno, S.E., M.M., memimpin jalannya Apel Kohormatan dan...

Hilang Selama Sepakan, Jenazah Kiatwansyah Akhirnya Ditemukan

Metrobatam.com, Manokwari - Kiatwansyah, wisatawan asal Batam yang hilang di perairan Pulau Mansinam Manokwari, Papua Barat, Jumat pekan lalu akhirnya ditemukan setelah Tim Search...
BAGIKAN